Ämne: HAWKER CULTURE SURAT DARI SINGAPUR== HAWKER CULTURE == Singapura sangat terkenal dengan kuliner dan shopping mall. Bermacam kuliner asal Chinese, Melayu / Indonesia, Philipino, Indian, Japanese, European, Thai, Burmese , Vietnamese dan Timur Tengah juga lain lainnya semua terdapat di negeri ini. Dan, tempat tempat makan umumnya selalu penuh dengan customers, apakah itu jam makan atau tidak. Rumah makan tak terhitung banyaknya diseluruh Singapura, baik yang kecil maupun yang besar sejumlah ratusan food centres dan ribuan food kiosks. Dimana ada manusia, disitu ada rumah makan. Dan Singapura penuh dengan manusia, baik masyarakat lokal mau pun turis asing terurama dari Indonesia, Malaysia, China dan India. Restaurant chain yang sudah terkenal di seluruh benua, termasuk popular fast food chain dan Chinese restaurants chain juga banyak terdapat di sini. Pada jam jam tertentu rata rata semua rumah makan penuh sesak. Tidak jarang melihat customers berbaris panjang diluar menunggu giliran masuk. Ini bisa terjadi saban hari pada restaurant yang sangat populer atau di hawkers centre dan food court. Beda antara hawkers centre dan food court sebenarnya tidak banyak. Makanan yang dijual kurang lebih bersamaan. Hanya biasanya yang dinamakan hawkers centre atau food centre itu terletak di tempat yang terbuka, tidak ada AC, umumnya di perumahan HDB atau bergabung dengan pasar tradisional, seperti Tiong Bahru Market Food Centre, Bukit Merah Food Centre dan Tampines Food Centre misalnya. Sedangkan food court umumnya terdapat di dalam gedung shopping malls dan tentunya ber AC. Adanya food court di shopping malls menjadi bagian dari daya tarik masyarakat berbelanja disitu, seperti Lucky Plaza, Takashimaya dan Plaza Singapura di Orchard Road. Belum lagi yang di luar CBD area seperti antara lain China Town Food Centre, Ang Mo Kio, Toa Payo, Serangoon, Bugis Junction, Pasir Ris dan VIVO City. Dengan berjalannya waktu, banyak food centre baru didirikan, dan yang lama direnovasi, sehingga perbedaan lokasi, dan ada tidaknya AC tidak lagi menentukan sangat. Sedangkan bagi para customers sebutan food centre atau food court tidak lah penting. Pokoknya asal cocok dengan selera ok saja. Dan adanya food centre sangat membantu para pekerja kantor yang lunch hour mereka terbatas. Sedangkan para turis sangat tertarik, tercengang dengan banyaknya pilihan makanan yang terdapat disitu. Ada beberapa faktor lain yang membuat daya tarik food centre di Singapura demikian tinggi. Pertama, street hawking adalah sebagian dari Singapore Culture yang dimulai jauh sedari pertengahan tahun 1800. Ketika itu street hawkers telah menjajakan berbagai makanan di pinggir jalan di pertengahan kota Singapura. Lalu, tumbuh cepat meluas keseluruh pulau ketika British established Singapura sebagai sebuah pelabuhan pada tahun 1819. Demikian pesat perkembangannya, sehingga pemerintah colonial British pada tahun 1924 mengambil keputusan hendak membasmi street hawkers di Singapura. Berdasarkan alasan tidak memenuhi kebersihan dan mengganggu lalu lintas. Sementara polisi diberi wewenang untuk menggusur gerobak atau tenda para street hawkers. Maka terjadilah bentrokan fisik antara polisi dan street hawkers yang didukung oleh masyarakat setempat. Dengan adanya public protest, keputusan pemerintah membasmi street hawkers ditunda dan akhirnya dihapus. Setelah merdeka, pemerintah Singapura menjalankan resettlement project besar besaran mengalihkan street hawkers dari pertengahan kota ke dalam HDB estates. Keputusan ini lah yang telah mengubah dan membuat hawker centres tumbuh menjadi serupa "Community Dining Room" yaitu ruang makan komunitas dalam suasana kota. Inilah ciri kunci yang mendasarkan tumbuhnya Hawker Culture di Singapura. Pada tanggal 27 March 2019, pemerintah Singapura telah mengajukan kepada UNESCO Representative List of the Intangible Central of Heritage of Humanity agar Singapore Hawker Culture tercantum dalam catatan UNESCO Heritage. HAWKER CULTURE adalah sebuah institusi dengan latar belakang sejarah yang cemerlang. Ia menduduki tempat penting dalam perjalanan hidup masyarakat Singapura sepanjang masa. May SwanSingaporeTuesday 7 May 2019.
[GELORA45] SURAT DARI SINGAPUR == HAWKER CULTURE ==
Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] Tue, 07 May 2019 20:31:40 -0700
