Tapi bung Ajeg, ... kenapa bung yang jadi kena sasaran? Apa benar bung tergolong "kampret" yang tidurnya terbalik dimakasudkan bung Ronggo itu? Sekalipun saya tahu, terakhir ini pertengkaran 2 kubu, memang jadi kelompok "Ceblong" dan "Kampret", ...

Namun saya SETUJUUU dengan bung Djie, baiknya tidak dilanjutkan sindir menyindir "kampret" dan "ceblong" yang tidak bersahabat itu, ... tanggapi saja substansinya dengan argumentasi sesuai data yang diketahui. Dengan demikian suasana obrolan dan diskusi di GELORA45 bisa lebih  nyaman, ... harap bisa diperhatikan!

Saya tidak tahu bagaimana TKW di Malaysia, tapi yang berada di HK, saya yakin mereka akan menyoblos kubu-01, Jokowi-Maruf. Begitu TKW yang saya ketahui dan bisa ketemu dijalan, ... mereka nampak lebih bersemangat dukung Jokowi! Bagaimana kenyataannya? Ya tunggu saja nanti tgl. 14 hari mereka nyoblos di KJRI-HK. Mudah-mudahan saja tidak terulang kejadian seperti Pilpres-2014, masih begitu buuuaaanyak dan panjang antrian TKW, penyeblosan harus DITUTUP/DIAKHIRI karena waktu berakhir! Entah mencabut berapa banyak suara konkritnya di HK yang terjadi ketika itu, .....Terdengar ada kesengajaan pejabat memperlambat proses pengecekan identitas KTP/TKW itu dengan data Pemilih di-HK, karena diketahui mayoritas pemilih Jokowi!


ajeg [email protected] [GELORA45] 於 10/4/2019 12:42 寫道:
Kalau dia punya pendapat kan nggak perlu marah-marah.

"Goblok" itu kan pendapat Anda.

--- djiekh@... wrote:

Bung Chan,
Kutipan : Kalau nggak punya ya silakan pamer terus otakmu yang macet terendam kencingmu sendiri.
Apa ini tidak melebihi "menggoblokkan orang"?

Pada tanggal Rab, 10 Apr 2019 pukul 06.22 ajeg menulis:

Lagi-lagi hoax dengan huruf kapital.

Nulis dengan huruf kapital adalah ekspresi marah-marah.
Bantah saja masalahnya, keluarkan pendapatmu. Tidak perlu marah-marah melulu saking frustasi.

Bantah saja kalau punya pendapat beda.
Kalau nggak punya ya silakan pamer terus otakmu yang macet terendam kencingmu sendiri.

--- ronggo303@... wrote:

KAMPRET TIDURNYA TERBALIK, OTAKNYA DIBAWAH DAN  TERCEMAR AIR SENINYA

SEMUANYA TERLIHAT TERBALIK.

ORANG BAIK PILIH ORANG BAIK

TUKANG HOAX PILIH RAJA HOAX.

SUKA MARAH MARAH KARENA KERASUKAN IBLIS

On Wed, Apr 10, 2019 at 4:07 AM ajeg wrote:

Susah payah 4,5 tahun menggiring dengan bagi-bagi kartu, sepeda, kaos, sabun dll, tahu-tahu lingkar kekuasaan Jokowi penuh koruptor. Alih-alih membungkam Rakyat dengan pencitraan Jokowi yang bersih, Rakyat malah bersuara lantang. TKW di Malaysia ini (bukan TKW di kementerian keuangan) adalah salahsatunya.

Sekarang, dengan semakin dekatnya hari pencoblosan, maka kerja-kerja-kerja 4,5 tahun membangun spiral of silence jelas gagal sudah. Gagal total. Rakyat tetap melantangkan sikapnya. Tidak lain karena Rakyat mengalami dan menyaksikan sendiri Jokowi begitu asing dengan politik dan ketatanegaraan sehingga gampang dituntun untuk melabrak aturan perundang-undangan (dengan bungkus "deregulasi" maupun "paket bijaksana"). Kenapa aturan dilabrak? Ya demi mempermudah pihak asing berusaha di Indonesia. Akibatnya, terciptalah banyak lapangan penderitaan bagi Rakyat. TKW di Malaysia ini (bukan TKW di kementerian keuangan) cuma salahsatunya..

--- ilmesengero@.... wrote:

https://www..eramuslim.com/berita/nasional/tkw-di-malaysia-saya-disuruh-nyoblos-jokowi-males-kerjaan-dikasih-ke-orang-asing.htm <https://www.eramuslim.com/berita/nasional/tkw-di-malaysia-saya-disuruh-nyoblos-jokowi-males-kerjaan-dikasih-ke-orang-asing.htm>
*
*
*TKW di Malaysia: Saya Disuruh Nyoblos Jokowi, Males! Kerjaan Dikasih ke Orang Asing*

Redaksi – Selasa, 2 Sya'ban 1440 H / 9 April 2019 16:16 WIB

Eramuslim.com – Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia membongkar fakta dirinya disuruh nyoblos Jokowi-Ma’ruf. TKW itu memamerkan 2 buah baju Jokowi-Ma’ruf yang diterimanya.

Tetapi ajakan untuk mencoblos Jokowi-Ma’ruf dia tolak dengan alasan dirinya sulit mencari kerja di Dalam Negeri, hingga harus kerja di Negeri Jiran, Malaysia.

image.png

“Habis belanja, aku dikasih baju ini, Jokowi dua, dipanggil suruh nyoblos, males. Aku pengen Prabowo, bukan Jokowi,” tegas TKW itu dalam sebuah video yang viral di media sosial.

“Sekarang aku kerja di Malaysia, disuruh nyoblos Jokowi, sedangkan aku dari Indonesia, ke Malaysia cari kerjaan. Di Indonesia banyak pekerjaan malah dikasihkan ke orang asing. Sekarang dia minta dukungan. Saya suruh nyoblos sama Jokowi, males,” curhatnya.

“Lebih baik nyoblos Prabowo. Semoga anak-cucu saya nanti mendapatkan pekerjaan. Jadi saya nyoblos Prabowo demi masa depan anak-cucu saya,” tandasnya.

Ia juga bersyukur dengan bisa bekerja di Malaysia, bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Kemudian, TKW itu meluapkan kembali kekesalannya kepada Pemerintahan Jokowi.

“Saya bukan cebong, jadi nggak mau dukung pemerintahan yang nggak jelas. Nggak memperhatikan rakyatnya yang butuh kerjaan, malah orang asing yang dikasih,” ucapnya.





---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke