The Economist bilang Jokowi mengkhianati prinsipnya sendiri "To win 
re-election, Indonesia's president has betrayed his principles"


---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

https://www.wartaekonomi.co.id/read223490/secara-politik-jokowi-sudah-melempem.html?utm_source=dable
 

 

Jum'at, 12 April 2019 16:23 WIB
Secara Politik, Jokowi Sudah Melempem
Bagikan:ShareWE Online, Jakarta -
Direktur Eksekutif Government & Political Studies (GPS), Gde Siriana menilai 
Capres petahana Joko Widodo secara politik sudah tidak memiliki power. 
Pasalnya, ia menyebut Jokowi tidak mampu mengontrol partai pendukungnya untuk 
tetap bersih dan tidak curang,

Seperti diketahui, seperti kasus penangkapan anggota DPR, Romahurmuziy terkait 
dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama. Tak hanya itu, ia pun 
menconthkan kasus ratusan ribu amplop Bowo Sidik Pangarso yang diduga untuk 
serangan fajar di Pileg dan Pilpres, serta dugaan kecurangan Pemilu 2019 di 
Malaysia.

Baca Juga: Jika Pilpres Tidak Curang, Elektabilitas Jokowi Cuma 15%?

"Parpol koalisinya justru bermain sendiri untuk kepentingan masing-masing. Jadi 
sangat jelas terlihat tidak ada leadership Jokowi dalan koalisi," katanya 
kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Lanjutnya, ia mengatakan dari kejadian tersebut Jokowi tidak bertindak tegas, 
termasuk kasus korupsi ia hanya bilang lapor ke KPK, namun tidak menghukum 
parpolnya.

Baca Juga: Soal Surat Suara Tercoblos, Ini Pinta Jokowi

Sambungnya, terkait kasus surat tercoblos di Malaysia, Jokowi hanya bilang 
lapor Panwaslu, tetapi tidak menghukum parpolnya.

"Semestinya Jokowi ngomong, saya apresiasi temuan Panwaslu, dan jika itu benar 
maka saya akan ambil tindakan tegas terhadap parpol pelakunya. Misalnya 
kemudian Jokowi memecat menteri dari parpol tersebut. Ini sikap yang akan 
diapresiasi masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, surat suara yang mencoblos partai Nasdem ini akan merugikan 
parpol-parpol lain di dalam koalisinya.

"Bisa juga karena sejak awal, parpol-parpol koalisi tidak melihat Jokowi punya 
political power. Ada yang lain yang lebih berkuasa," tukasnya.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Pemilu Presiden 
(Pilpres), Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Kirim email ke