https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1675-pernyataan-sandi-yang-menyejukkan
/*Pernyataan Sandi yang Menyejukkan*/
Penulis: *Media Indonesia* Pada: Sabtu, 27 Apr 2019, 05:05 WIB Editorial
MI <https://mediaindonesia.com/editorials>
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1675-pernyataan-sandi-yang-menyejukkan>
<https://twitter.com/home/?status=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1675-pernyataan-sandi-yang-menyejukkan>
SEPEKAN sudah pemungutan suara dalam Pemilu 2019 berlalu. Akan tetapi,
situasi panas yang merundung kondisi politik di Tanah Air belum juga mereda.
Tuduhan kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan
masif (TSM) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus dilontarkan
pascapengumuman hasil pemilu, khususnya pemilihan presiden, dengan
metode hitung cepat alias quick count yang dirilis sejumlah lembaga
survei, Rabu (17/4).
Menurut hasil quick count tersebut, pasangan nomor urut 01 Joko
Widodo-Ma’ruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno dengan perbandingan raihan suara 54%-56% dan 44%-46%.
Sejumlah kalangan yang mendukung pasangan Prabowo-Sandi merasa tidak
puas dengan hasil quick count dan menuduh hasil quick count itu diwarnai
rekayasa. Tuduhan yang sama dilontarkan kepada KPU terkait dengan hasil
real count lembaga itu yang dalam prosesnya mendekati hasil quick count
sejumlah lembaga.
Kalangan pendukung Prabowo-Sandi pun menolak hasil hitung cepat sejumlah
lembaga dan real count yang ditayangkan secara online dan bertahap
melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU. Mereka menuduh
KPU melakukan kecurangan secara TSM dan pilpres pun berlangsung tidak
jujur serta tidak adil.
Situasi itu diperpanas lagi oleh klaim sepihak bahwa kubu 02 menang
dengan kisaran suara 62% meskipun mereka dicurangi. Tidak hanya menolak
hasil quick count dan Situng KPU, Prabowo belum berkesempatan memenuhi
permintaan Presiden Joko Widodo melalui Menko Kemaritiman untuk bertemu
dan menjalin komunikasi demi mendinginkan suasana panas pascapilpres.
Prabowo dan sejumlah tim suksesnya menyatakan akan bertemu seusai
pengumuman resmi hasil pemilu oleh KPU pada 22 Mei. Tertundanya
pertemuan kedua pemimpin pun membuat suhu politik meninggi. Banyak
kalangan prihatin dengan kondisi tersebut karena dikhawatirkan akan
membuat ketegangan di level akar rumput meningkat dan membuka ruang
lebih lebar bagi potensi kerawanan dan perpecahan.
Di tengah suasana tersebut, cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno,
merilis pernyataan menyejukkan. Saat mengunjungi GOR Radio Dalam, tempat
penghitungan suara Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu
(24/4), Sandi menyatakan bahwa Pemilu 2019 telah berjalan adil dan
jujur. Ia pun mengaku tidak berbeda pandangan dengan pasangannya,
Prabowo Subianto, mengenai hal itu.
"Enggak ada (perbedaan persepsi), saya enggak punya perbedaan pandangan
yang prinsip dan strategis terhadap Pak Prabowo. Saya meyakini bahwa
pemilu ini jujur dan adil," tegas Sandi.
Pada kesempatan berbeda, Sandiaga juga meminta masyarakat tidak terpecah
belah hanya karena perbedaan pilihan dalam Pemilu 2019. Dia menekankan,
daripada membuang energi untuk perpecahan, Sandiaga mengajak masyarakat
untuk terus mengawal tahapan dalam pemilu. Langkah itu, dia nilai, bisa
memastikan bahwa pemilu yang dilakukan sesuai dengan konsep jujur dan adil.
Kita, seperti juga sebagian besar komponen bangsa lain, menyambut baik
pernyataan Sandiaga itu. Kita pun mengapresiasi, bahkan sangat
mengapresiasi pernyataan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut. Di
tengah suhu politik yang meninggi hingga di level akar rumput,
pernyataan Sandiaga itu sangat membantu untuk mendinginkan suasana.
Adalah fakta bahwa pelaksanaan Pemilu 2019, baik pilpres maupun pileg,
belumlah sempurna. Apalagi, sebanyak lebih dari 225 anggota KPPS
meninggal dunia dan ribuan lainnya masih terbaring sakit akibat
kelelahan yang masif. Akan tetapi, berbagai kekurangan itu tidak boleh
dijadikan alasan untuk mendelegitimasi hasil pemilu karena itu menjadi
tanggung jawab seluruh anak bangsa untuk bersama-sama memperbaikinya.
Jika ada ketidakpuasan atau penolakan atas hasil pemilu, hal itu pun sah
dan diberikan ruang yang seluasnya di dalam aturan perundangan.
Dalam konteks yang sama, pernyataan Sandi yang menyejukkan itu, kita
nilai menjadi bagian dari upaya perbaikan tersebut.
Kita berharap pernyataan bernada sama juga keluar dari para pemimpin di
jajaran pasangan Prabowo-Sandi, baik para anggota tim sukses pasangan
itu maupun bahkan dari Prabowo secara langsung.
Yang dibutuhkan bangsa ini dan saat ini ialah pernyataan sejuk dari para
pemimpin yang mempersatukan dan meredakan ketegangan politik. Bukan
agitasi provokatif yang memanaskan dan memecah belah bangsa.
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1675-pernyataan-sandi-yang-menyejukkan>
<https://twitter.com/home/?status=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1675-pernyataan-sandi-yang-menyejukkan>