Menurut propesor Mahfud MD (ehm)sebenarnya Anda bisa menanggapi sentilan saya
ke Jokowi secara seimbang. Sayangnya Anda tidak mau. Anda lebih bersemangat
untuk merasa tersentil lantas simpangsiur ke sana ke mari, hehe....
Enggaklah, biarpun yang "merawani" bandara ini pesawat dari negara imperialis
lainnya, tidak akan mengurangi keyakinan Rakyat bahwa proyek-proyek
infrastruktur Jokowi untuk melayani kepentingan asing.
Coba, apa manfaat langsung bandara "internasional" ini bagi petani Kulonprogo
yang sawahnya dirampas? Oh itu nanti, 20 tahun yad, begitu selalu jawaban klise
tentang proyek infrastruktur Jokowi. Ya kan?
Lalu, siapa yang kelak menghuni aerocity yang akan dibangun untuk menunjang
operasional bandara? Para veteran petani Kulonprogo beserta anak-cucunyakah? Ke
mana sekarang para pemilik lahan / sawah yang sekarang jadi bandara
"internasional" itu? Terbersitkah pertanyaan ini di posting tanggapan Anda?
Mana mungkin "untung bersama menang bersama" itu jadi kenyataan sedangkan
urusan pesawat yang akan merawani bandara saja simpangsiur seperti biasa selama
5 tahun kerja pemerintahan boneka. Pantas negara kusut karena adminnya tidak
fokus dan rajin ambil gaji untuk ngibul.
Begitu juga topik ini, tanggapan Anda tidak fokus. Menyimpang terlalu jauh dari
berita yang Anda posting sendiri tentang pesawat perdana.
Berikut, argumen sentilannya:
Pesawat Kepresidenan Landing
Perdanahttp://jogja.tribunnews.com/2019/04/25/bandara-yia-siap-beroperasi-akhir-bulan-ini-pesawat-kepresidenan-ri-1-diusulkan-landing-perdana
--- SADAR@... wrote:
Ini maaah suara dari seorang yang hanya mencela dengan penuh kebencian pada
Tiongkok saja, ... yang nampak hanya hutang-hutung dari Tiongkok merupakan
"JEBAKAN" untuk menguasai Indonesia! TANPA bisa berani dan berusaha keras
menggunakan segala BANTUAN orang lain untuk bangkit berdiri, perkuat kemampuan
BERDIKARI! Semata-mata berdasarkan kecurigaan dan ketidak percayaan pada RRT
yang baru tumbuh menjadi negara besar yang cukup kuat menyaingi negara-negara
maju didunia, khususnya AS saja! Padahal kenyataan selama ratusan tahun ini,
justru negara-negara maju, khususnya imperialisme AS itulah yg membuat
Indonesia TETAP terbelakang dan rakyat banyak menderita kemiskinan!
Menghadapi RRT yang muncul menjadi kuat dan menjadi ANCAMAN-BERAT AS ini, tidak
aneh kalau AS mendengungkan fitnah "Jebakan Hutang RRT" yang akan mencaplok
negara-negara didunia ini. Justru AS lah yang selama ini, menggunakan hutang
mencekik dan menguasai banyak negara dan mengangkangi dunia, mencocok-hidung
negara itu memaksa taat dan nurut pada AS!
Saya perhatikan sudah mulai banyak negara-negara siuman dan sadar justru AS lah
didunia ini yg gunakan hutang mencocok-hidung negara laina, hanya saja untuk
melawan dan melepaskan diri keluar dari jebakan hutang itu belum ada keberanian
dan kemampuan, ... kemarin ini ada laporan tulisan BBC dari interview beberapa
tokoh negara yang hadir mengikuti KTT ke-2 "OBOR" (BRF) di Beijing.
Dinyatakan hasil perundingan RRT-Filipina sangat baik dan bersahabat, kerjasama
bisa berlanjut dengan sementara mengebawahkan persengketaan beberapa pulau yang
terjadi. Kerjasama dan persahabatan dengan RRT juga tidak berarti harus memutus
persahabatan Filipina dengan AS yang selama ini terjalin. Tidak ada yang suka
perang apalagi menganggap perang adalah jalan pemecahan yg terbaik.
Akademisi Jepang menyatakan dengan tandas, "jebakan hutang" Tiongkok yang
didengungkan AS 5 tahun terakhir ini ternyata praktek yang berlangsung tidak
terbukti. Menteri Perdagangan Peru, Edgar V asquez, menyatakan pd BBC,
Sek..negara AS Pompeo 2 minggu yl. berkunjung ke Peru mengeritik keras "jebakan
hutang" Tiongkok, tapi Pemerintah Peru TETAP mengikuti "OBOR" bersama Tiongkok.
Kami tidak melihat adanya bahaya terjerumus deengan hutang Tiongkok. Sebaliknya
Tiongkok bisa dijadikan partner utama perdagangan dengan Peru.
Tentu bagaimana Indonesia harus bersikap sepenuhnya ditentukan Pemerintah yang
berkuasa, yang lebih penting HARUS BERANI melepas diri dari belenggu yang
justru mengikat dari hutang-hutang pada AS, Jepang, Singapore yg selama ini
lebih merugikan rakyat banyak! Berani membuat keseimdbangan dengan menerima
hutang dari Tiongkok yang katanya dijalankan dengan prinsip saling
menguntungkan, maju bersama, dan menang bersama itu, ...
ajeg 於 28/4/2019 0:01 寫道:
Wow, berapa hari lalu menhub masih meyakinkan masyarakat bahwa pesawat pertama
yang akan mendarat di Kulonprogo adalah pesawat kepresidenan. Maksudnya ya
jelas pesawat Presiden RI.
Kalau ternyata seperti ini kan masyarakat cuma ketawa, si Jokowi itu pemimpin
kabinet pembohong atau cuma nggak bisa kompak dengan para menterinya. Dari apa
yang kelihatan selama ini orang semakin yakin kalau semua proyek infrastruktur
Jokowi memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan asing.
--- SADAR@... wrote:
Pesawat dari Tiongkok Mendarat Perdana
Rencana Pengoperasian Yogyakarta International Airport
JOGJAKARTABERITA DI SEKITAR ANDA
27 April 2019, 11:18:51 WIB
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung
Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Yogyakarta International Airport (sebelumnya ditulis New
Yogyakarta International Airport/NYIA) mulai beroperasi pada 29 April nanti.
Rencananya, pesawat yang terbang dari Tiongkok adalah yang mendarat perdana di
bandara tersebut.
Pembangunan bandara itu juga terus berkelanjutan. Beberapa fasilitas akan
dirampungkan. Yang terutama kini dikebut adalah pengerjaan fasilitas koneksi
antarmoda dan pembangunan sarana di sekitarnya.
Bandara yang berlokasi di Kulonprogo tersebut berbatasan dengan Purworejo,
Jawa Tengah. Jarak tempuh dari pusat kota Jogjakarta ke bandara sekitar 44
kilometer atau 1 jam perjalanan.
PT Angkasa Pura (AP) I sudah menjalin kerja sama dengan beberapa operator
angkutan darat di Jogjakarta. Tujuannya ialah memudahkan mobilitas penumpang
dari dan ke bandara. “Kami telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan
DIJ dan operator angkutan darat di Provinsi DIJ,” ujar Direktur Utama AP I Faik
Fahmi.
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung
Hambara/Jawa Pos)
Beberapa operator, menurut Faik, sudah siap mendukung mobilitas penumpang. Di
antaranya Perum Damri, PT Keren Transindo Sejahtera sebagai operator SatelQu,
taksi Primkopau II, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
PT KAI juga sudah menyiapkan rute khusus. Penumpang bisa berangkat ke bandara
dengan kereta api melalui Stasiun Wojo di Purworejo. Letaknya 6 km dari
bandara. Dari bandara, penumpang pesawat bisa naik bus Damri yang melintas
setiap 10 menit.
Faik menambahkan, dukungan dari berbagai moda angkutan darat bisa mempermudah
calon penumpang. “Hal ini juga sebagai perwujudan sinergi dan konektivitas
transportasi di DIJ,” katanya.
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung
Hambara/Jawa Pos)
Bukan hanya transportasi, Pemkab Kulonprogo juga menyiapkan rencana tata kota.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah
merencanakan membangun kota sekitar bandara dengan konsep aeropolis. “Ada
pusat ekonomi yang lokasinya dekat bandara,” ucapnya.
Hasto juga menyebutkan bakal memindahkan kantor pemerintahan untuk menata
Kulonprogo lebih lanjut. Sekarang kantor pemerintahan Pemkab Kulonprogo ada di
wilayah Wates. Ke depan, akan dibangun perkantoran di Kecamatan Pengasih yang
berada di sisi utara.
Editor : Ilham SafutrReporter : (lyn/c9/git)
#yiv9677187772 -- #yiv9677187772ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-mkp #yiv9677187772hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-mkp #yiv9677187772ads
{margin-bottom:10px;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-mkp .yiv9677187772ad
{padding:0 0;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-mkp .yiv9677187772ad p
{margin:0;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-mkp .yiv9677187772ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-sponsor
#yiv9677187772ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-sponsor #yiv9677187772ygrp-lc #yiv9677187772hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-sponsor #yiv9677187772ygrp-lc .yiv9677187772ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9677187772 #yiv9677187772actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9677187772
#yiv9677187772activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9677187772
#yiv9677187772activity span {font-weight:700;}#yiv9677187772
#yiv9677187772activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv9677187772 #yiv9677187772activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9677187772 #yiv9677187772activity span
span {color:#ff7900;}#yiv9677187772 #yiv9677187772activity span
.yiv9677187772underline {text-decoration:underline;}#yiv9677187772
.yiv9677187772attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv9677187772 .yiv9677187772attach div a
{text-decoration:none;}#yiv9677187772 .yiv9677187772attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9677187772 .yiv9677187772attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9677187772 .yiv9677187772attach label a
{text-decoration:none;}#yiv9677187772 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv9677187772 .yiv9677187772bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9677187772
.yiv9677187772bold a {text-decoration:none;}#yiv9677187772 dd.yiv9677187772last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9677187772 dd.yiv9677187772last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9677187772
dd.yiv9677187772last p span.yiv9677187772yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv9677187772 div.yiv9677187772attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv9677187772 div.yiv9677187772attach-table
{width:400px;}#yiv9677187772 div.yiv9677187772file-title a, #yiv9677187772
div.yiv9677187772file-title a:active, #yiv9677187772
div.yiv9677187772file-title a:hover, #yiv9677187772
div.yiv9677187772file-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9677187772
div.yiv9677187772photo-title a, #yiv9677187772 div.yiv9677187772photo-title
a:active, #yiv9677187772 div.yiv9677187772photo-title a:hover, #yiv9677187772
div.yiv9677187772photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9677187772
div#yiv9677187772ygrp-mlmsg #yiv9677187772ygrp-msg p a
span.yiv9677187772yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9677187772
.yiv9677187772green {color:#628c2a;}#yiv9677187772 .yiv9677187772MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv9677187772 o {font-size:0;}#yiv9677187772
#yiv9677187772photos div {float:left;width:72px;}#yiv9677187772
#yiv9677187772photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9677187772
#yiv9677187772photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9677187772
#yiv9677187772reco-category {font-size:77%;}#yiv9677187772
#yiv9677187772reco-desc {font-size:77%;}#yiv9677187772 .yiv9677187772replbq
{margin:4px;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-mlmsg select, #yiv9677187772 input, #yiv9677187772 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-mlmsg pre, #yiv9677187772 code {font:115%
monospace;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-mlmsg *
{line-height:1..22em;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-mlmsg
#yiv9677187772logo {padding-bottom:10px;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-msg
p a {font-family:Verdana;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-msg
p#yiv9677187772attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-reco #yiv9677187772reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-sponsor
#yiv9677187772ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-sponsor #yiv9677187772ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-sponsor #yiv9677187772ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv9677187772 #yiv9677187772ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9677187772
#yiv9677187772ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv9677187772