https://news.detik.com/berita/d-4540029/sandiaga-soal-people-power-posisi-prabowo-tak-bisa-dikte-rakyat?
tag_from=wp_wm_berita_2&_ga=2.219333785.1481070032.1557252947-1868274981.1557252947
Selasa 07 Mei 2019, 20:24 WIB
Sandiaga soal People Power: Posisi Prabowo
Tak Bisa Dikte Rakyat
Mochamad Zhacky - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4540029/sandiaga-soal-people-power-posisi-prabowo-tak-bisa-dikte-rakyat?tag_from=wp_wm_berita_2&_ga=2.219333785.1481070032.1557252947-1868274981.1557252947#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4540029/sandiaga-soal-people-power-posisi-prabowo-tak-bisa-dikte-rakyat?tag_from=wp_wm_berita_2&_ga=2.219333785.1481070032.1557252947-1868274981.1557252947#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4540029/sandiaga-soal-people-power-posisi-prabowo-tak-bisa-dikte-rakyat?tag_from=wp_wm_berita_2&_ga=2.219333785.1481070032.1557252947-1868274981.1557252947#>
174 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4540029/sandiaga-soal-people-power-posisi-prabowo-tak-bisa-dikte-rakyat?tag_from=wp_wm_berita_2&_ga=2.219333785.1481070032.1557252947-1868274981.1557252947#>
Sandiaga soal People Power: Posisi Prabowo Tak Bisa Dikte Rakyat
Sandiaga Uno (M Zhacky/detikcom)
*Jakarta* - Cawapres *Sandiaga Uno
<https://www.detik.com/search/searchall?query=sandiaga&siteid=2>*
menceritakan bagaimana sikap capres *Prabowo Subianto
<https://www.detik.com/search/searchall?query=prabowo&siteid=2>*
menanggapi seruan '/people power/'. Prabowo, kata Sandiaga, tak bisa
mendikte rakyat.
"Pak Prabowo kemarin memberikan jelas posisinya yang sangat tegas bahwa
Pak Prabowo itu nggak bisa mendikte masyarakat akan melalukan apa,
karena masyarakat Indonesia sudah cerdas," kata Sandiaga saat ditemui di
kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (7/5/2019).
"Masyarakat Indonesia sudah sangat dewasa. Jika ada kecurangan (dalam
Pemilu 2019), pasti masyarakat Indonesia akan menilai sendiri," imbuhnya.
*Baca juga: *Ngeri Isu People Power Ditunggangi Teroris
<https://news.detik.com/read/2019/05/07/194554/4540003/10/ngeri-isu-people-power-ditunggangi-teroris>
Prabowo, lanjut Sandiaga, menyatakan bukan dalam posisi yang dapat
menginstruksikan rakyat untuk berbuat sesuatu. Namun Sandiaga sendiri
tak bisa menyatakan secara lugas saat diminta mengimbau masyarakat untuk
tidak turun ke jalan.
"Tentunya ada upaya-upaya untuk kita melaporkan (kecurangan) tersebut
dan pelaporan tersebut (terkait Pilpres 2019) berjalan," ujarnya.
Cawapres nomor urut 02 itu menyebut Prabowo tidak ingin berhipotesis.
Ketua Umum *Gerindra
<https://www.detik.com/search/searchall?query=gerindra&siteid=2>* itu,
sebut Sandiaga, masih berharap kecurangan dalam pilpres bisa
ditindaklanjuti.
"Dan ini meng-/quote/ Prabowo juga bahwa, '/let not put an hypothesis/'.
Jangan berhipotesis, kita tunggu prosesnya. Kita harapkan untuk
dilakukan perbaikan, dilakukan koreksi sesuai dengan laporan-laporan
yang sudah kasatmata," terang Sandiaga sambil menirukan pernyataan Prabowo.
*Baca juga: *Menhan: Jangan Maksa Rakyat, Kalau Ada Dugaan Kecurangan
Pemilu Buktikan
<https://news.detik.com/read/2019/05/05/105658/4536518/10/menhan-jangan-maksa-rakyat-kalau-ada-dugaan-kecurangan-pemilu-buktikan>
Seruan soal /people power/ diketahui muncul pertama kali dari mulut
politikus senior Amien Rais. Kapolri Jenderal Tito Karnavian
mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat yang diatur UU No 9/1998
memiliki batasan yang harus dipatuhi.
"Meski dilindungi UU 98, itu tidak absolut. Kita tahu itu UU 98 ini
mengadopsi aturan kebebasan berekspresi. UU itu mengadopsi ICCPR
(International Covenant on Civil and Political Rights)," kata Tito di
kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/5).
Tito menyampaikan hal itu dalam rapat kerja (raker) bersama DPD RI.
Agenda rapat adalah evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019.
*(zak/idn)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Rizal Ramli Klaim 02 Menang Pemilu: Ada Mitos 'TNI Tahu Segalanya'
Ekonom Rizal Ramli (kanan) memberikan sambutan pada deklarasi dukungan
Alumni Perguruan Tinggi se-Sumsel untuk Prabowo-Sandi di Palembang,
Sumsel, Minggu (31/3/2019). ANTARA FOTO/Feny Selly/nz Ekonom Rizal Ramli
(kanan) memberikan sambutan pada deklarasi dukungan Alumni Perguruan
Tinggi se-Sumsel untuk Prabowo-Sandi di Palembang, Sumsel, Minggu
(31/3/2019). ANTARA FOTO/Feny Selly/nz Oleh: Andrian Pratama Taher - 7
Mei 2019 Dibaca Normal 2 menit Rizal Ramli mengatakan Babinsa sudah
lapor kalau Prabowo menang. Di balik itu sebetulnya ada mitos bahwa TNI
tahu semua hal. tirto.id - Rizal Ramli bikin sensasi. Anggota Dewan
Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan bekas Menko Perekonomian
itu mengaku memperoleh informasi dari seorang "Letnan Kolonel TNI
Angkatan Darat" bahwa Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah memenangkan
Pilpres 2019. Hal ini ia nyatakan lewat Twitter, @RamliRizal, pada 5
Mei. Saat berita ini ditulis cuitannya telah di-RT 6.000 kali dan
mendapat likes nyaris 14 ribu. "Barusan belanja buah di supermaket.
Didatangi ibu-ibu dan bapak yang saya tidak kenal. Ibu-ibu katakan, 'Pak
Ramli harus bicara lebih keras, ini sudah tidak benar! Kemudian datang
seorang Letkol AD, 'Pak, ini sudah kebangetan, laporan-laporan Babinsa
PS (Prabowo Subianto) sudah menang. Bahkan di kompleks Paspamres!" kata
Rizal (dengan penyuntingan). Rizal enggan berkomentar lebih lanjut
ketika dikonfirmasi ulang soal twitnya itu saat menghadiri acara di
rumah Prabowo di Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019). "Tanya sama yang di
dalam saja," katanya, singkat. Dia tak menyebut siapa yang dimaksud
dengan "yang di dalam." Namun jika maksudnya adalah pengurus BPN lain,
dua narasumber yang reporter Tirto mintai komentar pun mengaku tak
paham. Juru bicara BPN Andre Rosiade misalnya, mengatakan kalau tim
tidak menerima data kemenangan dari TNI. "Kami menerima data dari partai
politik pengusung, relawan, dan simpatisan," katanya, Senin. Baca juga:
Pertarungan Abadi di Tubuh TNI: Eks KNIL vs Eks PETA Sementara jubir BPN
lain dari Demokrat, Ferdinand Hutahaean, malah bilang kalau pernyataan
Rizal tak ada kaitan sama sekali dengan tim sukses. "Bukan pernyataan
BPN secara lembaga," katanya, Senin. "Apakah hal tersebut benar atau
tidak, saya kurang tahu. Saya tak mau spekulasi," tambahnya. Ferdinand
lantas bilang kalau memang sejauh ini banyak informasi yang diterima tim
kampanye yang menyebut kalau Prabowo menang berdasarkan hitung-hitungan
Babinsa. Namun, katanya, "perhitungan secara resmi dari TNI tidak pernah
dirilis". "Jadi bagi saya ini dugaan berdasarkan informasi yang banyak
beredar di lapangan," tambah Ferdinand. Sanggahan bahkan datang dari
Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa. Dia bahkan bilang kalau TNI
tidak pernah mengumpulkan data pemilu. Selama pemilu, mereka hanya
bertugas mengamankan saja. Andika juga mengatakan kalau tidak ada satu
pun TNI yang punya data formulir C1 (formulir yang berisi rekapitulasi
suara tingkat TPS). "Tidak benar bahwa kami memiliki hasil [pemilu].
Bagaimana kami punya hasilnya? Penghitungannya saja masih berlangsung,"
katanya di Mabes AD, Senin siang. Baca juga: Wiranto: Yang Bilang 70
Persen TNI Dipengaruhi, Debat Sama Saya Andika juga bilang tim internal
TNI AD sedang menelusuri siapa Letkol AD yang Rizal Ramli maksud. Untuk
Rizal sendiri, kata Andika, mereka akan diamkan saja. "Saya tidak akan
melakukan apa pun terhadap Pak RR." Jika faktanya BPN bahkan TNI pun
sudah menyanggah pernyataan Rizal, kenapa yang bersangkutan masih
mencuitkan itu? Mitos TNI Tahu Segalanya Menurut pemerhati militer dari
Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, nama
TNI masih dibawa-bawa adalah karena institusi ini masih dianggap 'kunci'
untuk segala hal bahkan setelah dwi fungsi ABRI dihapuskan lebih dari 20
tahun lalu. Apa yang disampaikan TNI jadi seakan selalu benar.
"Menebalkan mitos seolah TNI-lah yang paling hebat, sudah mampu
mendeteksi kemenangan dalam pemilu bahkan sebelum suara mulai dihitung,"
kata Fahmi kepada reporter Tirto, Senin. "Kalau tak percaya hasil hitung
cepat, mestinya cerita macam ini juga dikesampingkan," tambahnya. Baca
juga: Beda dengan TNI, KNIL Tak Pernah Surplus Jenderal Fahmi juga
bilang kalau masyarakat Indonesia masih banyak yang percaya dengan
'mitos' itu. Jadi, ketika ada politikus yang bilang kalau dia tahu dari
TNI bahwa Prabowo-Sandiaga menang, masyarakat--terutama yang memang
memilih pasangan nomor urut 02 ini--akan percaya dan lantas semakin
meragukan hasil hitung resmi dari otoritas terkait, dalam hal ini Komisi
Pemilihan Umum (KPU). "Ini versi ke sekian soal 'laporan Babinsa'. Tanpa
dibarengi data, tentu saja sekadar rumor belaka," tegasnya. Sementara
itu, pemerhati militer dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis
Indonesia (Lesperssi) Beni Sukadis menduga kenapa klaim itu muncul dari
paslon 02 karena memang Prabowo lebih dekat ke militer ketimbang Jokowi.
Prabowo adalah seorang tentara tulen. Hampir seluruh hidupnya dipakai
untuk mengabdi di lembaga ini. Sementara Jokowi, di sisi lain, adalah
seorang sipil. "Memang keluarga besar TNI punya simpati ke 02, baik
aktif maupun yang purnawirawan. Karena dilihat secara historis, karier,
dan jasa-jasa Prabowo kepada para individu atau unit militer tersebut,"
katanya kepada reporter Tirto. Baca juga artikel terkait PILPRES 2019
atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher (tirto.id - Politik)
Reporter: Andrian Pratama Taher Penulis: Andrian Pratama Taher Editor:
Rio Apinino
Baca selengkapnya di Tirto.id <https://tirto.id> dengan judul "Rizal
Ramli Klaim 02 Menang Pemilu: Ada Mitos 'TNI Tahu Segalanya'",
https://tirto.id/rizal-ramli-klaim-02-menang-pemilu-ada-mitos-tni-tahu-segalanya-dqli.
Follow kami di Instagram: tirtoid <https://instagram.com/tirtoid> |
Twitter: tirto.id <https://twitter.com/tirtoid>