Yang usul itu menterinya Jokowi (25/4) dalam konteks jadwal peresmian tgl 29/4
- setelah ditunda dari tgl 7/4. Apanya yang musti saya bantah?
Atau Anda mau bilang usulan menteri Jokowi tidak serius?
Pahami dululah masalahnya.
--- djiekh@... wrote:
Nyatanya kan baru usul dari ....... Dalam tulisan anda sebelumnya tidak
dikatakan baru usul. Kan tidak adajanji dari Jokowi kapan datang, apa bersedia
melakukan penerbangan perdana.
Pada tanggal Sen, 29 Apr 2019 pukul 11.16 ajeg menulis:
Pendapat Anda soal belum ada uji coba landasan sudah saya jelaskan. Soal berita
yang simpangsiur sudah saya minta Anda baca tanggapan saya ke Chan..
Apa penjelasan dan permintaan itu tidak cukup membantah?
Bantahan seperti apa yang Anda mau?
--- djiekh@... wrote:
Kalau memang sanggup membantah, bantah saja yang jelas.
Pada tanggal Sen, 29 Apr 2019 pukul 09.13 ajeg menulis:
Boleh saja Anda salah tangkap, karena dari unsur kalimat saya kan samgat jelas
mana predikat dan mana subyek bahasannya. Bagus Anda menyadari telah salah
tangkap, dan ini memperkuat bukti bahwa Anda terlalu bersemangat untuk merasa
tersentil, hahaha......
Karena itu penting untuk paham masalah, memahami duduk persoalan, supaya
mengurangi kesalahan yang tidak perlu. Dengan begitu obrolan bisa nyambung.
Berdebat pun jadi asyik dan bermanfaat karena terjadi pertukaran pemikiran.
Kalau tidak paham apa-apa tapi begitu bernafsu nantang-nantang untuk dibantah
kan yaa.. hehe sekali.
--- SADAR@.... wrote:
Kutip:
Kalau ternyata seperti ini kan masyarakat cuma ketawa, si Jokowi itu pemimpin
kabinet pembohong atau cuma nggak bisa kompak dengan para menterinya. Dari apa
yang kelihatan selama ini orang semakin yakin kalau semua proyek infrastruktur
Jokowi memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan asing.
Bukankah maksud bung, "Kalau ternyata seperti ini" yang mendarat perdana Peswat
Tiongkok, ..... jadi orang semakin yakin kalau semua proyek infrastruktur
Jokowi memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan asing, ... Atau
penangkapan saya salah???
ajeg 於 29/4/2019 12:40 寫道:
Apa iya? Coba sih tunjukkan kalimat saya yang menyentil pesawat Tiongkok.
--- SADAR@.... wrote:
Kalau saja hendak menyentil Jokowi dengan pembangunan bandara Yogyakarta,
yang telah menyingkirkan petani Kulonprogo, ... kenapa yang disentil pesawat
dari Tiongkok mendarat perdana? Dimana kesalahan pesawat Tiongkok yg kebetulan
jadi mendarat perdana? Sekalipun rencana semula pesawat Kepresidenan yg harus
mendarat perdana, ... entah dimana pula kesalahan pembatalan tsb?
ajeg 於 29/4/2019 11:10 寫道:
Menurut propesor Mahfud MD (ehm) sebenarnya Anda bisa menanggapi
sentilan saya ke Jokowi secara seimbang. Sayangnya Anda tidak mau. Anda lebih
bersemangat untuk merasa tersentil lantas simpangsiur ke sana ke mari,
hehe....
Enggaklah, biarpun yang "merawani" bandara ini pesawat dari negara imperialis
lainnya, tidak akan mengurangi keyakinan Rakyat bahwa proyek-proyek
infrastruktur Jokowi untuk melayani kepentingan asing.
Coba, apa manfaat langsung bandara "internasional" ini bagi petani Kulonprogo
yang sawahnya dirampas? Oh itu nanti, 20 tahun yad, begitu selalu jawaban
klise tentang proyek infrastruktur Jokowi. Ya kan?
Lalu, siapa yang kelak menghuni aerocity yang akan dibangun untuk menunjang
operasional bandara? Para veteran petani Kulonprogo beserta anak-cucunyakah?
Ke mana sekarang para pemilik lahan / sawah yang sekarang jadi bandara
"internasional" itu? Terbersitkah pertanyaan ini di posting tanggapan Anda?
Mana mungkin "untung bersama menang bersama" itu jadi kenyataan sedangkan
urusan pesawat yang akan merawani bandara saja simpangsiur seperti biasa
selama 5 tahun kerja pemerintahan boneka. Pantas negara kusut karena adminnya
tidak fokus dan rajin ambil gaji untuk ngibul.
Begitu juga topik ini, tanggapan Anda tidak fokus. Menyimpang terlalu jauh
dari berita yang Anda posting sendiri tentang pesawat perdana.
Berikut, argumen sentilannya:
Pesawat Kepresidenan Landing Perdana
http://jogja.tribunnews.com/2019/04/25/bandara-yia-siap-beroperasi-akhir-bulan-ini-pesawat-kepresidenan-ri-1-diusulkan-landing-perdana
--- SADAR@..... wrote:
Ini maaah suara dari seorang yang hanya mencela dengan penuh kebencian pada
Tiongkok saja, ... yang nampak hanya hutang-hutung dari Tiongkok merupakan
"JEBAKAN" untuk menguasai Indonesia! TANPA bisa berani dan berusaha keras
menggunakan segala BANTUAN orang lain untuk bangkit berdiri, perkuat kemampuan
BERDIKARI! Semata-mata berdasarkan kecurigaan dan ketidak percayaan pada RRT
yang baru tumbuh menjadi negara besar yang cukup kuat menyaingi negara-negara
maju didunia, khususnya AS saja! Padahal kenyataan selama ratusan tahun ini,
justru negara-negara maju, khususnya imperialisme AS itulah yg membuat
Indonesia TETAP terbelakang dan rakyat banyak menderita kemiskinan!
Menghadapi RRT yang muncul menjadi kuat dan menjadi ANCAMAN-BERAT AS ini,
tidak aneh kalau AS mendengungkan fitnah "Jebakan Hutang RRT" yang akan
mencaplok negara-negara didunia ini. Justru AS lah yang selama ini, menggunakan
hutang mencekik dan menguasai banyak negara dan mengangkangi dunia,
mencocok-hidung negara itu memaksa taat dan nurut pada AS!
Saya perhatikan sudah mulai banyak negara-negara siuman dan sadar justru AS
lah didunia ini yg gunakan hutang mencocok-hidung negara laina, hanya saja
untuk melawan dan melepaskan diri keluar dari jebakan hutang itu belum ada
keberanian dan kemampuan, ... kemarin ini ada laporan tulisan BBC dari
interview beberapa tokoh negara yang hadir mengikuti KTT ke-2 "OBOR" (BRF) di
Beijing.
Dinyatakan hasil perundingan RRT-Filipina sangat baik dan bersahabat,
kerjasama bisa berlanjut dengan sementara mengebawahkan persengketaan beberapa
pulau yang terjadi. Kerjasama dan persahabatan dengan RRT juga tidak berarti
harus memutus persahabatan Filipina dengan AS yang selama ini terjalin. Tidak
ada yang suka perang apalagi menganggap perang adalah jalan pemecahan yg
terbaik.
Akademisi Jepang menyatakan dengan tandas, "jebakan hutang" Tiongkok yang
didengungkan AS 5 tahun terakhir ini ternyata praktek yang berlangsung tidak
terbukti. Menteri Perdagangan Peru, Edgar V asquez, menyatakan pd BBC,
Sek.negara AS Pompeo 2 minggu yl. berkunjung ke Peru mengeritik keras "jebakan
hutang" Tiongkok, tapi Pemerintah Peru TETAP mengikuti "OBOR" bersama
Tiongkok. Kami tidak melihat adanya bahaya terjerumus deengan hutang Tiongkok.
Sebaliknya Tiongkok bisa dijadikan partner utama perdagangan dengan Peru.
Tentu bagaimana Indonesia harus bersikap sepenuhnya ditentukan Pemerintah
yang berkuasa, yang lebih penting HARUS BERANI melepas diri dari belenggu yang
justru mengikat dari hutang-hutang pada AS, Jepang, Singapore yg selama ini
lebih merugikan rakyat banyak! Berani membuat keseimdbangan dengan menerima
hutang dari Tiongkok yang katanya dijalankan dengan prinsip saling
menguntungkan, maju bersama, dan menang bersama itu, ...
ajeg 於 28/4/2019 0:01 寫道:
Wow, berapa hari lalu menhub masih meyakinkan masyarakat bahwa pesawat
pertama yang akan mendarat di Kulonprogo adalah pesawat kepresidenan. Maksudnya
ya jelas pesawat Presiden RI.
Kalau ternyata seperti ini kan masyarakat cuma ketawa, si Jokowi itu pemimpin
kabinet pembohong atau cuma nggak bisa kompak dengan para menterinya. Dari apa
yang kelihatan selama ini orang semakin yakin kalau semua proyek infrastruktur
Jokowi memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan asing.
--- SADAR@... wrote:
Pesawat dari Tiongkok Mendarat Perdana
Rencana Pengoperasian Yogyakarta International Airport
JOGJAKARTA BERITA DI SEKITAR ANDA
27 April 2019, 11:18:51 WIB
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung
Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Yogyakarta International Airport (sebelumnya ditulis New
Yogyakarta International Airport/NYIA) mulai beroperasi pada 29 April nanti.
Rencananya, pesawat yang terbang dari Tiongkok adalah yang mendarat perdana di
bandara tersebut.
Pembangunan bandara itu juga terus berkelanjutan. Beberapa fasilitas akan
dirampungkan. Yang terutama kini dikebut adalah pengerjaan fasilitas koneksi
antarmoda dan pembangunan sarana di sekitarnya.
Bandara yang berlokasi di Kulonprogo tersebut berbatasan dengan Purworejo,
Jawa Tengah. Jarak tempuh dari pusat kota Jogjakarta ke bandara sekitar 44
kilometer atau 1 jam perjalanan.
PT Angkasa Pura (AP) I sudah menjalin kerja sama dengan beberapa operator
angkutan darat di Jogjakarta. Tujuannya ialah memudahkan mobilitas penumpang
dari dan ke bandara. “Kami telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan
DIJ dan operator angkutan darat di Provinsi DIJ,” ujar Direktur Utama AP I Faik
Fahmi.
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung
Hambara/Jawa Pos)
Beberapa operator, menurut Faik, sudah siap mendukung mobilitas penumpang..
Di antaranya Perum Damri, PT Keren Transindo Sejahtera sebagai operator
SatelQu, taksi Primkopau II, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
PT KAI juga sudah menyiapkan rute khusus. Penumpang bisa berangkat ke bandara
dengan kereta api melalui Stasiun Wojo di Purworejo. Letaknya 6 km dari
bandara. Dari bandara, penumpang pesawat bisa naik bus Damri yang melintas
setiap 10 menit.
Faik menambahkan, dukungan dari berbagai moda angkutan darat bisa mempermudah
calon penumpang. “Hal ini juga sebagai perwujudan sinergi dan konektivitas
transportasi di DIJ,” katanya.
Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang. Rencananya pesawat yang
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok. (Hanung
Hambara/Jawa Pos)
Bukan hanya transportasi, Pemkab Kulonprogo juga menyiapkan rencana tata
kota. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya
telah merencanakan membangun kota sekitar bandara dengan konsep aeropolis.
“Ada pusat ekonomi yang lokasinya dekat bandara,” ucapnya.
Hasto juga menyebutkan bakal memindahkan kantor pemerintahan untuk menata
Kulonprogo lebih lanjut. Sekarang kantor pemerintahan Pemkab Kulonprogo ada di
wilayah Wates. Ke depan, akan dibangun perkantoran di Kecamatan Pengasih yang
berada di sisi utara.
Editor : Ilham Safutr Reporter : (lyn/c9/git)
| | 不含病毒。www.avg.com |
#yiv3287849619 #yiv3287849619 -- #yiv3287849619ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-mkp #yiv3287849619hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-mkp #yiv3287849619ads
{margin-bottom:10px;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-mkp .yiv3287849619ad
{padding:0 0;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-mkp .yiv3287849619ad p
{margin:0;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-mkp .yiv3287849619ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-sponsor
#yiv3287849619ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-sponsor #yiv3287849619ygrp-lc #yiv3287849619hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-sponsor #yiv3287849619ygrp-lc .yiv3287849619ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3287849619 #yiv3287849619actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3287849619
#yiv3287849619activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3287849619
#yiv3287849619activity span {font-weight:700;}#yiv3287849619
#yiv3287849619activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv3287849619 #yiv3287849619activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3287849619 #yiv3287849619activity span
span {color:#ff7900;}#yiv3287849619 #yiv3287849619activity span
.yiv3287849619underline {text-decoration:underline;}#yiv3287849619
.yiv3287849619attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv3287849619 .yiv3287849619attach div a
{text-decoration:none;}#yiv3287849619 .yiv3287849619attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3287849619 .yiv3287849619attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3287849619 .yiv3287849619attach label a
{text-decoration:none;}#yiv3287849619 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv3287849619 .yiv3287849619bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3287849619
.yiv3287849619bold a {text-decoration:none;}#yiv3287849619 dd.yiv3287849619last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3287849619 dd.yiv3287849619last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3287849619
dd.yiv3287849619last p span.yiv3287849619yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv3287849619 div.yiv3287849619attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv3287849619 div.yiv3287849619attach-table
{width:400px;}#yiv3287849619 div.yiv3287849619file-title a, #yiv3287849619
div.yiv3287849619file-title a:active, #yiv3287849619
div.yiv3287849619file-title a:hover, #yiv3287849619 div.yiv3287849619file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3287849619 div.yiv3287849619photo-title a,
#yiv3287849619 div.yiv3287849619photo-title a:active, #yiv3287849619
div.yiv3287849619photo-title a:hover, #yiv3287849619
div.yiv3287849619photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3287849619
div#yiv3287849619ygrp-mlmsg #yiv3287849619ygrp-msg p a
span.yiv3287849619yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3287849619
.yiv3287849619green {color:#628c2a;}#yiv3287849619 .yiv3287849619MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv3287849619 o {font-size:0;}#yiv3287849619
#yiv3287849619photos div {float:left;width:72px;}#yiv3287849619
#yiv3287849619photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3287849619
#yiv3287849619photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3287849619
#yiv3287849619reco-category {font-size:77%;}#yiv3287849619
#yiv3287849619reco-desc {font-size:77%;}#yiv3287849619 .yiv3287849619replbq
{margin:4px;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-mlmsg select, #yiv3287849619 input, #yiv3287849619 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-mlmsg pre, #yiv3287849619 code {font:115%
monospace;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-mlmsg #yiv3287849619logo
{padding-bottom:10px;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-msg
p#yiv3287849619attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-reco #yiv3287849619reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-sponsor
#yiv3287849619ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-sponsor #yiv3287849619ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-sponsor #yiv3287849619ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv3287849619 #yiv3287849619ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3287849619
#yiv3287849619ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv3287849619