https://pilpres.tempo.co/read/1197895/cerita-di-balik-klaim-dan-deklarasi-kemenangan-prabowo/full&view=ok
Cerita di Balik Klaim dan Deklarasi Kemenangan
Prabowo
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Syailendra Persada
Senin, 22 April 2019 08:02 WIB
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (tengah) menyapa
pendukungnya dalam acara Syukur Kemenangan Indonesia di Kediamannya,
Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Prabowo mengklaim
kemenangan sebesar 62 persen berdasarkan real count yang dilakukan
timnya. TEMPO/Melgi Anggia
<https://statik.tempo.co/data/2019/04/19/id_835640/835640_720.jpg>
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (tengah) menyapa
pendukungnya dalam acara Syukur Kemenangan Indonesia di Kediamannya,
Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Prabowo mengklaim
kemenangan sebesar 62 persen berdasarkan real count yang dilakukan
timnya. TEMPO/Melgi Anggia
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Calon presiden Prabowo
<https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto bolak-balik
mendeklarasi telah memenangi Pemilihan Presiden atau
Pilpres 2019. Hingga hari ini, Prabowo terhitung sudah tiga kali
melontarkan klaim kemenangan dan dua kali sujud syukur.
*Baca: Prabowo Tak Agendakan Pertemuan dengan Utusan Jokowi
<https://pilpres.tempo.co/read/1197862/prabowo-tak-agendakan-pertemuan-dengan-utusan-jokowi>*
Klaim kemenangan dan sujud syukur pertama terjadi pada Rabu lalu, 17
April 2019. Berpegang pada /quick count, exit poll/, dan /real count
/yang dilakukan tim internal, Prabowo mendeklarasikan diri sebagai
presiden terpilih.
"Saya akan dan sudah menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia," kata
Prabowo di atas panggung berkarpet merah di depan rumah peninggalan
orang tuanya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
Rabu, 17 April 2019.
Malam itu, Prabowo mengatakan bahwa hasil real count yang dilakukan
saksi dan relawannya di 320 Tempat Pemungutan Suara mencatat ia dan
Sandiaga Uno meraup suara 62 persen.
Dia mengaku sudah diyakinkan ahli statistik bahwa angka itu tak akan
berubah banyak, paling-paling naik-turun satu persen saja. Di sisi lain,
hasil hitung sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan Joko
Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin yang unggul.
Dikutip dari Majalah Tempo edisi Ahad, 21 April 2019, pada Rabu, 17
April siang, Prabowo - Sandiaga menggelar pertemuan tertutup di salah
satu ruangan di rumahnya bersama sejumlah pendukung, di antaranya Ketua
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak dan Ketua
Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al Jufri.
*Baca Selengkapnya di Majalah Tempo: Presiden Jakarta Selatan
<https://majalah.tempo.co/read/157528/presiden-jakarta-selatan>*
Sedangkan, tetamu lainnya meriung di ruang tengah sembari memantau
perkembangan di lapangan. Beberapa tampak menonton sebuah stasiun
televisi, ada pula yang mencari tahu perkembangan melalui gawai.
Selepas asar, Prabowo, Sandiaga, dan para pendukungnya kembali ke ruang
tengah. Mereka meriung duduk di karpet merah untuk mendengarkan Prabowo
bicara. Ketua Umum Partai Gerindra itu beranggapan, pernyataan sejumlah
lembaga survei bahwa Jokowi - Ma'ruf unggul adalah strategi perang urat
syaraf kubu inkumben.
Prabowo mengatakan media pun membesar-besarkan hasilnya. "Ini untuk
menjatuhkan moral pendukung kita dan menerima kenyataan bahwa mereka
menang," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan bakal mendeklarasikan kemenangannya kepada publik.
Dia berujar, koalisi sedang menyiapkan gerakan people power tanpa
kekerasan dengan nama "Bhinneka Tunggal Ika" yang dipimpin GNPF Ulama.
Pidato Prabowo ini dilanjutkan oleh mantan Menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman Rizal Ramli dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat
Nasional Amien Rais.
Rizal mengatakan, aksi /people power/ nantinya digelar di depan Istana
Negara. Aksi yang dimaksud hanya duduk, berdoa, menyanyikan lagu
kebangsaan, dan mendengarkan orasi sejumlah tokoh.
Baca juga: Moeldoko: Pertemuan Jokowi-Prabowo Menunggu Momentum yang
Tepat
<https://pilpres.tempo.co/read/1197794/moeldoko-pertemuan-jokowi-prabowo-menunggu-momentum-yang-tepat>
Orator yang direncanakan di antaranya Prabowo, Rizal, dan mantan Ketua
GNPF Ulama Bachtiar Nasir. "Target satu juta penduduk dan digaungkan
sampai media internasional," kata Rizal.
Sandiaga tak mengucapkan apa-apa. Dia malah kembali ke ruang kerja
Prabowo. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga tak ikut saat
Prabowo menyampaikan klaim kemenangan kepada para pendukung dan wartawan
yang memadati kawasan depan rumah.
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga,
Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat menjanjinkan Sandiaga akan naik
panggung setengah jam setelah pernyataan kemenangan Prabowo pada pukul
16.55 WIB itu. Namun, Sandiaga tak muncul hingga malam saat Prabowo
deklarasi.
Kamis lalu, 18 April, Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangan.
Sandiaga ikut dalam deklarasi kedua itu, kendati menekuk muka dan diam saja.
Simak: Kata Ngabalin Soal Jokowi Utus Luhut Bertemu Prabowo
<https://pilpres.tempo.co/read/1197765/kata-ngabalin-soal-jokowi-utus-luhut-bertemu-prabowo>
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo
<https://www.tempo.co/tag/prabowo> - Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan
deklarasi dan klaim kemenangan itu diputuskan bersama-sama. Andre
mengatakan kubunya memiliki bukti C1 yang menunjukkan keunggulan
pasangan calon nomor 02 ini. "Kami punya real count 60 persen dari 800
ribu yang menyatakan Pak Prabowo menang," ujar Andre pada Kamis lalu, 18
April 2019.
*TIM MAJALAH TEMPO*