Kalau khusus untuk bung Lin, silahkan Japri.
Kalau untuk diketahui umum di milis ya kirim ke Gelora?

Pada tanggal Rab, 8 Mei 2019 pukul 09.47 [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> menulis:

>
> lho... yg saya tawarin kirim tulisan2 model gitu si Lin kok
>
> ---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
>
> Lha,kan tidak ada di milis Gelora. Ada di milis lain, anda bisa beri
> reaksi di sana.
> Kok persoalan di sana dibawa ke Gelora.
> Arti di belakang si tukang kayu, kalau mau terka ya bisa tahu setelah baca
> seluruh
> apa yang orang tulis. Apa itu penghinaan, bisanya cuma nukang kayu, kok
> mau ngurus negara ?
> Atau kehebatannya, dari tinggalnya hanya di bandaran sungai, kok bisa
> masuk UGM, jadi
> Ir. kehutanan, kerja, usaha sendiri hingga terkenal di kalangan "tukang
> kayu"(exportir meubels),
> terkenal beres urus segalanya, hingga ditawari jadi walikota Solo dst.nya.
> Dan hebatnya
> begitu omong2 tentang programnya kalau jadi walikota, pekerja sosial di
> Solo Martono
> Hadinoto (yang dapat hadiah dari PBB karena usaha sosialnya)langsung
> mendukung, terus
> nelponi teman2nya untuk dukung Jokowi..
>
> Pada tanggal Rab, 8 Mei 2019 pukul 09.04 jonathangoeij@... [GELORA45] <
> [email protected]> menulis:
>
>
>
>
>
> Tulisan sebangsa ini banyak bung Lin, kalau anda mau setiap kali terima
> bisa saya kirim keanda.
> Mengkin juga yg bikin malah buzer Jokowi.
>
>
> ---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :
>
> Bg JG,
> SANG TUKANG KAYU.
> Pertama  siapa pengarangnya,  indonesia dgn 200 juta penduduk tentunya
> punya cukup banyak "karyawan" yg bisa dgn  "karya" yg memuji Jokowi atau
> "menyerangnya" secara halus litjik ..... dgn kedok memuji justru untuk
> menyerang.
> Tulisan,karya "satu" mahluk manusia tak bisa seperti gebiar uyah dicap
> "ini membangun
> kultus" bagi sang tukang kayu Jokowi" , soalnya siaran karya itu laku atau
> tidak dan bagimana sambutan publik.
> Nah kalau sang karyawan tersembunyi itu ber initial G..bagimana ya???
> Maka apa G benar2 dgn tulus menyanjung sang tukang kayu Jokowi atau agar
> masa luas sebel terhadap Jokowi dn "pilih"pasangan no. 02.
> Bg JG "karya" itu ...terlalu nyolok memuji muji sang tukang kayu dan
> terlalu  panjang untuk menarik perhatian masa,.....membaca seperempat aja
> bikin saya sebel.....coba bandingkan dgn lagu klasik zaman lalu..."pilihlah
> aku major...dst" ..kan lebih nyaman dn nikmat didengar atau dinyanyikan.
> Just another CIA trick?!
> Lin
>
> On 08-May-2019 9:56 AM, "jonathangoeij@... [GELORA45]" <
> [email protected]> wrote:
>
>
>
> Special for Chan tulalit.
>
> Contoh tulisan kultus individu, branding Jokowi dengan Yesus
>
> ---
>
>
> Sang Tukang Kayu
>
>
> Sang Tukang Kayu telah tampil
>
> Berangkat dari Kota Mempelai
>
> Hendak mempersunting Nusantara
>
> Untuk menjadi kekasih sejati
>
>
> Perawakannya lembut bagai air
>
> Sikapnya merendah mengalir ke bawah
>
> Kelembutannya melunakkan yang keras
>
> Kerendahannya menaklukkan yang kuat
>
>
> Sang Tukang Kayu dikira hendak naik
>
> Padahal ia turun menjejak jurang
>
> Beliau disangka hendak makin berkuasa
>
> Nyatanya melenggang hingga ke akar
>
>
> Supaya rumput tetap hijau subur
>
> Dan padangnya penuh kawanan domba
>
> Supaya terus limpah susu dan madu
>
> Di tanah pusaka para leluhur
>
>
> Sang Tukang Kayu tampil bersahaja
>
> Anak manusia dari kalangan beriman
>
> Rakyat lebih tertegun daripada terkagum
>
> Bukan karna wibawa namun karna denyut nurani
>
>
> Apa yang hendak diceritakan
>
> Justru akan makin banyak dilihat
>
> Apa yang hendak didengar
>
> Justru akan makin banyak dipahami
>
>
> Sang Tukang Kayu jernih penuh rasa
>
> Tidak memaksa diri untuk maju
>
> Namun paham menangkap kesempatan
>
> Dan berjuang dengan jalan yang wajar
>
>
> Kadang ia mundur untuk maju
>
> Juga memberi untuk mengambil
>
> Mendengar untuk memimpin hingga
>
> Bobotnya terasa nyaman di pundak rakyat
>
>
> Sang Tukang Kayu tak mudah dirayu
>
> Namun jika perlu ia membujuk para musuh
>
> Supaya ada keamanan di seluruh negeri
>
> Tanpa rakyat menyadari jasa-jasanya
>
>
> Ia rela untuk tidak terlelap petang dan pagi
>
> Dari apapun yang dahsyat menimpa
>
> Ia setia untuk terus terjaga siang dan malam
>
> Dari siapapun yang gelap memburu
>
>
> Sang Tukang Kayu melaju bijak
>
> Bagai seorang resi begawan
>
> Bertutur, bertindak dan berdampak
>
> Sesuai dengan sandaran kepada Sang Mahakuasa
>
>
> Kehadirannya adalah satria yang ketujuh
>
> Dari enam satria pendahulunya
>
> Sama seperti kiprah Tuannya yang tampil
>
> Setelah Ibrahim, Yusuf, Musa, Yosua, Samuel dan Daud
>
>
> Sang Tukang Kayu beringsut pasti
>
> Menghadapi cemoohan para Barabas
>
> Yang memang barbar dalam tutur dan tingkah
>
> Yang dengungnya bikin rakyat berdenging
>
>
> Karena padanya ada sesuatu yang unik
>
> Ada sebuah pertukaran yang istimewa
>
> Di kala ia kelihatan berserah pada nasib
>
> Nasib bangsa malah diserahkan padanya
>
>
> Sang Tukang Kayu berlenggang jaya
>
> Bukan karena nasib namun takdir
>
> Untuk mengantar Nusantara tercinta
>
> Dari sebuah awal zaman baru
>
>
> Kepada puncak penggenapan nan jaya
>
> Yang adalah masa keemasan sejati
>
> Supaya para pewaris negeri ini
>
> Menikmati warisan dengan seutuhnya
>
>

Kirim email ke