Mengapa ditengelamkan? Kalau disita berarti bisa dijual [dilelang] atau
diberikan kepada koperasi nelayan dan akan lebih menguntungkan dari pada
ditengelamkan. Cuma saja kalau diberikan kepada koperasi nelayan apakah
para nelayan yang bergambung dalam koperasi mempunyai keahlian untuk
mengurus dan menjalankan kapal-kapal tsb. Maka oleh karena itu mereka
mempunyai armada perikanan laut yang cukuo besar dibandingkan dengan
negara-negara Asean lainnya.

Pada masa komunis berkuasa di Europa Timur, pada masa itu Vietnam mengirm
mungkin sekali ribuan pemuda untuk belajar tentang penangkapan ikan dengan
kapal, mereka belajar menjadi nahkoda, menjadi masinnis dan awak kapal.
Saya kira waktu tidak ada dari RI yang dikirim,  terkecuali pembuatan
kapal, tetapi hanya beberapa orang saja.


On Sat, May 4, 2019 at 5:02 PM 'j.gedearka' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]> wrote:

>
>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/856099/susi-pudjiastuti-pimpin-penenggelaman
> -
>
> 26-kapal-asing-di-kalbar
> Susi Pudjiastuti pimpin
> penenggelaman 26 kapal asing di
> Kalbar
>
> Sabtu, 4 Mei 2019 19:53 WIB
> Pontianak (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
> memimpin langsung penenggelaman 26 Kapal Ikan Asing Ilegal di wilayah
> Kalimantan Barat.
>
> "Pemusnahan kapal ini untuk kesekian kalinya kita lakukan sebagai jalan
> keluar dari pencegahan illegal fishing di wilayah perairan kita. Dengan hal
> ini diharapkan sumber daya kelautan dan perikanan kita bisa dinikmati
> masyarakat kita sendiri, bukan nelayan dari luar," kata Susi saat kegiatan
> pemusnahan Kapal Ikan Asing Ilegal di Kantor PSDKP Pontianak, Sabtu.
>
> Selama ini katanya, dengan aksi pencurian nelayan asing di wilayah
> perairan Indonesia mengakibatkan pendapatan sumber daya laut dari
> masyarakat terus mengalami penurunan. Stok ikan di Indonesia yang puluhan
> juta ton menurun hingga hanya beberapa juta ton beberapa tahun lalu yang
> dikarenakan 10 ribu kapal asing beroperasi di Indonesia.
>
> "Stok ikan kita, puluhan juta ton, berkurang menjadi 7,1 juta ton di tahun
> 2014. Otomatis, rumah tangga nelayan kita berkurang hampir separuhnya dan
> menyebabkan 115 eksportir ikan tutup karena kekurangan bahan baku,"
> tuturnya.
>
> Dengan penenggelaman kapal ini diharapkan bisa memberikan efek jera bagi
> nelayan asing untuk menjarah wilayah perairan Indonesia. Ini juga mendapat
> persetujuan dari Presiden Joko Widodo, karena menurutnya, memang tidak ada
> jalan lain selain melakukan tindakan tegas dengan penenggelaman kapal
> tersebut.
>
> "Ini merupakan langkah tegas kita untuk menakutkan nelayan dari negara
> lain, karena kita juga terus memberikan peringatan kepada negara lain
> melalui Dubesnya dan pengusahanya," kata dia.
>
> Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan
> dukungannya terhadap pemusnahan kapal asing yang menangkap ikan di perairan
> Indonesia, termasuk di perairan Kalbar.
>
> "Saya sangat setuju kalau kapal asing yang sudah ditangkap kemudian
> ditenggelamkan. Karena kalau harus dilelang atau diserahkan kepada nelayan
> itu justru menjatuhkan marwah negara kita," kata Sutarmidji.
>
> Selain itu, jika kapal asing yang ditangkap di lelang atau diserahkan
> kepada nelayan, banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti perbaikan
> alat tangkapnya, permodalan bagi nelayan dan seolah-olah kita memanfaatkan
> barang bukti untuk masyarakat kita dan ini tentu tidak baik.
>
> Ia menilai, dengan proses hukum yang cukup panjang untuk pemusnahan barang
> bukti kapal seperti saat ini, dapat menimbulkan perkara baru, bila sang
> pemilik kapal bebas di pengadilan.
>
> "Karena penangkapan ikan secara ilegal merupakan kejahatan terhadap
> negara, itu hukumannya harus tegas. Makanya saya sangat mendukung
> penenggelaman kapal asing tersebut," katanya.
>
> Pewarta: Rendra Oxtora
> Editor: Nurul Hayat
> COPYRIGHT © ANTARA 2019
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke