Bung Jo, Buat saya sangat mengherankan. Waktu saya kerja, hampir terjadi kecelakaan saja sudah harus lapor ke pusat disertai tindakan pencegahan supaya tidak terulang. Perusahaan pusat langsung kirim mail ke anak2 perusahaan di seluruh dunia meneruskan laporan, dan minta anak2 perusahaan lainnya menyelidiki apa ada kemungkinan kejadian serupa dapat terjadi dan bagaimana pencegahannya. Dan semua ini dalam 24 jam sudah harus terjawab. Lha kalau di satu TPS ada yang pingsan saja, kan ya mestinya semua TPS langsung diberitahu dan melakukan tindakan pencegahan, yang harus dijawab dalam 24 jam.Kalau kita kerja benar, alam 30 menit saja kita bisa beri jawaban lengkap. Kami kalau ada pesta, 200 -300 orang, ya ada di antara anggota, yang kebetulan dokter, jadi penanggung jawab untuk beri bantuan pertama, sebelum ambulans datang. Ya, mengingat anggota2 di samping ada yang muda 40 -50 an, banyak yang sudah di atas 70 -80an yang datang. Salam, KH
Pada tanggal Sel, 23 Apr 2019 pukul 06.59 [email protected] [GELORA45] < [email protected]> menulis: > > > Saya benar2 tidak mengerti kenapa 90 orang bisa/telah meninggal dunia > karena kecapaian utk membantu pemilihan umum. Kalau orang asalnya sehat, > tidak akan meninggal dunia cuma karena kelelahan. Asal cukup minum apalagi > kalau hawanya/ruangan kerjanya panas. Orang tidak makan satu minggu juga > tidak akan mati asal cukup minum. Kemungkinan sekali, mereka yg meninggal > sudah mempunyai kesehatan badan yg jelek. Dan tidak disediakan minuman yg > cukup ditempat. Kalau sudah sangat lelah, orang khan tertidur secara > otomatis. Dan kemungkinan sekali juga tidak ada fasilitas kesehatan didekat > atau ditempat pemilihan umum2 ini, paling sedikit harus ada seperti perawat > yg mengerti situasi medik. Gimana kalau yg menyoblos jatuh pingsan tanpa > ada ahli/yg mengerti medik ditempat? > >
