Audit yang dimaksud adalah audit forensik IT KPU untuk melihat jejak digital 
penghitungan / input data. Memang mencurigakan karena seorang komisioner KPU 
membanggakan kesigapan timnya yang langsung mengoreksi kesalahan input data. 
Artinya, koreksi dilakukan tanpa saksi dan input koreksi tanpa persetujuan 
pengawas? Orang jadi ketawa melihat itu komisioner kaget lalu muter-muter. Lalu 
dalam diskusi di televisi komisioner KPU yang lain tidak bunyi samasekali 
ketika diajak membahas ISO 27001.
Apalah arti semua bukti kecurangan dan kebengongan KPU yang nyata itu ketika 
berhadapan dengan rezim kekuasaan, bukan Kerakyatan. Pemilu diulang seluruhnya 
pun cuma mengulang kekonyolan dengan panitia dan penguasa yang sama. Penguasa 
yang bermotto: "saatnya buka puasa kekuasaan 10 tahun!".

--- djiekh@... wrote:       

Bung Sunny,Mestinya sebelumnya sistim kerja KPU jauh-jauh hari harus sudah di 
Audit.Sistim yang benar harus lengkap, terutama sudah dicantumkan "What If 
nya...."Untuk berbagai kemungkinan penyimpangan, apa sudah ada prosedur untuk 
membereskannya dengan cepat.Saya kira prinsipnya sama seperti kalauperusahaan 
mau minta ISO certificaat..Peng Auditnya harus kritis, berpengalaman dan 
terlatih untuk melakukan itu.Salam,KH
Pada tanggal Sen, 29 Apr 2019 pukul 18.42 Sunny ambon menulis:
Apakah tidak lebih baik Pemilu yang keliru ini diulangi, sebab banyak 
kecurangan disana sini. Tentunya pada negara yang diracuni dengan korupsi 
penguasa, bukan lagi kalau tidak janji tidak menang, tetapi kalau tidak curang 
tidak menang, jadi seperti hal, kalau tidak korupsi tidak dapat berkat untuk 
menjadi kaya.
https://sp.beritasatu.com/
Banyak Persoalan Pemilu, KPU Perlu Diaudit Warga melintasi karangan bunga saat 
aksi dukacita untuk pahlawan demokrasi di Jakarta, Minggu, 28 April 2019. Aksi 
tersebut dilakukan untuk mengenang 225 orang pejuang demokrasi yang terdiri 
dari petugas KPPS/KPU serta anggota Polri yang gugur saat mengawal proses 
Pemilu 2019. ( Foto: Antara )
Asni Ovier / AO Senin, 29 April 2019 | 22:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com -  Dengan anggaran yang sangat besar serta banyaknya 
terjadi permasalahan, seperti kesalahan dalam sistem perhitungan suara (situng) 
dan persoalan lain terkait penyelengaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, 
seharusnya dilakukan audit terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Audit itu bisa 
dilakukan mulai dari sistem kerja hingga keuangan.“Biaya (KPU) cukup mewah, 
mulai dari untuk kotak suara kardus sampai sumber daya manusia tak maksimal 
dalam mengerjakan sistem perhitungan suara (situng) sehingga berkali-kali 
mengalami kesalahan. Uniknya, banyak video viral di terkait kesalahan tersebut 
tak membuat KPU malu,” ujar analis sosial dari Universitas Bung Karno (UBK) 
Muda Saleh Muda di Jakarta, Senin (29/4/2019).Muda juga mempertanyakan 
banyaknya jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia. “Rasanya tak pantas dengan 
upah sebesar Rp 500.000, lebih dari 300 jiwa melayang karena Pemilu 2019. Ada 
apa dengan KPU? Bagaimana makan mereka (petugas KPPS, Red), bagaimana vitamin 
mereka, bagaimana pergantian shift mereka?" katanya.Seperti diketahui, honor 
yang diterima petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada 
Pemilu Serentak 2019 sebesar Rp 550.000 untuk ketua. Sementara, anggota 
mendapatkan honor sebesar Rp 500.000 per kegiatan yang diagendakan dalam 
rangkaian pemilu. Hal itu sesuai Surat Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor 
S-118/MK.02/2016 tentang Penetapan Standar Biaya Honorarium Tahapan Pemilu 
Anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden, dan Wakil Presiden, serta Tahapan Pemilihan 
Gubernur/Bupati/Wali Kota Serentak.Muda menilai, pelaksanaan Pemilu 2019 sangat 
buruk, bahkan bisa dikatakan paling buruk di dunia. “Terlebih, jika memang ada 
indikasi kecurangan, komisioner KPU patut diberikan hukuman yang setimpal 
dengan ketentuan undang-undang yang ada. Banyak kerusakan yang dilakukan oleh 
KPU akibat penyelenggaraan yang buruk itu," ujarnya.Psikologis masyarakat 
terganggu dengan kesalahan angka, sehingga terkecoh dengan hasil yang 
ditampilkan. "Jika angka-angka itu benar, bagus adanya. Namun, jika salah dan 
disengaja, hal tersebut merupakan kebohongan publik, serta terlihat ada upaya 
untuk memenangkan calon tertentu," uturnya.Dikatakan, audit sistem keuangan 
pembiayaan pemilu, sampai pada petugas yang bekerja dan fasilitas yang diterima 
petugas, perlu dilakukan. Selain itu, audit perlu juga dilakukan terhadap 
sistem penghitungan pada mesin komputer yang ada di KPU, apakah ada campur 
tangan dalam sistem program yang bekerja."Jika ada dan disengaja, maka seluruh 
jajaran KPU dipastikan harus menerima hukuman yang setimpal sesuai dengan 
kesalahan dalam kategori undang-undang yang berlaku," ujarnya.
Sumber: BeritaSatu.com

#yiv3157014099 -- #yiv3157014099ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-mkp #yiv3157014099hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-mkp #yiv3157014099ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-mkp .yiv3157014099ad 
{padding:0 0;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-mkp .yiv3157014099ad p 
{margin:0;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-mkp .yiv3157014099ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-sponsor 
#yiv3157014099ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-sponsor #yiv3157014099ygrp-lc #yiv3157014099hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-sponsor #yiv3157014099ygrp-lc .yiv3157014099ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3157014099 #yiv3157014099actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3157014099
 #yiv3157014099activity span {font-weight:700;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv3157014099 #yiv3157014099activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3157014099 #yiv3157014099activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv3157014099 #yiv3157014099activity span 
.yiv3157014099underline {text-decoration:underline;}#yiv3157014099 
.yiv3157014099attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv3157014099 .yiv3157014099attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv3157014099 .yiv3157014099attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3157014099 .yiv3157014099attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3157014099 .yiv3157014099attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv3157014099 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv3157014099 .yiv3157014099bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3157014099 
.yiv3157014099bold a {text-decoration:none;}#yiv3157014099 dd.yiv3157014099last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3157014099 dd.yiv3157014099last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3157014099 
dd.yiv3157014099last p span.yiv3157014099yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv3157014099 div.yiv3157014099attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv3157014099 div.yiv3157014099attach-table 
{width:400px;}#yiv3157014099 div.yiv3157014099file-title a, #yiv3157014099 
div.yiv3157014099file-title a:active, #yiv3157014099 
div.yiv3157014099file-title a:hover, #yiv3157014099 div.yiv3157014099file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3157014099 div.yiv3157014099photo-title a, 
#yiv3157014099 div.yiv3157014099photo-title a:active, #yiv3157014099 
div.yiv3157014099photo-title a:hover, #yiv3157014099 
div.yiv3157014099photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3157014099 
div#yiv3157014099ygrp-mlmsg #yiv3157014099ygrp-msg p a 
span.yiv3157014099yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3157014099 
.yiv3157014099green {color:#628c2a;}#yiv3157014099 .yiv3157014099MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv3157014099 o {font-size:0;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099photos div {float:left;width:72px;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3157014099
 #yiv3157014099reco-category {font-size:77%;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099reco-desc {font-size:77%;}#yiv3157014099 .yiv3157014099replbq 
{margin:4px;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-mlmsg select, #yiv3157014099 input, #yiv3157014099 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-mlmsg pre, #yiv3157014099 code {font:115% 
monospace;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-mlmsg #yiv3157014099logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-msg 
p#yiv3157014099attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-reco #yiv3157014099reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-sponsor 
#yiv3157014099ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-sponsor #yiv3157014099ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-sponsor #yiv3157014099ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv3157014099 #yiv3157014099ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3157014099 
#yiv3157014099ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv3157014099   

Kirim email ke