Pemerintah tidak menyediakan fasilitas pembuangan sampah dengan memadai terutama untuk rakyat kecil.
Tidak sedikit orang kampung (yang rumahnya tidak bersebelahan dengan sungai) harus mengendarai motor hanya untuk meletakkan bungkusan kantong plastik sampah di trotoar, melemparkannya ke tanah kosong, atau melemparkannya ke sungai terdekat. Meskipun membuang sampah secara sembarangan, mereka memerlukan effort juga untuk melakukannya. Rumah yang memiliki tempat sampah terbuka di luar tentu sering menemukan sampah yang bukan miliknya. Ini artinya yang "numpang" membuang sampah menemukan kesulitan untuk membuang sampahnya. Masih untung juga ybs membuangnya di tempat yang "benar" bukan di trotoar atau di sungai. Ada tempat rekreasi yang namanya Taman Bunga Nusantara. Terakhir kali kesana beberapa tahun yang lalu tempat ini amat sangat bersih. Tidak ada satupun sampah ditemukan di jalan penelusuran. Sampah sekecil apapun tidak ditemukan. Setelah beberapa saat ternyata ada sebabnya. Tempat sampah banyak sekali ada dimana-mana, mungkin setiap sepuluh meter bisa ditemukan satu tempat sampah. Dengan demikian pengunjung dengan mudah bisa membuang sampah pada tempatnya. Jika membuang sampah di tempat yang benar lebih mudah atau semudah membuang sampah sembarangan, tentu semua orang akan membuang sampah di tempat yang benar. ---In [email protected], <bhjo@...> wrote : Yg selalu disalahkan adalah pemerintahnya. Padahal rakyatnya juga yg menyebabkan banjir and airnya kotor dgn membuang sampah sembarangan dll. Percuma saja, sungai di bersihkan kalau di kotori oleh rakyat/penduduk terus.
