https://www.antaranews.com/berita/854255/lemhannas-ingatkan-jangan-paksakan-kehendak-
pada-penyelenggara-pemilu
Lemhannas ingatkan jangan paksakan
kehendak pada penyelenggara Pemilu
Jumat, 3 Mei 2019 12:32 WIB
Gubernur Lemhannas RI, Agus Widjojo saat memberikan keterangan pers di
Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (3/5/2019). (Antara Foto/Syaiful Hakim)
.... Kembali ke hati nurani untuk menjaga masyarakat kita, atau kita rela
melihat contoh-contoh yang sudah ada bahwa masyarakat kita terbelah dan
bisa menjurus kepada perpecahan dalam masyarakat kita...
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengingatkan
kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, nomor 01 dan 02,
untuk tidak memaksakan keinginan kepada lembaga penyelenggara Pemilu 2019.
"Kita tidak perlu untuk menuntut lembaga atau pihak-pihak lain untuk
berbuat seperti yang kita inginkan. Tapi mari kita mulai dari diri kita
sendiri," kata Gubernur Lemhannas, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan)
Agus Widjojo, saat olahraga bersama dalam rangka HUT ke-54 Lemhannas, di
Kantor Lemhannas, Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga meminta KPU
menghentikan proses Situng atau /real count/ suara Pemilu 2019 karena
adanya kesalahan input data ke Situng KPU.
Menurut Widjojo yang juga salah satu motor reformasi TNI pasca
reformasi, saat ini tidak ada satupun masyarakat yang menginginkan
Indonesia menjadi bangsa yang terpecah-belah. Apalagi, saat ini sudah
ada banyak contoh keterbelahan yang terjadi di tengah masyarakat.
"Kembali ke hati nurani untuk menjaga masyarakat kita, atau kita rela
melihat contoh-contoh yang sudah ada bahwa masyarakat kita terbelah dan
bisa menjurus kepada perpecahan dalam masyarakat kita," ujarnya.
Baca juga: Lemhannas harapkan Jokowi dan Prabowo bertemu
<https://www.antaranews.com/berita/841049/lemhannas-harapkan-jokowi-dan-prabowo-bertemu>
Baca juga: Lemhannas sayangkan terjadi konflik sosial di medsos
pasca-Pemilu
<https://www.antaranews.com/berita/840959/lemhannas-sayangkan-terjadi-konflik-sosial-di-medsos-pasca-pemilu>
Baca juga: Lemhannas sebut berita hoaks dirancang untuk kepentingan
politik
<https://www.antaranews.com/berita/812933/lemhannas-sebut-berita-hoaks-dirancang-untuk-kepentingan-politik>
Ia menambahkan, Pemilu merupakan pesta demokrasi yang digelar lima tahun
sekali. Pemilu digelar untuk memilih pemimpin nasional yang didukung rakyat.
"Pemilu lima tahun sekali yang merupakan prosedur dan mekanika untuk
memilih kepemimpinan nasional," kata putra pahlawan revolusi, Mayor
Jenderal TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomihardjo, itu.
Pada masa Orde Baru, hampir semua petinggi dan elit nasional merupakan
alumni kursus reguler angkatan ataupun kursus singkat angkatan, dengan
pola yang teruji, berbarengan dengan pelaksanaan Penataran P4 dalam
berbagai pola dan jenjang.
Kali ini, Lemhannas yang memiliki motto /Tanhana Dharma
Mangrva/ mencanangkan kebersamaan dalam kerangka /Bhinneka Tunggal Ika/,
pasca pesta demokrasi tahun 2019 karena merupakan hal yang sangat
penting dan tantangan bagi masyarakatyang memilki ciri gotong-royong,
dengan nilai-nilai modern yang menempatkan warga negara yang memiliki
hak dan kewajiban.
Dalam rangka HUT ke-54 Lemhannas mengadakan olahraga bersama yaitu senam
aerobik. Senam ini dipilih karena dapat melatih otot-otot tubuh hingga
denyut jantung meningkat, sehingga akan membuat jiwa yang sehat,
tenteram dan damai serta menjalin tali silaturahmi.
"Hal ini perlu disadari, karena terkadang dengan kesibukan yang kita
miliki, kita melupakan hal-hal penting untuk kita jaga, yaitu kebugaran
jasmani, jiwa dan pikiran yang sehat, perlu didukung dengan jasmani yang
sehat pula," kata dia.
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019