https://nasional.tempo.co/read/1201463/peserta-aksi-hari-buruh-digunduli-ditelanjangi-oleh-polisi/full&view=ok
Peserta Aksi Hari Buruh: Digunduli - Ditelanjangi
Oleh Polisi
Reporter:
Iqbal Tawakal Lazuardi (Kontributor)
Editor:
Syailendra Persada
Kamis, 2 Mei 2019 19:54 WIB
Unjuk rasa peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei 2019 diwarnai
sekelompok pengunjuk rasa berbaju hitam yang menyerang petugas keamanan.
Reuters. <https://statik.tempo.co/data/2019/05/02/id_838635/838635_720.jpg>
Unjuk rasa peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei 2019 diwarnai
sekelompok pengunjuk rasa berbaju hitam yang menyerang petugas keamanan.
Reuters.
*TEMPO.CO*, *Bandung *- Salah satu peserta aksi peringatan Hari Buruh
Internasional alias May Day di Bandung pada Rabu, 1 Mei 2019 berinisial
IKM mengaku ditangkap polisi tanpa alasan yang jelas. Ia bersama
rombongan peserta aksi lain ditangkap saat sedang berjalan dari Monumen
Perjuangan menuju ke Gedung Sate—pusat perayaan hari buruh di Bandung.
Baca: Dua Jurnalis Foto Dianiaya Polisi Saat Meliput Hari Buruh
<https://nasional.tempo.co/read/1201026/dua-jurnalis-foto-dianiaya-polisi-saat-meliput-hari-buruh>
“Saya enggak coret-coret, enggak ngerusak sama sekali,” ujar IKM kepada
Tempo, Kamis, 2 Mei 2019.
Penangkapan ini berawal ketika terjadi kericuhan antara massa aksi
dengan polisi yang berjaga di sekitar Monumen Perjuangan. IKM
mengatakan, keributan tersebut dipicu adanya lemparan benda tumpul yang
ke barisan massa aksi.
“Ada lemparan ke massa aksi akhirnya massa ricuh dan saling dorong,
tiba-tiba saya kena pukulan di mata kanan, saya jatuh lanjut lari,
dihadang lagi dengan tendangan di perut, saya dipegang dan dipukul di
punggung,” katanya.
Karena dihajar bertubi-tubi oleh sejumlah orang yang salah satunya
menggunakan seragam polisi, ia mengaku lemas, dan akhirnya ia langsung
dimasukkan ke truk polisi untuk dibawa ke Markas Kepolisian Resor Bandung.
“Kemudian muka saya disemprot pilok. Terus di kantor polisi mereka
menggunduli sama menelanjangi saya tanpa alasan, begitu datang langsung
disuruh telanjang,” katanya.
IKM mengaku hadir ke peringatan hari buruh tersebut murni untuk
merayakan May Day. Ia bergabung dengan massa aksi yang berkumpul di
Taman Cikapayang. Ia pun mengaku tak mengetahui siapa kordinator dari
aksi massa tersebut.
“Setahu saya banyak dari berbagai gerakan,” katanya. IKM sendiri
merupakan aktivis pencinta alam dan mengaku tidak terafiliasi dengan
kelompok manapun.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo menyebutkan alasan pihak
kepolisian menggunduli dan menelanjangi peserta May Day yang ditangkap
karena untuk mengidentifikasi massa tersebut. Selain itu, alasan ratusan
orang tersebut ditelanjangi sebagai antisipasi polisi terhadap barang
yang dibawa mereka. Karena, menurutnya, sejumlah orang dari massa
tersebut kedapatan membawa alat berbahaya.
“Pertama, kepolisian melakukan hal tersebut untuk memilah,
mengidentifikasikan. Kedua, kita melakukan penggeledahan karena sebagian
dari mereka ternyata ditemukan ada miras,” kata Truno saat dihubungi Tempo.
Selain IKM, polisi pun menangkap 619 orang yang merupakan massa aksi
hari buruh. Massa yang ditangkapi itu rata-rata menggunakan pakaian
hitam-hitam. Mabes Polri mensinyalir kelompok tersebut menganut paham
Anarko Sindikalis.
Polisi menahan mereka selama satu malam di Markas Brimob Polda Jabar, di
Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Keesokan harinya polisi melepaskan massa
tersebut.
Kepala Polrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan, hingga saat
ini polisi masih menahan 3 orang yang berasal dari massa yang ditangkap
di May Day. Tiga orang tersebut diduga merusak sepeda motor milik
masyarakat.
“Jam 6 sore kita gelar perkara apakah akan dilanjutkan tiga orang ini
dari penyelidikan ke penyidikan atau tidak,” katanya.
Simak juga: Orang-orang yang Ditangkap di Hari Buruh Sudah Dipulangkan
<https://nasional.tempo.co/read/1201294/orang-orang-yang-ditangkap-di-hari-buruh-sudah-dipulangkan>
Ratusan orang yang ditangkap tersebut di antaranya masih ada yang masih
berstatus pelajar SMP dan SMA. 619 orang tersebut terdiri dari dewasa
326 orang, di bawah umur (18 tahun) 293 orang. Pria sebanyak 605 orang
dan Perempuan 14 orang.