Kutip:
*Kalau ternyata seperti ini kan **masyarakat cuma ketawa*, si Jokowi itu
pemimpin kabinet pembohong atau cuma nggak bisa kompak dengan para
menterinya. *Dari apa yang kelihatan selama ini orang semakin yakin
kalau **semua **proyek infrastruktur Jokowi **memang untuk melancarkan
serbuan **barang dagangan asing.*
Bukankah maksud bung, "Kalau ternyata seperti ini" yang mendarat perdana
Peswat Tiongkok, ... jadi orang semakin yakin kalau semua proyek
infrastruktur Jokowi memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan
asing, ... Atau penangkapan saya salah???
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 29/4/2019 12:40 寫道:
Apa iya? Coba sih tunjukkan kalimat saya yang menyentil pesawat Tiongkok.
--- SADAR@.... wrote:
Kalau saja hendak menyentil Jokowi dengan pembangunan bandara
Yogyakarta, yang telah menyingkirkan petani Kulonprogo, ... kenapa
yang disentil pesawat dari Tiongkok mendarat perdana? Dimana kesalahan
pesawat Tiongkok yg kebetulan jadi mendarat perdana? Sekalipun rencana
semula pesawat Kepresidenan yg harus mendarat perdana, ... entah
dimana pula kesalahan pembatalan tsb?
ajeg 於 29/4/2019 11:10 寫道:
Menurut propesor Mahfud MD (ehm)
sebenarnya Anda bisa menanggapi sentilan saya ke Jokowi secara
seimbang. Sayangnya Anda tidak mau. Anda lebih bersemangat untuk
merasa tersentil lantas simpangsiur ke sana ke mari, hehe....
Enggaklah, biarpun yang "merawani" bandara ini pesawat dari negara
imperialis lainnya, tidak akan mengurangi keyakinan Rakyat bahwa
proyek-proyek infrastruktur Jokowi untuk melayani kepentingan asing.
Coba, apa manfaat langsung bandara "internasional" ini bagi petani
Kulonprogo yang sawahnya dirampas? Oh itu nanti, 20 tahun yad,
begitu selalu jawaban klise tentang proyek infrastruktur Jokowi.
Ya kan?
Lalu, siapa yang kelak menghuni aerocity yang akan dibangun untuk
menunjang operasional bandara? Para veteran petani Kulonprogo
beserta anak-cucunyakah? Ke mana sekarang para pemilik lahan /
sawah yang sekarang jadi bandara "internasional" itu? Terbersitkah
pertanyaan ini di posting tanggapan Anda?
Mana mungkin "untung bersama menang bersama" itu jadi kenyataan
sedangkan urusan pesawat yang akan merawani bandara saja
simpangsiur seperti biasa selama 5 tahun kerja pemerintahan
boneka. Pantas negara kusut karena adminnya tidak fokus dan rajin
ambil gaji untuk ngibul.
Begitu juga topik ini, tanggapan Anda tidak fokus. Menyimpang
terlalu jauh dari berita yang Anda posting sendiri tentang pesawat
perdana.
Berikut, argumen sentilannya:
Pesawat Kepresidenan Landing Perdana
http://jogja.tribunnews.com/2019/04/25/bandara-yia-siap-beroperasi-akhir-bulan-ini-pesawat-kepresidenan-ri-1-diusulkan-landing-perdana
--- SADAR@..... wrote:
Ini maaah suara dari seorang yang hanya mencela dengan penuh
kebencian pada Tiongkok saja, ... yang nampak hanya hutang-hutung
dari Tiongkok merupakan "JEBAKAN" untuk menguasai Indonesia! TANPA
bisa berani dan berusaha keras menggunakan segala BANTUAN orang
lain untuk bangkit berdiri, perkuat kemampuan BERDIKARI!
Semata-mata berdasarkan kecurigaan dan ketidak percayaan pada RRT
yang baru tumbuh menjadi negara besar yang cukup kuat menyaingi
negara-negara maju didunia, khususnya AS saja! Padahal kenyataan
selama ratusan tahun ini, justru negara-negara maju, khususnya
imperialisme AS itulah yg membuat Indonesia TETAP terbelakang dan
rakyat banyak menderita kemiskinan!
Menghadapi RRT yang muncul menjadi kuat dan menjadi ANCAMAN-BERAT
AS ini, tidak aneh kalau AS mendengungkan fitnah "Jebakan Hutang
RRT" yang akan mencaplok negara-negara didunia ini. Justru AS lah
yang selama ini, menggunakan hutang mencekik dan menguasai banyak
negara dan mengangkangi dunia, mencocok-hidung negara itu memaksa
taat dan nurut pada AS!
Saya perhatikan sudah mulai banyak negara-negara siuman dan sadar
justru AS lah didunia ini yg gunakan hutang mencocok-hidung negara
laina, hanya saja untuk melawan dan melepaskan diri keluar dari
jebakan hutang itu belum ada keberanian dan kemampuan, ... kemarin
ini ada laporan tulisan BBC dari interview beberapa tokoh negara
yang hadir mengikuti KTT ke-2 "OBOR" (BRF) di Beijing.
Dinyatakan hasil perundingan RRT-Filipina sangat baik dan
bersahabat, kerjasama bisa berlanjut dengan sementara
mengebawahkan persengketaan beberapa pulau yang terjadi. Kerjasama
dan persahabatan dengan RRT juga tidak berarti harus memutus
persahabatan Filipina dengan AS yang selama ini terjalin. Tidak
ada yang suka perang apalagi menganggap perang adalah jalan
pemecahan yg terbaik.
Akademisi Jepang menyatakan dengan tandas, "jebakan hutang"
Tiongkok yang didengungkan AS 5 tahun terakhir ini ternyata
praktek yang berlangsung tidak terbukti. Menteri Perdagangan Peru,
Edgar V asquez, menyatakan pd BBC, Sek.negara AS Pompeo 2 minggu
yl. berkunjung ke Peru mengeritik keras "jebakan hutang" Tiongkok,
tapi Pemerintah Peru TETAP mengikuti "OBOR" bersama Tiongkok. Kami
tidak melihat adanya bahaya terjerumus deengan hutang Tiongkok.
Sebaliknya Tiongkok bisa dijadikan partner utama perdagangan
dengan Peru.
Tentu bagaimana Indonesia harus bersikap sepenuhnya ditentukan
Pemerintah yang berkuasa, yang lebih penting HARUS BERANI melepas
diri dari belenggu yang justru mengikat dari hutang-hutang pada
AS, Jepang, Singapore yg selama ini lebih merugikan rakyat banyak!
Berani membuat keseimdbangan dengan menerima hutang dari Tiongkok
yang katanya dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan, maju
bersama, dan menang bersama itu, ...
ajeg 於 28/4/2019 0:01 寫道:
Wow, berapa hari lalu menhub masih meyakinkan masyarakat bahwa
pesawat pertama yang akan mendarat di Kulonprogo adalah pesawat
kepresidenan. Maksudnya ya jelas pesawat Presiden RI.
Kalau ternyata seperti ini kan masyarakat cuma ketawa, si Jokowi
itu pemimpin kabinet pembohong atau cuma nggak bisa kompak dengan
para menterinya. Dari apa yang kelihatan selama ini orang semakin
yakin kalau semua proyek infrastruktur Jokowi memang untuk
melancarkan serbuan barang dagangan asing.
--- SADAR@... wrote:
Pesawat dari Tiongkok Mendarat Perdana
Rencana Pengoperasian Yogyakarta International Airport
JOGJAKARTA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>
BERITA DI SEKITAR ANDA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>
27 April 2019, 11:18:51 WIB
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut
menjelang dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang.
Rencananya pesawat yang pertama kali mendarat adalah pesawat yang
terbang dari Tiongkok. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
*
*
*JawaPos.com*– Yogyakarta International Airport (sebelumnya
ditulis New Yogyakarta International Airport/NYIA) mulai
beroperasi pada 29 April nanti. Rencananya, pesawat yang terbang
dari Tiongkok adalah yang mendarat perdana di bandara tersebut.
Pembangunan bandara itu juga terus berkelanjutan. Beberapa
fasilitas akan dirampungkan. Yang terutama kini dikebut adalah
pengerjaan fasilitas koneksi antarmoda dan pembangunan sarana di
sekitarnya.
Bandara yang berlokasi di Kulonprogo tersebut berbatasan dengan
Purworejo, Jawa Tengah. Jarak tempuh dari pusat kota Jogjakarta ke
bandara sekitar 44 kilometer atau 1 jam perjalanan.
PT Angkasa Pura (AP) I sudah menjalin kerja sama dengan beberapa
operator angkutan darat di Jogjakarta. Tujuannya ialah memudahkan
mobilitas penumpang dari dan ke bandara. “Kami telah melakukan
koordinasi dengan Dinas Perhubungan DIJ dan operator angkutan
darat di Provinsi DIJ,” ujar Direktur Utama AP I Faik Fahmi.
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut
menjelang dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang.
Rencananya pesawat yang pertama kali mendarat adalah pesawat yang
terbang dari Tiongkok. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Beberapa operator, menurut Faik, sudah siap mendukung mobilitas
penumpang. Di antaranya Perum Damri, PT Keren Transindo Sejahtera
sebagai operator SatelQu, taksi Primkopau II, dan PT Kereta Api
Indonesia (KAI).
PT KAI juga sudah menyiapkan rute khusus. Penumpang bisa berangkat
ke bandara dengan kereta api melalui Stasiun Wojo di Purworejo.
Letaknya 6 km dari bandara. Dari bandara, penumpang pesawat bisa
naik bus Damri yang melintas setiap 10 menit.
Faik menambahkan, dukungan dari berbagai moda angkutan darat bisa
mempermudah calon penumpang. “Hal ini juga sebagai perwujudan
sinergi dan konektivitas transportasi di DIJ,” katanya.
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut
menjelang dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang.
Rencananya pesawat yang pertama kali mendarat adalah pesawat yang
terbang dari Tiongkok. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Bukan hanya transportasi, Pemkab Kulonprogo juga menyiapkan
rencana tata kota. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sebelumnya
mengatakan bahwa pihaknya telah merencanakan membangun kota
sekitar bandara dengan konsep aeropolis. “Ada pusat ekonomi yang
lokasinya dekat bandara,” ucapnya.
Hasto juga menyebutkan bakal memindahkan kantor pemerintahan untuk
menata Kulonprogo lebih lanjut. Sekarang kantor pemerintahan
Pemkab Kulonprogo ada di wilayah Wates. Ke depan, akan dibangun
perkantoran di Kecamatan Pengasih yang berada di sisi utara.
Editor : Ilham Safutr
Reporter : (lyn/c9/git)
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com