Balimau Kasai dilakukan warga Kampar di Batam untuk menyambut Ramadhan
Sabtu, 4 Mei 2019 11:27 WIB
Balimau Kasai dilakukan warga Kampar di Batam untuk menyambut Ramadhan
Ilustrasi - Warga mengikuti tradisi Potang Balimau dan Balimau Kasai
atau mandi dengan air limau di Sungai Batang Mahek, Pangkalan,
Limapuluhkota, Sumbar untuk menyucikan diri menjelang Ramadhan. (ANTARA
FOTO/Iggoy el Fitra)
Besok ada pemotongan kerbau di lokasi acara dan santunan anak yatim,
tidak mampu bagi warga Batam asal Kampar
Batam (ANTARA) (ANTARA) - Warga Kampar yang tinggal di Kota Batam,
Kepulauan Riau menyelenggarakan tradisi Balaimau Kasai guna menyambut
Ramadhan 1440 Hijriah.
"Seperti biasa, tradisi Balimau Kasai kami lakukan sehari sebelum
Ramadhan, yaitu Minggu (5/4) di Pantai Marina," kata pimpinan Panitia
Penyelenggara Balimau Kasai Keluarga Besar Kabupaten Kampar (KBKK) Kota
Batam, Mashur Ocu, di Batam, Sabtu.
Upacara Balimau Kasai itu dilakukan dalam rangkaian tradisi khas
masyarakat Kampar, Riau.
Ia memperkirakan kegiatan itu diikuti setidaknya 2.000 dari 14.000 warga
Kampar, Riau, yang berdomisili di Batam.
Balimau Kasai pada dasarnya adalah menyucikan diri lahir dan batin,
dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Sesuai dengan namanya, balimau, air
mandi yang menggunakan campuran air limau.
"Ada banyak bahan yang dicampur sebagai bahan mandi, ada kunyit dan lain
sebagainya," kata dia.
Panitia menyiapkan ratusan kantong berisi ramuan mandi untuk dipakai
warga mandi.
Seorang anggota panitia lainnya, Pardi Saidi, mengatakan selain
menyucikan diri, pada tradisi Balimau Kasai tahun ini, juga akan
diadakan pemotongan kerbau dan pemberian santunan kepada anak yatim
serta keluarga tidak mampu.
"Besok ada pemotongan kerbau di lokasi acara dan santunan anak yatim,
tidak mampu bagi warga Batam asal Kampar," kata dia.
Ketika ditemui pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menyambut baik kegiatan yang
dilaksanakan KBKK Kota Batam dalam menyambut Ramadhan.
"Ini adalah tradisi menyucikan badan dan tubuh, sebagai visualiasai
membersihkan diri menyambut Ramadhan," kata dia.
Kegiatan itu, kata dia, juga bisa dikemas menjadi suatu atraksi pariwisata.
Pewarta: Yunianti Jannatun Naim
Editor: M. Hari Atmoko
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com