Boleh saja Anda salah tangkap, karena dari unsur kalimat saya kan samgat jelas 
mana predikat dan mana subyek bahasannya. Bagus Anda menyadari telah salah 
tangkap, dan ini memperkuat bukti bahwa Anda terlalu bersemangat untuk merasa 
tersentil, hahaha...... 
Karena itu penting untuk paham masalah, memahami duduk persoalan, supaya 
mengurangi kesalahan yang tidak perlu. Dengan begitu obrolan bisa nyambung. 
Berdebat pun jadi asyik dan bermanfaat karena terjadi pertukaran pemikiran.
Kalau tidak paham apa-apa tapi begitu bernafsu nantang-nantang untuk dibantah 
kan yaa.. hehe sekali.


--- SADAR@.... wrote:
       
 

Kutip:
 Kalau ternyata seperti ini kan masyarakat cuma ketawa, si Jokowi itu pemimpin 
kabinet pembohong atau cuma nggak bisa kompak dengan para menterinya. Dari apa 
yang kelihatan selama ini orang semakin yakin kalau semua proyek infrastruktur 
Jokowi memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan asing. 
Bukankah maksud bung, "Kalau ternyata seperti ini" yang mendarat perdana Peswat 
Tiongkok, ... jadi orang semakin yakin kalau semua proyek infrastruktur Jokowi  
memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan asing, ... Atau penangkapan 
saya salah???
 
 

 
 ajeg 於 29/4/2019 12:40 寫道:
  
      Apa iya? Coba sih tunjukkan kalimat saya yang menyentil pesawat Tiongkok. 
  
  --- SADAR@.... wrote: 
  Kalau saja hendak menyentil Jokowi dengan pembangunan bandara Yogyakarta, 
yang telah menyingkirkan petani Kulonprogo, ... kenapa yang disentil pesawat 
dari Tiongkok mendarat perdana? Dimana kesalahan pesawat Tiongkok yg kebetulan 
jadi mendarat perdana?  Sekalipun rencana semula pesawat Kepresidenan yg harus 
mendarat perdana, ... entah dimana pula kesalahan pembatalan tsb? 
  ajeg 於 29/4/2019 11:10 寫道: 
    
 
          Menurut propesor Mahfud MD (ehm) sebenarnya Anda bisa menanggapi 
sentilan saya ke Jokowi  secara seimbang. Sayangnya Anda tidak mau. Anda lebih 
bersemangat untuk merasa  tersentil lantas simpangsiur ke sana ke mari, 
hehe....  
  Enggaklah, biarpun yang "merawani" bandara ini pesawat dari  negara 
imperialis lainnya, tidak akan mengurangi keyakinan Rakyat bahwa  proyek-proyek 
infrastruktur Jokowi untuk melayani kepentingan asing.  
  Coba, apa manfaat langsung bandara "internasional" ini bagi  petani 
Kulonprogo yang sawahnya dirampas? Oh itu nanti, 20 tahun yad, begitu  selalu 
jawaban klise tentang proyek infrastruktur Jokowi.  Ya kan? 
  Lalu, siapa yang kelak menghuni aerocity yang akan dibangun  untuk menunjang 
operasional bandara? Para veteran petani Kulonprogo beserta  anak-cucunyakah? 
Ke mana sekarang para pemilik lahan  / sawah yang sekarang jadi bandara 
"internasional" itu? Terbersitkah pertanyaan ini  di posting tanggapan Anda?  
  Mana mungkin "untung bersama menang bersama" itu jadi  kenyataan sedangkan 
urusan pesawat yang akan merawani bandara saja simpangsiur  seperti biasa 
selama 5 tahun kerja pemerintahan boneka.  Pantas negara kusut karena adminnya 
tidak fokus dan rajin ambil gaji untuk  ngibul.  
  Begitu juga topik ini, tanggapan Anda tidak fokus. Menyimpang  terlalu jauh 
dari berita yang Anda posting sendiri tentang pesawat perdana. 
  Berikut, argumen sentilannya:  
  Pesawat Kepresidenan Landing Perdana 
http://jogja.tribunnews.com/2019/04/25/bandara-yia-siap-beroperasi-akhir-bulan-ini-pesawat-kepresidenan-ri-1-diusulkan-landing-perdana
 
    --- SADAR@..... wrote: 
  Ini maaah suara dari seorang yang hanya mencela dengan  penuh kebencian pada 
Tiongkok saja, ... yang nampak hanya  hutang-hutung dari Tiongkok merupakan 
"JEBAKAN" untuk menguasai Indonesia! TANPA bisa berani dan  berusaha keras 
menggunakan segala BANTUAN orang lain untuk  bangkit berdiri, perkuat kemampuan 
BERDIKARI!  Semata-mata berdasarkan kecurigaan dan ketidak percayaan pada RRT 
yang  baru tumbuh menjadi negara besar yang cukup kuat menyaingi negara-negara 
maju didunia, khususnya AS  saja! Padahal kenyataan selama ratusan tahun ini, 
justru  negara-negara maju, khususnya imperialisme AS itulah yg membuat 
Indonesia TETAP terbelakang dan rakyat  banyak menderita kemiskinan! 
  Menghadapi RRT yang muncul menjadi kuat dan menjadi  ANCAMAN-BERAT AS ini, 
tidak aneh kalau AS mendengungkan fitnah  "Jebakan Hutang RRT" yang akan 
mencaplok negara-negara didunia ini. Justru AS lah yang selama ini, menggunakan 
 hutang mencekik dan menguasai banyak negara dan mengangkangi dunia, 
mencocok-hidung negara itu memaksa taat dan  nurut pada AS!  
  Saya perhatikan sudah mulai banyak negara-negara  siuman dan sadar justru AS 
lah didunia ini yg gunakan hutang  mencocok-hidung negara laina, hanya saja 
untuk  melawan dan melepaskan diri keluar dari jebakan hutang itu belum ada  
keberanian dan kemampuan, ... kemarin ini ada laporan tulisan BBC dari 
interview beberapa tokoh negara  yang hadir mengikuti KTT ke-2 "OBOR" (BRF) di 
Beijing. 
  Dinyatakan hasil perundingan RRT-Filipina sangat baik  dan bersahabat, 
kerjasama bisa berlanjut dengan sementara  mengebawahkan persengketaan beberapa 
pulau yang terjadi. Kerjasama dan persahabatan dengan RRT  juga tidak berarti 
harus memutus persahabatan Filipina dengan AS yang selama ini terjalin. Tidak 
ada yang suka  perang apalagi menganggap perang adalah jalan pemecahan yg  
terbaik.  
  Akademisi Jepang menyatakan dengan tandas, "jebakan hutang"  Tiongkok yang 
didengungkan AS 5 tahun terakhir ini ternyata praktek yang berlangsung tidak 
terbukti. Menteri  Perdagangan Peru, Edgar V asquez, menyatakan pd BBC, 
Sek.negara AS  Pompeo 2 minggu yl. berkunjung ke Peru mengeritik keras "jebakan 
hutang" Tiongkok, tapi  Pemerintah Peru TETAP mengikuti "OBOR" bersama 
Tiongkok. Kami tidak  melihat adanya bahaya terjerumus deengan  hutang 
Tiongkok. Sebaliknya Tiongkok bisa dijadikan partner utama  perdagangan dengan 
Peru. 
  Tentu bagaimana Indonesia harus bersikap  sepenuhnya ditentukan Pemerintah 
yang berkuasa, yang lebih  penting HARUS BERANI melepas diri dari belenggu yang 
justru mengikat dari hutang-hutang pada AS,  Jepang, Singapore yg selama ini 
lebih merugikan rakyat banyak!  Berani membuat keseimdbangan dengan menerima 
hutang dari Tiongkok yang katanya dijalankan dengan  prinsip saling 
menguntungkan, maju bersama, dan menang  bersama itu, ... 
  ajeg 於 28/4/2019 0:01 寫道:   
  Wow, berapa hari lalu menhub masih meyakinkan masyarakat bahwa pesawat 
pertama yang akan mendarat di Kulonprogo adalah pesawat kepresidenan. Maksudnya 
ya jelas pesawat Presiden RI. 
  Kalau ternyata seperti ini kan masyarakat cuma ketawa, si Jokowi itu pemimpin 
kabinet  pembohong atau cuma nggak bisa kompak dengan para menterinya. Dari apa 
yang kelihatan  selama ini orang semakin yakin kalau semua proyek infrastruktur 
Jokowi memang untuk melancarkan serbuan barang dagangan asing. 
  --- SADAR@... wrote: 
  Pesawat dari Tiongkok Mendarat Perdana 
  Rencana Pengoperasian Yogyakarta International Airport 
  JOGJAKARTA BERITA DI SEKITAR ANDA 
  27 April 2019, 11:18:51 WIB 
  Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang 
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4)  mendatang. Rencananya pesawat yang 
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang  dari Tiongkok. (Hanung 
Hambara/Jawa Pos) 
  JawaPos.com – Yogyakarta International Airport (sebelumnya ditulis New 
Yogyakarta International  Airport/NYIA) mulai beroperasi pada 29 April nanti. 
Rencananya, pesawat yang terbang dari Tiongkok adalah yang mendarat perdana di 
bandara tersebut. 
  Pembangunan bandara itu juga terus berkelanjutan. Beberapa fasilitas akan 
dirampungkan. Yang terutama kini dikebut adalah pengerjaan fasilitas koneksi 
antarmoda dan pembangunan sarana di sekitarnya. 
  Bandara yang berlokasi di Kulonprogo tersebut berbatasan dengan Purworejo, 
Jawa Tengah. Jarak tempuh dari pusat kota Jogjakarta ke bandara sekitar 44 
kilometer atau 1 jam perjalanan. 
  PT Angkasa Pura (AP) I sudah menjalin kerja sama dengan beberapa operator 
angkutan darat di Jogjakarta. Tujuannya ialah memudahkan mobilitas penumpang 
dari dan ke bandara. “Kami telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan  
DIJ dan operator angkutan darat di Provinsi DIJ,” ujar Direktur Utama AP I Faik 
Fahmi. 
  Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang 
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang.  Rencananya pesawat yang 
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok.  (Hanung 
Hambara/Jawa Pos) 
  Beberapa operator, menurut Faik, sudah siap mendukung mobilitas penumpang.. 
Di antaranya Perum Damri, PT Keren Transindo Sejahtera sebagai operator 
SatelQu, taksi Primkopau II, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). 
  PT KAI juga sudah menyiapkan rute khusus. Penumpang bisa berangkat ke bandara 
dengan kereta api melalui Stasiun Wojo di Purworejo. Letaknya 6 km dari 
bandara. Dari bandara, penumpang pesawat bisa naik bus Damri yang  melintas 
setiap 10 menit. 
  Faik menambahkan, dukungan dari berbagai moda angkutan darat bisa mempermudah 
calon penumpang. “Hal ini juga sebagai perwujudan sinergi dan konektivitas 
transportasi di DIJ,” katanya. 
  Pembangunan Yogyakarya Internasioal Airport terus dikebut menjelang 
dioperasikan perdapa pada Senin (29/4) mendatang.  Rencananya pesawat yang 
pertama kali mendarat adalah pesawat yang terbang dari Tiongkok.  (Hanung 
Hambara/Jawa Pos) 
  Bukan hanya transportasi, Pemkab Kulonprogo juga menyiapkan rencana tata 
kota. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya 
telah merencanakan membangun kota sekitar bandara  dengan konsep aeropolis. 
“Ada pusat ekonomi yang lokasinya dekat bandara,” ucapnya. 
  Hasto juga menyebutkan bakal memindahkan kantor pemerintahan untuk menata 
Kulonprogo lebih lanjut. Sekarang kantor pemerintahan Pemkab Kulonprogo ada di 
wilayah Wates. Ke depan, akan dibangun perkantoran di  Kecamatan Pengasih yang 
berada di sisi utara. 
  Editor : Ilham Safutr Reporter : (lyn/c9/git) 
  
           
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

 
                
     
  #yiv1290338745 #yiv1290338745 -- #yiv1290338745ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-mkp #yiv1290338745hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-mkp #yiv1290338745ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-mkp .yiv1290338745ad 
{padding:0 0;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-mkp .yiv1290338745ad p 
{margin:0;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-mkp .yiv1290338745ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-sponsor 
#yiv1290338745ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-sponsor #yiv1290338745ygrp-lc #yiv1290338745hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-sponsor #yiv1290338745ygrp-lc .yiv1290338745ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1290338745 #yiv1290338745actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1290338745
 #yiv1290338745activity span {font-weight:700;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1290338745 #yiv1290338745activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1290338745 #yiv1290338745activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1290338745 #yiv1290338745activity span 
.yiv1290338745underline {text-decoration:underline;}#yiv1290338745 
.yiv1290338745attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1290338745 .yiv1290338745attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1290338745 .yiv1290338745attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1290338745 .yiv1290338745attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1290338745 .yiv1290338745attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1290338745 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1290338745 .yiv1290338745bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1290338745 
.yiv1290338745bold a {text-decoration:none;}#yiv1290338745 dd.yiv1290338745last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1290338745 dd.yiv1290338745last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1290338745 
dd.yiv1290338745last p span.yiv1290338745yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1290338745 div.yiv1290338745attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1290338745 div.yiv1290338745attach-table 
{width:400px;}#yiv1290338745 div.yiv1290338745file-title a, #yiv1290338745 
div.yiv1290338745file-title a:active, #yiv1290338745 
div.yiv1290338745file-title a:hover, #yiv1290338745 div.yiv1290338745file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1290338745 div.yiv1290338745photo-title a, 
#yiv1290338745 div.yiv1290338745photo-title a:active, #yiv1290338745 
div.yiv1290338745photo-title a:hover, #yiv1290338745 
div.yiv1290338745photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1290338745 
div#yiv1290338745ygrp-mlmsg #yiv1290338745ygrp-msg p a 
span.yiv1290338745yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1290338745 
.yiv1290338745green {color:#628c2a;}#yiv1290338745 .yiv1290338745MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1290338745 o {font-size:0;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745photos div {float:left;width:72px;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1290338745
 #yiv1290338745reco-category {font-size:77%;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745reco-desc {font-size:77%;}#yiv1290338745 .yiv1290338745replbq 
{margin:4px;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-mlmsg select, #yiv1290338745 input, #yiv1290338745 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-mlmsg pre, #yiv1290338745 code {font:115% 
monospace;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-mlmsg #yiv1290338745logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-msg 
p#yiv1290338745attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-reco #yiv1290338745reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-sponsor 
#yiv1290338745ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-sponsor #yiv1290338745ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-sponsor #yiv1290338745ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1290338745 #yiv1290338745ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1290338745 
#yiv1290338745ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1290338745   

Kirim email ke