Dalam pemilu di mana pun peluang pihak berkuasa untuk curang jauh lebih besar. 
Apalagi pihak berkuasa itu ikut sebagai peserta. Bukan rahasia lagi pada 
pilpres 2014 bekas penguasa pun ikut berpeluang membantu kecurangan. 

--- chalik.hamid@... wrote:
     Setahu saya, di Belanda sebagian besar juga pemilih Jokowi-Makruf Amien. 
Sayangnya banyak sekali suara yang hilang. Apakah disengaja atau tidak saya 
tidak tahu. Yang jelas surat pilpres (surat pemilu) dari KBRI banyak yang tidak 
sampai ke alamat warga negara Indonesia, di kota Amsterdam saja banyak yang 
tidak sampai. Hari akhir makin mendekat, warga Indonesia masih menunggu dan 
tampaknya tidak akan menerima kertas pemilu. Apakah ini disengaja oknum KBRI 
saya juga tidak tahu. Apakah dia dari 01 atau 02 saya juga tidak tahu, namun 
cara ini juga tidak terpuji. Menghambat hak orang lain untuk melaksanakan hak 
pilihnya.
   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: GELORA45 <[email protected]>Terkirim: 
Kamis, 11 April 2019 05.02.42 GMT+2Judul: Re: [GELORA45] TKW di Malaysia: Saya 
Disuruh Nyoblos Jokowi, Males! Kerjaan Dikasih ke Orang Asing
     Itulah dia, kenapa oknum pemarah itu slonong boy ngamuk bawa-bawa kampret? 
Cobalah Anda tanya langsung ke oknum itu biar kita semua tahu kenapa sampai ada 
yang berpendapat ngamuknya seniman kencing itu tergolong "menggoblokkan orang". 

Supaya gampang boleh juga dibantu untuk pilih jawaban:
01. Tidak mampu bahas topik "TKW males pilih Jokowi"ini01. Frustasi karena kubu 
/ rezim Jokowi terbukti korup01. Kerasukan iblis

Sebagai golput saran saya sih itu seni man (woman?) pilih semuanya.
Coba sana tanya, ngapain dia marah-marah bawa kampret kencing. Kasihan kan 
sekarang semua orang jadi tau dia seekor cebong yang biasa hidup di septic tank 
- lalu mau jadikan milis ini kayak gitu?

Berkas 
gugatan:https://groups.yahoo.com/neo/groups/gelora45/conversations/messages/244340

   --- [email protected]:

Tapi bung Ajeg, ... kenapa bung yang jadi kena sasaran? Apa benar bung 
tergolong "kampret" yang tidurnya terbalik dimakasudkan bung Ronggo itu? 
Sekalipun saya tahu, terakhir ini pertengkaran 2 kubu, memang jadi kelompok 
"Ceblong" dan "Kampret", ... 
Namun saya SETUJUUU dengan bung Djie, baiknya tidak dilanjutkan sindir 
menyindir "kampret" dan "ceblong" yang tidak bersahabat itu, ... tanggapi saja 
substansinya dengan argumentasi sesuai data yang diketahui. Dengan demikian 
suasana obrolan dan diskusi di GELORA45 bisa lebih  nyaman, ... harap bisa 
diperhatikan!
 Saya tidak tahu bagaimana TKW di Malaysia, tapi yang berada di HK, saya yakin 
mereka akan menyoblos kubu-01, Jokowi-Maruf. Begitu TKW yang saya ketahui dan 
bisa ketemu dijalan, ... mereka nampak lebih bersemangat dukung Jokowi! 
Bagaimana kenyataannya? Ya tunggu saja nanti tgl. 14 hari mereka nyoblos di 
KJRI-HK. Mudah-mudahan saja tidak  terulang kejadian seperti Pilpres-2014, 
masih begitu buuuaaanyak dan panjang antrian TKW, penyeblosan harus 
DITUTUP/DIAKHIRI karena waktu berakhir! Entah mencabut berapa banyak suara 
konkritnya di HK yang terjadi ketika itu, ....Terdengar ada kesengajaan pejabat 
memperlambat proses pengecekan identitas KTP/TKW itu dengan data Pemilih di-HK, 
karena diketahui mayoritas pemilih Jokowi!
 ajeg 於 10/4/2019 12:42 寫道:
Kalau dia punya pendapat kan nggak perlu marah-marah. 
  "Goblok" itu kan pendapat Anda.
  
  --- djiekh@... wrote: 
   Bung Chan, Kutipan : Kalau nggak punya ya silakan pamer terus otakmu yang 
macet terendam kencingmu sendiri. Apa ini tidak melebihi "menggoblokkan orang"? 
  
   Pada tanggal Rab, 10 Apr 2019 pukul 06.22 ajeg menulis: 
         Lagi-lagi hoax dengan huruf kapital. 
    Nulis dengan huruf kapital adalah ekspresi marah-marah. 
  Bantah saja masalahnya, keluarkan pendapatmu. Tidak perlu marah-marah melulu 
saking frustasi. 
  
  Bantah saja kalau punya pendapat beda. 
  Kalau nggak punya ya silakan pamer terus otakmu yang macet terendam kencingmu 
sendiri. 
  --- ronggo303@... wrote: 
   KAMPRET TIDURNYA TERBALIK, OTAKNYA DIBAWAH DAN  TERCEMAR AIR SENINYA 
  SEMUANYA TERLIHAT TERBALIK. 
  ORANG BAIK PILIH ORANG BAIK 
  TUKANG HOAX PILIH RAJA HOAX. 
  SUKA MARAH MARAH KARENA KERASUKAN IBLIS
   

 On Wed, Apr 10, 2019 at 4:07 AM ajeg wrote: 
   Susah payah 4,5 tahun menggiring dengan bagi-bagi kartu, sepeda, kaos, sabun 
dll, tahu-tahu lingkar kekuasaan Jokowi penuh koruptor. Alih-alih membungkam 
Rakyat dengan pencitraan  Jokowi yang bersih, Rakyat malah bersuara lantang. 
TKW di Malaysia ini (bukan TKW di kementerian keuangan) adalah salahsatunya.  
  Sekarang, dengan semakin dekatnya hari pencoblosan, maka kerja-kerja-kerja 
4,5 tahun membangun spiral of silence jelas gagal sudah. Gagal total. Rakyat 
tetap melantangkan sikapnya. Tidak lain karena Rakyat mengalami dan menyaksikan 
sendiri Jokowi begitu asing dengan politik dan ketatanegaraan sehingga gampang 
dituntun untuk melabrak aturan perundang-undangan (dengan bungkus "deregulasi" 
maupun "paket bijaksana"). Kenapa aturan dilabrak? Ya demi mempermudah pihak 
asing berusaha di Indonesia. Akibatnya,  terciptalah banyak lapangan 
penderitaan bagi Rakyat. TKW di Malaysia ini (bukan TKW di kementerian 
keuangan) cuma salahsatunya.. 
        --- ilmesengero@.... wrote: 
  
https://www..eramuslim.com/berita/nasional/tkw-di-malaysia-saya-disuruh-nyoblos-jokowi-males-kerjaan-dikasih-ke-orang-asing.htm
 
  TKW di Malaysia: Saya Disuruh Nyoblos Jokowi, Males! Kerjaan Dikasih ke Orang 
Asing 
  Redaksi – Selasa, 2 Sya'ban 1440 H / 9 April 2019 16:16 WIB 
  Eramuslim.com – Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia membongkar fakta 
dirinya disuruh nyoblos Jokowi-Ma’ruf. TKW itu memamerkan 2 buah baju 
Jokowi-Ma’ruf yang diterimanya. 
  Tetapi ajakan untuk mencoblos Jokowi-Ma’ruf dia tolak dengan alasan dirinya 
sulit mencari kerja di Dalam Negeri, hingga harus kerja di Negeri Jiran, 
Malaysia. 
   
  “Habis belanja, aku dikasih baju ini, Jokowi dua, dipanggil suruh nyoblos, 
males. Aku pengen Prabowo, bukan Jokowi,” tegas TKW itu dalam sebuah video yang 
viral di media sosial. 
  “Sekarang aku kerja di Malaysia, disuruh nyoblos Jokowi, sedangkan aku dari 
Indonesia, ke Malaysia cari kerjaan. Di Indonesia banyak pekerjaan malah 
dikasihkan ke orang asing. Sekarang dia minta dukungan. Saya suruh nyoblos sama 
 Jokowi, males,” curhatnya. 
  “Lebih baik nyoblos Prabowo. Semoga anak-cucu saya nanti mendapatkan 
pekerjaan. Jadi saya nyoblos Prabowo demi masa depan anak-cucu saya,” 
tandasnya. 
  Ia juga bersyukur dengan bisa bekerja di Malaysia, bisa memenuhi kebutuhan 
keluarganya. Kemudian, TKW itu meluapkan kembali kekesalannya kepada 
Pemerintahan Jokowi. 
  “Saya bukan cebong, jadi nggak mau dukung pemerintahan yang nggak jelas. 
Nggak memperhatikan rakyatnya yang butuh kerjaan, malah orang asing yang 
dikasih,” ucapnya.

Kirim email ke