Special for Chan tulalit. Contoh tulisan kultus individu, branding Jokowi dengan Yesus ---
Sang Tukang Kayu Sang Tukang Kayu telah tampil Berangkat dari Kota Mempelai Hendak mempersunting Nusantara Untuk menjadi kekasih sejati Perawakannya lembut bagai air Sikapnya merendah mengalir ke bawah Kelembutannya melunakkan yang keras Kerendahannya menaklukkan yang kuat Sang Tukang Kayu dikira hendak naik Padahal ia turun menjejak jurang Beliau disangka hendak makin berkuasa Nyatanya melenggang hingga ke akar Supaya rumput tetap hijau subur Dan padangnya penuh kawanan domba Supaya terus limpah susu dan madu Di tanah pusaka para leluhur Sang Tukang Kayu tampil bersahaja Anak manusia dari kalangan beriman Rakyat lebih tertegun daripada terkagum Bukan karna wibawa namun karna denyut nurani Apa yang hendak diceritakan Justru akan makin banyak dilihat Apa yang hendak didengar Justru akan makin banyak dipahami Sang Tukang Kayu jernih penuh rasa Tidak memaksa diri untuk maju Namun paham menangkap kesempatan Dan berjuang dengan jalan yang wajar Kadang ia mundur untuk maju Juga memberi untuk mengambil Mendengar untuk memimpin hingga Bobotnya terasa nyaman di pundak rakyat Sang Tukang Kayu tak mudah dirayu Namun jika perlu ia membujuk para musuh Supaya ada keamanan di seluruh negeri Tanpa rakyat menyadari jasa-jasanya Ia rela untuk tidak terlelap petang dan pagi Dari apapun yang dahsyat menimpa Ia setia untuk terus terjaga siang dan malam Dari siapapun yang gelap memburu Sang Tukang Kayu melaju bijak Bagai seorang resi begawan Bertutur, bertindak dan berdampak Sesuai dengan sandaran kepada Sang Mahakuasa Kehadirannya adalah satria yang ketujuh Dari enam satria pendahulunya Sama seperti kiprah Tuannya yang tampil Setelah Ibrahim, Yusuf, Musa, Yosua, Samuel dan Daud Sang Tukang Kayu beringsut pasti Menghadapi cemoohan para Barabas Yang memang barbar dalam tutur dan tingkah Yang dengungnya bikin rakyat berdenging Karena padanya ada sesuatu yang unik Ada sebuah pertukaran yang istimewa Di kala ia kelihatan berserah pada nasib Nasib bangsa malah diserahkan padanya Sang Tukang Kayu berlenggang jaya Bukan karena nasib namun takdir Untuk mengantar Nusantara tercinta Dari sebuah awal zaman baru Kepada puncak penggenapan nan jaya Yang adalah masa keemasan sejati Supaya para pewaris negeri ini Menikmati warisan dengan seutuhnya
