*Ekonomi Sabuk dan Jalan Adalah Sektor Ekonomi Terbesar Kedua di Duni**a*

http://indonesian.cri.cn/20190508/7adeb5fc-87e6-bde0-8e45-405b8d19f2f5.html
2019-05-08 16:26:57

Dua laporan penelitian mengenai pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan mengundang perhatian besar pada bulan Mei ini.

Salah satunya adalah Laporan Indeks Perdagangan dan Investasi Satu Sabuk Satu Jalan yang dikeluarkan di Beijing hari Selasa kemarin (7/5) oleh Wadah Pemikir Dalam dan Luar Negeri Tiongkok yang dikepalai Pusat Pertukaran Ekonomi Internasional Tiongkok. Berdasarkan analisa data terkait PBB, laporan menunjukkan bahwa Ekonomi Satu Sabuk Satu Jalan telah melampaui Zona Perdagangan Bebas Amerika Utara dan menjadi sektor ekonomi terbesar kedua di dunia, berada di belakang Uni Eropa. Dividen perdagangan sedang muncul. Sebuah laporan dari lembaga internasional pemeringkat Perusahaan Moody’s mengatakan, iniasiatif Satu Sabuk Satu Jalan diajukan Tiongkok melalui pembangunan proyek infrastruktur besar yang membantu negara terkait meningkatkan kemampuan produksi dan memberikan sumbangan demi perkembangan ekonomi negara-negara tersebut dalam jangka pendek dan potensi pertumbuhan dalam jangka panjang.

Laporan Indeks Perdagangan dan Investasi Satu Sabuk Satu Jalan mengatakan, partisipasi perdagangan global ekonomi Satu Sabuk Satu Jalan telah meningkat hingga 55,2% pada tahun 2017. Sementara itu, volume perdagangan intern antar anggota ekonomi juga telah mencapai 13,4% dari volume total perdagangan dunia, telah melampaui daerah perdagangan bebas Amerika Utara, sama dengan 65% dari perdagangan intern UE.

Perdagangan dan pertumbuhan investasi adalah unsur penting dalam mendorong memanasnya kembali ekonomi global. Data rinci Laporan Indeks Perdagangan dan Investasi Satu Sabuk Satu Jalan menunjukkan, pembangunan bersama Satu Sabu Satu Jalan telah meningkatkan aktivitas perdagangan dan investasi negara dan daerah terkait, mendorong perkembangan ekonomi setempat, sekaligus memberikan kontribusi bagi ekonomi dunia dalam melepaskan diri dari kesulitan.

Analisa ini mendapat pembuktian dari laporan penelitian Perusahaan Moody’s. setelah menganalisa potensi pertumbuhan ekonomi 12 negara dalam jangka panjang dan risiko kemantapan ekonomi makro dalam jangka pendek dan menengah, laporan Moody’s berpendapat, Pakistan, Monggolia, Kazakhstan dan Kamboja adalah negara yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi terbesar dalam proyek Satu Sabuk Satu Jalan.

Dalam Konferensi Meja Bundar Forum Tingkat Tinggi Kerja Sama Internasional Satu Sabuk Satu Jalan ke-2, para pemimpin negara peserta konferensi melalui komunike bersama menilai tinggi perkembangan yang telah dicapai kerja sama Satu Sabuk Satu Jalan dan kesempatan yang diciptakannya, serta memutuskan untuk bersama-sama membangun Satu Sabuk Satu Jalan yang bermutu tinggi.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke