Selain cuman membantah hoax, bagaimana sebenarnya posisi kandidat presiden 
Jokowi pada LGBT? Apakah LGBT akan dipidanakan?---
Jokowi Contohkan Hoaks pada Maret: LGBT Dilegalkan
CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 13:26 WIB
Presiden Joko Widodo menyebut isu legalisasi LGBT sebagai salah satu contoh 
hoaks pada bulan lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut sejumlah 
contoh hoaks atau berita bohong yang menyebar sepanjang Maret. Salah satunya 
adalah soal legalisasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)..
"MUI diminta halalkan babi panggang. Panadol adalah tisu basah yang dikeraskan. 
LGBT dan aborsi dilegalkan. Ular mati karena makan wajan. Ini beberapa dari 
ratusan hoaks sepanjang Maret 2019," ujar Jokowi, melalui akun Twitter-nya, 
Selasa (2/4).
Sebelumnya, isu legalisasi LGBT menyebar terutama di media sosial. Tokoh-tokoh 
oposisi pun turut menyuarakannya dan mengaitkan isu itu dengan rancangan 
Undang-undang Pencegahan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain, misalnya, sempat menyebut 
bahwa pemerintah hendak melagalisasi zina dan LGBT lewat RUU PKS. Ceramahnya 
itu kemudian dikutip seorang ustaz di banyuwangi, Jawa Timur, yang membuatnya 
berurusan dengan hukum.
Zulkarnain kemudian meralat ucapannya dan mengaku tak menemukan pasal 
legalisasi zina dan LGBT dalam RUU itu.
[Gambas:Twitter]Jokowi pun meminta masyarakat untuk tak mempercayai begitu saja 
setiap kabar dan mendorong pengecekan fakta serta penggunaan akal sehat.
"Dengan pikiran, akal sehat, dan mengecek fakta: kita tahu semua itu hoaks 
belaka," tandas dia, yang juga merupakan calon presiden nomor urut 01.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat 
jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu, dan ujaran kebencian yang beredar di 
masyarakat terus meningkat menjelang hari pencoblosan 17 April.
"Di bulan Agustus 2018 hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi, September 
2018 naik menjadi 27 hoaks, sementara pada Oktober dan November 2018 
masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks. Di bulan Desember 2018, jumlah info 
hoaks terus naik di angka 75 konten," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro 
Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam siaran persnya yang dirilis 
Senin (1/4) pagi.




Kirim email ke