----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail ronggo. 
<[email protected]>; Chalik Hamid 
<[email protected]>; Bh.jo [email protected] <[email protected]>; 
Temu Eropa <[email protected]>Cc: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 8 Mei 2019 17.16.35 GMT+2Judul: Re: 
[nasional-list] 8 Poin Prabowo saat Bertemu Media Asing, Bicara Kecurangan 
Pemilu
     


...........   INDEED............

On Tue, 7 May 2019 at 20:44, 'j.gedearka' [email protected] [nasional-list] 
<[email protected]> wrote:

     
 


 
 
 

 
https://nasional.tempo.co/read/1202718/8-poin-prabowo-saat-bertemu-media-asing-bicara-kecurangan-
 
pemilu/full&view=ok
 
 
 8 Poin Prabowo saat Bertemu Media Asing, 
 
 
Bicara Kecurangan Pemilu 
   Reporter: 
Dewi Nurita
   Editor: 
Kukuh S. Wibowo
  Selasa, 7 Mei 2019 04:00 WIB     
Capres cawapres no urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Salahudin Uno 
berbincang sebelum melaksanakan ibadah salat jumat pada kunjungannya ke Aceh di 
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Jumat 3 Mei 2019. Kunjungan capres 
dan cawapres nomor urut 02 ke provinsi Aceh pascapemilu 2019 sebagai ungkapan 
terimakasih kepada masyarakat Aceh yang telah memenangkan pasangan 
Prabowo-Sandi dengan persentase sementara hingga 91 persen. ANTARA 
FOTO/Irwansyah Putra
  
TEMPO.CO, Jakarta-Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan tim 
suksesnya menyampaikan delapan poin saat menggelar pertemuan dengan media asing 
di kediamannya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, Senin sore, 6 Mei 
2019. Delapan poin itu berisi daftar panjang tuduhan kecurangan pemilu terhadap 
Komisi Pemilihan dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi selaku calon presiden 
inkumben.
 
Ekonom senior Rizal Ramli mengirimkan delapan poin itu dalam bahasa Inggris 
kepada Tempo, Selasa dini hari, 7 Mei 2019. Poin pertama, Prabowo mengatakan 
bahwa kecurangan pemilu merupakan penghinaan terbesar bagi demokrasi suatu 
negara.
 
Baca: Prabowo Gelar Pertemuan dengan Media Asing
 
"Begitu fakta terungkap, seorang pemimpin yang mengambil alih kekuasaan lewat 
pemilihan yang curang, dianggap tidak sah oleh rakyat dan karenanya kehilangan 
kemampuannya untuk memerintah secara efektif," bunyi penggalan poin pertama 
Prabowo.
   
Poin kedua, menyampaikan tuduhan kecurangan pemilu adalah langkah yang serius 
dan tidak boleh dianggap enteng hanya berdasarkan kecurigaan saja oleh pihak 
yang kalah. "Itu harus didasarkan pada fakta-fakta," bunyi poin kedua dalam 
pertemuan itu.
 
Poin ketiga, Prabowo mengklaim bahwa dirinya bisa menyajikan fakta seperti yang 
disebutkan di atas. "Kami di sini untuk mengungkapkan kepada Anda bagaimana 
kami berhasil mengumpulkan bukti yang terdokumentasi, yang menunjukkan bahwa 
kecurangan pemilu dengan niat jahat memang terjadi dalam pemilu 2019," bunyi 
poin ketiga Prabowo di hadapan media asing yang diundangnya.
 
Poin keempat, Prabowo menyebut bukti utama kubunya didasarkan pada penggunaan 
instrumen sederhana, yakni smartphone. Pengamat pemilu dari seluruh negeri dan 
relawan, ujar dia, telah  mengambil foto penghitungan suara yang direkam di 
masing-masing dari sekitar 800.000 tempat pemungutan suara atau TPS.
 
Dengan menggunakan foto-foto itu, kubu 02 sejauh ini telah mengaudit hasilnya 
di 477.000 TPS. "Dan kami telah mengungkap 73.715 kasus data ringkasan C1 yang 
salah dimasukkan ke dalam Situng yang merupakan 15,4 persen dari total yang 
diaudit hingga saat ini," ujar Prabowo.
 
Poin kelima, Prabowo menuding ada upaya sistemik oleh pemerintahan Jokowi untuk 
merusak dan memanipulasi sistem pemilu. Diantaranya, ujar dia, dengan tidak 
mengundang pemantau internasional yang kredibel, seperti Carter Center dan
 tidak mendukung IT KPU dengan sistem keamanan yang memadai sehingga dinilai 
rentan terhadap penipuan siber, serta banyak hal lainnya yang dituduhkan 
Prabowo kepada pemerintah.
 
Poin keenam, Prabowo menilai pilpres 2019 begitu rumit karena diselenggarakan 
serentak bersama pemilihan legislatif. "Mengapa itu dirancang seperti ini oleh 
pemerintahan Jokowi dan untuk tujuan apa? Pemilihan sebelumnya tidak begitu 
rumit," ujar dia..
 
Poin ketujuh, Prabowo mempertanyakan peristiwa kematian hampir 500 Kelompok 
Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada hari pemilihan. "Tragedi ini lebih 
besar daripada kecelakaan Boeing 737 Max. Kami berharap pemerintah melakukan 
penyelidikan serius terhadap masalah ini," ujar dia.
 
Poin terakhir, Prabowo menyebut dirinya dan tim akan terus mengumpulkan bukti 
kecurangan pemilu seperti yang mereka sebutkan. "Kita seharusnya tidak melihat 
cerita ini berakhir pada tanggal 22 Mei. Kita harus menyampaikan kasus ini 
kepada publik secara transparan dan membiarkan mereka memutuskan apa yang harus 
dilakukan," ujar Prabowo di akhir kalimatnya.
 
Sebelumnya, kubu Prabowo memang gencar menyebut ada kecurangan pemilu yang 
terstruktur, sistematis, dan masif. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, 
dan Keamanan Wiranto berang terhadap tuduhan tersebut. Musababnya, ujar 
Wiranto, pemilu di Indonesia mendapat pujian dari berbagai pimpinan negara di 
dunia.
 
"Kok kita sendiri malah menuduh bahwa pemilu itu adanya kecurangan-kecurangan 
yang terstruktur, sistematis, dan masif, ditambah brutal lagi. Itu tidak benar. 
Saya katakan kita benar," ujar Wiranto di kantornya, Jakarta pada Senin, 6 Mei 
2019.
 
Simak: Wiranto Bantah Ada Kecurangan dalam Pemilu 2019
 
Badan Pengawas Pemilu juga meminta pihak-pihak yang menuduh demikian melapor 
sesuai  mekanisme hukum yang ada. “Kalau ada laporan dugaan administrasi 
pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif, ya, sampaikan kepada 
kami," ujar Ketua Bawaslu Abhan di Kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, 
Kamis, 2 Mei 2019.  
 
Jika bukti-buktinya kuat, Bawaslu akan menyidangkannya secara terbuka. Sejauh 
ini Bawaslu belum menemukan atau mendapatkan laporan resmi tentang kecurangan 
yang terstruktur, sistematis, dan masif. Menurut dia, laporan maupun temuan 
pelanggaran sebagian besar sudah ditindaklanjuti Bawaslu.
   

 
 

 
 

 
 

 
 

   
    

Kirim email ke