Arti kata *munafik* menurut KBBImunafik [mu·na·fik] *Kata Adjektiva (kata sifat)*
*Arti:* berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua contoh: *'ia tidak pernah berpura-pura, selalu jujur dan tidak munafik'* Pada tanggal Sab, 4 Mei 2019 pukul 19.10 [email protected] [GELORA45] < [email protected]> menulis: > > > Betul, munafik tidak ada hubungannya dgn pembohong. > > Saya kira lebih banyak orang yg munafik daripada pembohong, seperti orang > gembar-gembor anti kapitalis tetapi maunya hidup di- atau pindah ke negara > kapitalis yg lebih nyaman seperti di Eropa Barat daripada tinggal di Eropa > Timur (dulu) atau Kuba. > > > ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : > > Akh salah! > > Gak ada kaitan antara munafik dan pembohong! > > Orang munafik bisa pembohong dan bukan pembohong! > > Orang pembohong bisa munafik dan bukan munafik! > > > > Jangan menghakimi orang lain kalau kita sendiri saja gak berani gak jadi > pembohong dan apalagi munafik! > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > *Sent:* Friday, May 3, 2019 11:25 AM > *To:* GELORA45 <[email protected]> > *Subject:* Re: [GELORA45] Dahnil Anzar Sebut Pernyataan Mahfud MD > Bukanlah Seorang Pancasilais > > > > > > Kalau tidak salah, munafik adalah tahapan tertinggi dari pembohong. > > > --- jonathangoeij@... wrote > > > Tepat begitulah, si Nesare bermaksud mengatakan kemenangan Jokowi bisa > terjadi karena garis keras tidak lagi mendukung Prabowo. Si Chan > kelihatannya mengasumsikan FPI itulah garis keras. Menurut survei LSI > sekitar 42-47% FPI mendukung Jokowi-Ma'ruf, dus hampir separuh. Ditambah yg > lain2 bisa jadi garis keras yg mendukung Jokowi-Ma'ruf lebih banyak > daripada yg mendukung Prabowo, atau setidaknya hampir sama. > > > > Pada kenyataannya kedua kelompok saling berebut dan memakan fuyonghai itu, > cuman yang satu munafik. > > > > > > --- ajegilelu@... wrote : > > Itu ibarat seloyang fuyonghai dibagi 2. Anda dapat 62%, saya 37%, dan 1% > remah-remah di piring. Logikanya, yang 1% ini tetap saja fuyonghai. > Artinya, Anda dan saya menyantap menu yang sama. > > > > Taruhlah kita sepakat bayar sendiri-sendiri, dan kalau saya terlihat lebih > menang eh lebih kenyang lantaran di bill tertulis saya harus bayar yang > 62%, ya si kasir atau pemilik warung tinggal bilang, "oh itu kesalahan > entry data"... > > > > Gitu logika kenapa saya kelihatan menang eh kenyang. > > > > ha he hoh.... > > > > --- jonathangoeij@... wrote: > > coba anda artikan tulisan Nesare itu > > > > kutipan: > > Kalau yg garis keras pilih Prabowo yg mengakomodasikan kelompok islam > garis keras masih tetap memilih Prabowo, gimana logikanya Jokowi bisa > menang? > > > > > --- djiekh@... wrote : > > Lha kan anda yang kutip tulisannya bung Nesare, tetapi bagaimana kok bisa > anda sampai ke kesimpulan : > > jokowi bisa menang karena dipilih garis keras. > > > > Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 23.51 Jonathan Goeij menulis: > > > > rasanya kok bukan anda yg ngomong dibawah > > > > On Thursday, May 2, 2019, 2:47:58 PM PDT, kh djie wrote: > > > > Bagaimana penjelasannya kok sampai bisa menyimpulkan begitu ? > > > > Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 17.19 Jonathan Goeij menulis: > > Saya cuman menyimpulkan tulisan anda yg implied Jokowi bisa menang karena > dipilih garis keras. > > > > kutipan: > > Kalau yg garis keras pilih Prabowo yg mengakomodasikan kelompok islam > garis keras masih tetap memilih Prabowo, gimana logikanya Jokowi bisa > menang? > > _ > > > > > > >
