Bung Iqbal,
Terimakasih uraiannya. Saya pernah nginap di rumah teman di Bekasi.
Pagi2 saya jalan2, sampai dekat sungai, tetapi dari jalanan, saya tidak bisa
lihat sungainya karena ada tanggul yang tinggi. Tiba2 saya lihat ada bagian
tanggul yang dibobol. Jadi saya ke sana, lihat air sungai mengalir begitu
deras,
tetapi juga sampah2 yang dibuang ke sungai lewat tanggul yang dibobol.
Jadi di sini ada dua "kejahatan". 1. Tanggulnya yang kokoh justru dibobol
untuk
buang sampah. Lha kalau terjadi banjir, kan airnya meluap lewat bobolan
tanggul.
2. Sampah yang dibuang akan memperlambat aliran sungai, yang akan naik, bisa
menyebabkan banjir.
Kalau di negeri Belanda, tanggulnya tinggi tetapi juga lebar kuat, sekalian
jadi
jalanan mobil 2 arah. Antara tanggul dan air sungai ada tanah miring. Di
situ
rumput tumbuh dan domba dilepas. Kalau air naik, domba2 dikandangkan.
Besok saya sambung. Tahu2 sudah hampir jam 3 pagi. Mau coba tidur, meskipun
belum ngantuk.
Salam,
KH


Pada tanggal Min, 28 Apr 2019 pukul 21.46 [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
>
> Pemerintah tidak menyediakan fasilitas pembuangan sampah dengan memadai
> terutama untuk rakyat kecil.
>
> Tidak sedikit orang kampung (yang rumahnya tidak bersebelahan dengan
> sungai) harus mengendarai motor hanya untuk meletakkan bungkusan kantong
> plastik sampah di trotoar, melemparkannya ke tanah kosong, atau
> melemparkannya ke sungai terdekat. Meskipun membuang sampah secara
> sembarangan, mereka memerlukan effort juga untuk melakukannya.
>
> Rumah yang memiliki tempat sampah terbuka di luar tentu sering menemukan
> sampah yang bukan miliknya. Ini artinya yang "numpang" membuang sampah
> menemukan kesulitan untuk membuang sampahnya. Masih untung juga ybs
> membuangnya di tempat yang "benar" bukan di trotoar atau di sungai.
>
> Ada tempat rekreasi yang namanya Taman Bunga Nusantara. Terakhir kali
> kesana beberapa tahun yang lalu tempat ini amat sangat bersih. Tidak ada
> satupun sampah ditemukan di jalan penelusuran. Sampah sekecil apapun tidak
> ditemukan. Setelah beberapa saat ternyata ada sebabnya. Tempat sampah
> banyak sekali ada dimana-mana, mungkin setiap sepuluh meter bisa ditemukan
> satu tempat sampah. Dengan demikian pengunjung dengan mudah bisa membuang
> sampah pada tempatnya.
>
> Jika membuang sampah di tempat yang benar lebih mudah atau semudah
> membuang sampah sembarangan, tentu semua orang akan membuang sampah di
> tempat yang benar.
>
>
>
> ---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
>
> Yg selalu disalahkan adalah pemerintahnya. Padahal rakyatnya juga yg
> menyebabkan banjir and airnya kotor dgn membuang sampah sembarangan dll.
> Percuma saja, sungai di bersihkan kalau di kotori oleh rakyat/penduduk
> terus.
>
> 
>

Kirim email ke