https://bisnis.tempo.co/read/1204402/perang-dagang-as-vs-cina-kembali-memanas-indef-minta-pemerintah-
waspada/full&view=ok
Perang Dagang AS vs Cina Kembali Memanas,
Indef Minta Pemerintah Waspada
Reporter:
Dias Prasongko
Editor:
Martha Warta Silaban
Sabtu, 11 Mei 2019 20:30 WIB
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com
<https://statik.tempo.co/data/2018/08/12/id_725566/725566_720.jpg>
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com
*TEMPO.CO, Jakarta* - Institute for Development of Economics and
Finance atau Indef meminta pemerintah kembali waspadai mengenai ancaman
perang dagang <https://www.tempo.co/tag/perang-dagang> antara Cina
dengan Amerika Serikat (AS) yang kembali memanas. Direktur Eksekutif
Indef Tauhid Ahmad mengatakan salah satunya dampak terhadap sektor
perdagangan Indonesia.
BACA: Perang Dagang, Donald Trump Naikkan Tarif Impor Barang dari Cina
<https://dunia.tempo.co/read/1204317/perang-dagang-donald-trump-naikkan-tarif-impor-barang-dari-cina>
"Jadi memang ada efek yang merugikan Indonesia jika ada perang dagang
antara AS dan China. Pemerintah perlu mewaspadai perang dagang ini
dengan seksama, lewat jalur perdagangan," kata Tauhid dalam sebuah
diskusi yang digelar Indef di Jakarta, Sabtu 11 Mei 2019.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menaikkan
tarif impor untuk produk-produk Cina. Seperti dilaporkan berbagai media,
Trump menaikkan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen. Akibat,
pernyataan ini perdangan bursa saham di Cina sempat merosot tajam pada
Jumat, 10 Mei 2019.
BACA: Dampak Perang Dagang, Harga Koper Hingga Vacum Cleaner Cina Naik
<https://bisnis.tempo.co/read/1204298/dampak-perang-dagang-harga-koper-hingga-vacum-cleaner-cina-naik>
Menurut Tauhid, dengan kenaikan tersebut tentu tidak hanya berdampak
pada ekonomi Cina, tetapi juga negara lain termasuk Indonesia. Apabila
dalam kurun waktur dekat Cina juga membalas dengan kenaikan tariff impor
sebesar 25 persen, maka kedua negara dan seluruh dunia akan terkena
dampaknya.
Tauhid menjelaskan, hal ini penting mengingat kondisi ekspor yang
melambat pada kuartal I 2019. Menurut Tauhid pada kuartal I 2019, ekspor
tercatat melambat sebesar -2,98 persen secara year on year. Angka ini
jauh lebih dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,94 persen
year on year.
Tauhid menuturkan, dengan kondisi ekonomi dunia yang terus melambat dan
ditambah efek perang dagang, maka akan berdampak pada pertumbuhan
ekonomi negara tersebut. Misalnya, pertumbuhan ekonomi Cina berpotensi
terkoreksi sebesar hampir 1 persen pada 2021.
Efeknya, dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi Cina maka juga berpotensi
menurunkan permintaan ekspor ke Indonesia. Tauhid mengatakan, penurunan
1 persen PDB Cina akan menurunkan PDB Indonesia sebesar 0,14 persen
sementara apabila penurunan 1 persen PDB Amerika akan menurunkan PDB
Indonesia sebesar 0,05 persen
"Artinya, PDB kita akan terkoreksi kurang lebih secara bersamaan dapat
mencapai 0,19 persen tanpa contagion efek. Efek ini akan lebih besar
apabila menjalar kenegara-negara lain yang kemudian berdampak bagi
Indonesia," kata Tauhid.
Baca berita tentang Perang Dagang
<https://dunia.tempo.co/read/1203969/perang-dagang-cina-siap-balas-kenaikan-tarif-25-persen-trump>
lainnya di /Tempo.co/.