https://www.antaranews.com/berita/853737/tangkapan-nelayan-pandeglang-pascatsunami-meningkat
Tangkapan nelayan Pandeglang
pascatsunami meningkat
Kamis, 2 Mei 2019 21:45 WIB
Buruh angkut ikan di Panimbang,Kabupaten Pandeglang menurunkan ikan dari
atas kapal cantrang setelah nelayan melaut satu pekan dengan
menghasilkan tangkapan 12 ton. (ANTARA)
Kami sepekan melaut bisa menghasilkan tangkapan ikan hingga 13 ton dari
sebelumnya empat ton.
Pandeglang (ANTARA) - Tangkapan nelayan pantai Kabupaten Pandeglang
pasca-tsunami cenderung meningkat sehingga kegiatan perekonomian
masyarakat pesisir cukup membaik.
"Kami sepekan melaut bisa menghasilkan tangkapan ikan hingga 13 ton dari
sebelumnya empat ton," kata Aang (50), seorang nelayan
Panimbang,Kabupaten Pandeglang, Kamis.
Meningkatnya tangkapan ikan itu tentu pendapatan ekonomi nelayan cukup
baik dan mereka pulang ke rumah bisa membawa uang Rp3 juta per pekan.
Mereka para nelayan kapal cantrang jika melaut satu pekan membawa
perbekalan untuk kebutuhan makan, minum, kopi,rokok dan lainnya.
Sebagaimana diketahui, nelayan kapal cantrang sekali melaut membutukan
dana operasional hingga sekitar Rp40 juta.
Namun, beruntung pascatsunami produksi tangkapan ikan melimpah dan
menguntungkan hingga 100 persen. "Kami merasa terbantu pendapatan
sebesar itu karena bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Aang.
Begitu juga Sarman (55), seorang nelayan TPI Labuan mengaku dirinya
selama dua bulan terakhir pendapatan tangkapan nelayan cukup melimpah,
terlebih cuaca di Perairan Labuan cukup baik.
Tangkapan nelayan pesisir Lebak sejak dua bulan terakhir meningkat
hingga mencapai sekitar 10-15 ton/pekan untuk kapal cantrang.
Diperkirakan meningkatnya tangkapan ikan itu karena faktor cuaca membaik
juga adanya penyaluran bantuan sarana alat tangkap.
Selama ini, perguliran ekonomi masyarakat pesisir Pandeglang menggeliat
dengan meningkatnya tangkapan nelayan. Pendapatan tangkapan nelayan
dipastikan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat
pesisir.
Sebagian besar kehidupan masyarakat pesisir itu mengandalkan ekonomi
mereka dari hasil produksi tangkapan. Produksi tangkapan ikan,selain
dijual ke pasar juga dikelola menjadi aneka kerajinan, seperti abon
ikan, baso ikan dan kerupuk ikan.
"Kami selama dua bulan terakhir ini bisa mengumpulkan uang pendapatan
melaut Rp13 juta, padahal sebelumnya Rp3 juta," ujar Sarman.
Sementara itu, Yamin, petugas TPU Labuan mengatakan meningkatnya
tangkapan itu karena nelayan menggunakan kapal di atas 20 GT dan mereka
melaut selama dua pekan untuk mencari ikan di wilayah kawasan Zona
Ekonomi dengan jarak 50 mil dari pesisir pantai.
Para nelayan menangkap ikan-ikan sekitar bagan atau rumpon yang dibangun
oleh nelayan juga perusahaan besar dari Jakarta.
Selama ini, jumlah rumpon yang dipasang di kawasan Zona Ekonomi
menyumbangkan produksi tangkapan nelayan. "Sekarang,nelayan berani
melakukan tangkapan ikan ke tengah laut karena menggunakan kapal
berkapasitas di atas 20 GT," katanya menjelaskan.
Berdasarkan pantauan, nelayan di sejumlah tsempat pelelangan ikan di
pesisir Pandeglang tampak ramai dipadati pembeli partai besar,tengkulak,
perajin ikan asin,bakulan hingga luar daerah.
Kebanyakan tangkapan ikan bebituna, kue, cakalang, tuna, pari,
tangkurung, siki nangka, bawal laut, layang gede, tongkol,kakap, dan layur.
*Baca juga: Pemkab Pandeglang minta pemilik kapal urus perizinan
<https://www.antaranews.com/berita/499012/pemkab-pandeglang-minta-pemilik-kapal-urus-perizinan>*
Pewarta: Mansyur suryana
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019