Kok orang masih suka pada Tommy, si penyuruh bunuh hakim.....
Pada tanggal Kam, 9 Mei 2019 pukul 08.38 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > Untuk melihat video,click situs dibawah ini, Tomy Soeharto hadir. > > > > > https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190509071819-20-393241/tandingi-stop-izin-fpi-muncul-petisi-dukung-fpi-terus-eksis > > > > Tandingi Stop Izin FPI, Muncul Petisi Dukung FPI Terus Eksis > > CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 07:51 WIB > > Bagikan : > > [image: Tandingi Stop Izin FPI, Muncul Petisi Dukung FPI Terus Eksis]FPI > akan habis masa Surat Keterangan Terdaftarnya sebagai organisasi > kemasyarakat di Kementerian Dalam Negeri. (CNNIndonesia/Safir Makki) > > > Jakarta, CNN Indonesia -- Petisi untuk mendukung Front Pembela Islam (*FPI > <https://www.cnnindonesia.com/tag/fpi>*) digagas di laman Change.org > <https://www.change.org/p/menteri-dalam-negeri-dan-rakyat-indonesia-dukung-fpi-terus-eksis>. > Petisi ini dibuat sehari setelah petisi yang meminta Kementerian Dalam > Negeri (*Kemendagri <https://www.cnnindonesia.com/tag/kemendagri>*) tak > memperpanjang izin ormas islam itu. > > Petisi tandingan ini bernama 'Dukung FPI Terus Eksis' yang dibuat pada 7 > Mei 2019 lalu untuk menandingi petisi 'Stop Izin FPI' yang dibuat pada 6 > Mei. > > Dua petisi ini sama-sama menujukan petisi pada Kementerian Dalam Negeri > selaku instansi yang berwenang mengeluarkan izin untuk ormas. > > > Petisi mendukung FPI diinisiasi Imam Kamaludin yang tercantum dari daerah > Jawa Barat. Hingga, Kamis (9/5), pukul 7.40 WI, petisi itu telah > mendapatkan dukungan 53.780. > Lihat juga: > > Dagri Pertimbangkan Suara Publik untuk Perpanjang Izin FPI > <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190508130902-20-393016/dagri-pertimbangkan-suara-publik-untuk-perpanjang-izin-fpi/> > > "FPI yang kita tahu, faktanya selalu berkontribusi pada hal positif, > seperti membantu korban bencana alam di setiap daerah bahkan yang terpencil > harus tetap didukung eksistensinya," demikian pengantar yang dibuat Imam > pada petisinya > <https://www.change.org/p/menteri-dalam-negeri-dan-rakyat-indonesia-dukung-fpi-terus-eksis> > tersebut. > > "Ada upaya dari kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk menghentikan > organisasi ini. Bantu FPI untuk selalu ada di saat masyarakat membutuhkan > bantuan". > > Sementara petisi pendahulunya dibuat oleh Ira Bisyir pada 6 Mei 2019. > Petisi tersebut saat ini telah mendapatkan lebih dari 244.430 per pukul > 07.43 WIB, Kamis (9/5). > > Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sebagai ormas bakal habis pada 20 Juni > 2019. > Lihat juga: > > 200 Ribu Orang Tandatangani Petisi Setop Izin FPI > <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190508203941-20-393206/200-ribu-orang-tandatangani-petisi-setop-izin-fpi/> > > > Sebelumnya, Ketua Umum FPI Sobri Lubis menilai orang yang menolak > perpanjangan izin organisasinya adalah mereka yang suka berbuat maksiat. > > "Mungkin orang-orang yang doyan maksiat ya biasanya mereka yang minta > supaya FPI dibubarkan. Enggak masalah," kata Sobri ditemui di kediaman > Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Jakarta > Selatan, Selasa (7/5) malam. > > Dia mengaku tak khawatir dengan aksi menolak perpanjangan izin FPI. Sobri > mengklaim masih banyak masyarakat yang justru ingin FPI bertambah kuat. > > Sementara itu Kementerian Dalam Negeri menyatakan bakal mempertimbangkan > suara-suara dari masyarakat terkait keberadaan ormas, termasuk perpanjangan > Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI). > > Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo > mengatakan tak menutupi suara masyarakat seperti dalam petisi Setop Ijin > FPI di change.org andai disampaikan resmi hasilnya. > > "Jadi nanti kita lihatlah hasilnya seperti apa," kata Soedarmo saat > dihubungi *CNNIndonesia.com*, Rabu (8/5). > > Namun, Soedarmo mengatakan masukan dari masyarakat hanya salah satu > pertimbangan dan bukan hal tunggal. > > "Kemendagri juga minta masukan-masukan dari beberapa kementerian/lembaga > terkait termasuk suara masyarakat banyak," ujar Soedarmo. > > > >
