AS Mencampuri Urusan Timur Tengah
http://indonesian.cri.cn/20190410/735637d7-fc47-947c-ccf9-9bddeaba7da4.html
2019-04-10 11:29:16
Baru-baru ini, situasi di Timur Tengah menjadi rumit dan berbagai pihak
berkonfrontasi, dan di belakang situasi tersebut selalu ada bayangan
jelas AS. Hari Selasa kemarin (9/4), Israel menggelar pemilihan
parlemen. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuannya
bahwa Israel memiliki kedaulatan di Tanah Tinggi Golan sehingga mendapat
tentangan keras masyarakat internasional. Hal ini justru merupakan
hadiah besar bagi Perdana Menteri Israel Netanyahu yang kemungkinan
besar dapat terpilih kembali. Hari Senin (8/4) yang lalu waktu setempat,
Trump mengumumkan pula bahwa AS telah mencatumkan Pasukan Pengawal
Revolusioner Islam Iran sebagai organisasi teroris. Ini merupakan
pertama kalinya AS menetapkan kekuatan bersenjata suatu negara sebagai
organisasi teroris. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa strategi AS di
Timur Tengah sedang berubah dengan cepat dan tindakan unilateralis
mungkin akan menimbulkan konflik dan merugikan perdamaian dunia.
Pada tanggal 25 Maret, Trump bersama dengan Benjamin Netanyahu yang
datang berkunjung menandatangani sebuah komunike di Gedung Putih yang
berisi pengakuan secara resmi kedaulatan Israel di Tanah Tinggi Golan.
Pada tanggal 27 Maret, Dewan Keamanan membuka sidang darurat, dari
seluruh 15 anggota tetap dan anggota tidak tetap, 14 anggota kecuali AS
menyatakan menentang. Liga Arab mengajukan protes keras terhadap aksi
unilateral AS. Sekjen PBB, Wakil Senior Uni Eropa untuk Urusan Luar
Negeri dan Kebijakan Keamanan dan Ketua Komisi Uni Afrika bersama
menghadiri pertemuan puncak Liga Arab untuk menyatakan dukungan mereka
kepada negara-negara Arab.
Sejak Trump memangku jabatan sebagai Presiden AS, Golongan Elang
mulai mengontrol dominasi kebijakan Timur Tengah. Dalam keadaan kekuatan
Israel yang mulai stabil dan Palestina yang terus terpojok, AS tidak
menjadikan pendorongan proses perdamaian Palestina-Israel sebagai titik
berat, melainkan memperkuat Israel dan mengisolasi Iran sebagai inti
kebijakannya di Timur Tengah.
Di kawasan Timur Tengah, pengaruh Iran terhadap situasi kawasan
semakin besar dan ini sangat membuat panas AS. Kini, pemerintah Trump
mengumumkan Pasukan Pengawal Revolusioner Islam Iran sebagai organisasi
teroris dan ini menunjukkan bahwa sanksi terhadap Iran akan meningkat
kembali.
Tindakan AS itu pada taraf tertentu telah menerobos garis merah Iran
dan ini akan mendatangkan keguncangan terhadap situasi kawasan secara
kontinu. Perbuatan AS itu mengundang kecaman keras Iran. Dewan Keamanan
Nasional Tertinggi Iran pada Senin malam yang lalu (8/4) dalam
pernyataannya menunjukkan bahwa perbuatan AS itu ilegal dan berbahaya,
sementara itu juga mengumumkan tentara Markas Besar Sentral AS di Asia
Barat sebagai organisasi teroris. Dapat diprediksi bahwa konfrontasi
langsung antara AS dan Iran akan meningkat secara menyeluruh, sedangkan
dukungan AS kepada wilayah dan militer Israel juga akan diperluas lebih
lanjut.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com