Allahu Akbar...
Koalisi dengan Demokrat akan Bubar......

Pada tanggal Rab, 15 Mei 2019 pukul 10.07 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
> Biasanya kalau pada perkumpulan sejumlah orang pengikut dimana pemimpin
> berteriak "takbir" maka ramai-ramai berteriak A.......!
>
> On Wed, May 15, 2019 at 2:15 AM Marco 45665 [email protected]
> [nasional-list] <[email protected]> wrote:
>
>>
>>
>>
>> *Takbir Hitam tsb ...membawa malapetaka dan mencerminkan situasi konkret
>> bahwa* :
>>
>> >> SEKIAN % (cukup besar ) dari Mayoritas PENDUDUK  INDONESIA menderita
>> PENYAKIT atau GANGGUAN JIWA yang SERIOUS (hanya saja Tidak ada dan Tidak
>> pernah dilakukan suatu Heath Control ( termasuk Psycho-Test, Psycho Analysa
>> , dan segalanya .... secara yang mendalam dan luas serta Research dan
>> Pengobatan Preventif yang serious pula
>> >> SEKIAN % ( Cukup significant banyak ) dari Mayoritas PENDUDUK
>> INDONESIA menderita pula  '' OVER SENSITIVE '' -  ( Gejala Mental , Faktor
>> Lingkungan dan Cara Hidup , Faktor Pendidikan dan Kegiatan Sport,
>> Entertainment yang sehat dan Hobby serta berbagai Kegiatan Produktif  dan
>> Positif - yang kesemuanya serba Kurang dan serba Lemah ....  )
>> >> SEKIAN %(juga cukup besar) dari Mayoritas  PENDUDUK  INDONESIA
>> menderita PARANOIA  ***/* - dan ditambah pula oleh Inferiority Complex
>> Syndrome yang memicu Over Sensitive -  Over Acting  dan Kecenderungan pada
>> KEHILANGAN Kepercayaan Diri yang menyebabkan JIWANYA sangat Labil ,
>> Emosionil (dikuasai Emosi) dan Kehilangan Akal ( tak mudah Memahami dan ta
>> bisa  Membedakan mana yang Benar dan Logis ...sehingga sangat mudah
>> Diprovokasi  dan Ditunggangi, Mudah Marah dan Amok,  Cepat Panik  dan Mata
>> Gelap....
>> ***/*   PARANOIA - adalah suatu Mental  State / Kondisi mental yang
>> ditandai dengan delusi penganiayaan ( Tekanan ,Kekerasan ,ketegangan yang
>> laten  ) , kecemburuan dan Kecurigaan yang amat dan yang tidak beralasan,
>> atau terlalu mementingkan diri sendiri (Ego-centris)  dan *biasanya
>> dijabarkan atau diperkuat dan dirumuskan ke dalam '' Sistem yang
>> Terorganisir'' ...  ( Contoh nyata:  Seperti Apa yg dengan bangga mereka
>> namakan ''PEOPLE POWER'' ( *tanpa OTAK , kecuali Fanatisme ,Extremisme
>> dan Kebencian serta Kekerasan  dan yg tak lebih  akhirnya  cenderung
>> meupakan Kkekuatan yang diperalat - alias * '' The PUPPET  POWER'' )
>> instead.... *
>> *.* Ini mungkin merupakan aspek gangguan kepribadian kronis,
>> penyalahgunaan narkoba, atau kondisi  serius seperti skizofrenia  serta
>> terbenam dalam mimpi dan menghayal dan Fanatik Percaya  terhadap Bayangan
>> yang tak pernah ada di mana orang tersebut kehilangan kontak dengan
>> kenyataan ( Hidup diluar Realitas )......
>>
>>
>> COBA BAYANGKAN jika PRESIDEN R.I.  begini MUTUNYA ... DAN
>> PENAMPILANNYA... kan REPOT...... keahlianya berjoget dan membual dan
>> Bersandiwara dan Over Acting ( terkadang DALAM BERPIDATO meniru Gaya
>> MUSSOLINI dan atau HITLER   ... kemudian supaya lebih SEXY ....maka segera
>> disambung dengan JOGET Dang- DUT.... ( seharusnya terus disambut oleh
>> ''People Powernya '' >   Dang - Dut Tali Kecapi ...etc,
>>
>> [image: Guntingan Koran Tempo.jpg].....
>>
>> Udah yah sampai disini dulu .....mau Ngaji doeloe terus niapin Saur  dan
>> Solat SUBUH  ....
>>  Bang Hasan,
>>
>>  
>> ========================================================================================================================
>>
>> <#m_3868802785650571726_m_8568628270641370546_m_-6414061600469203813_m_-1837355339880501187_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>>
>> On Tue, 14 May 2019 at 21:39, 'j.gedearka' [email protected]
>> [nasional-list] <[email protected]> wrote:
>>
>>>
>>>
>>>
>>> https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1518-ada-takbir-yang-mencemaskan
>>> *Ada Takbir yang Mencemaskan*
>>> Penulis: *Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group* Pada: Selasa, 14
>>> Mei 2019, 05:10 WIB podium <https://mediaindonesia.com/podiums>
>>> 
>>> <https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1518-ada-takbir-yang-mencemaskan>
>>> 
>>> <https://twitter.com/home/?status=Ada%20Takbir%20yang%0D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20Mencemaskan%0Dhttps://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1518-ada-takbir-yang-mencemaskan%0D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20via%20@mediaindonesia>
>>> [image: Ada Takbir yang Mencemaskan]
>>> <https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/podiums/2019/05/e10a454bdf7e48985bdaf979c092c5ed.jpg>
>>>
>>> *MI*
>>> Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
>>>
>>> SETIAP zaman punya ceritanya sendiri. Setiap hasrat punya siasatnya
>>> sendiri. Seperti cerita zaman ini. Cerita ketika Tuhan diklaim punya
>>> kelompok tertentu dan yang lain seperti tak boleh memiliki. Hasrat
>>> menemukan siasat.
>>>
>>> Takbir yang teramat sakral, yang diajarkan para guru me­ngaji kami
>>> dahulu di surau semasa kanak-kanak, mesti di­ucapkan penuh takzim. Di zaman
>>> ini takbir kerap digemakan di jalanan, bahkan kadang bernuansa ancaman.
>>> Ancaman pembunuhan. Kenapa Tuhan Yang Maharahman dilibatkan untuk kejahatan?
>>>
>>> Dengan takbir pula di kerumunan aksi di depan KPU, Jakarta, Jumat pekan
>>> silam, seorang pemuda sesumbar hendak memenggal kepala pemimpin tertinggi
>>> negara. “Dari Poso siap penggal kepala Jokowi. Insya Allah. Allahu Akbar.”
>>>
>>> Ia ulangi lagi setelah bergerak beberapa langkah ke depan. “Jokowi siap
>>> kita penggal kepalanya. Dari Poso. Demi Allah.”  Ringan saja ia mengancam.
>>> (Tahun lalu seorang remaja bertelanjang dada, seperti kalap, memaki-maki
>>> Jokowi, mengancam hendak menembaknya. Ayah anak ini kemudian meminta maaf.
>>> Kenapa anak ini begitu benci?)
>>>
>>> Poso, Sulawesi Tengah, yang disebut ialah lokus yang punya
>>> cerita kekerasan. Sang pemuda itu punya referensi. Adakah nama Jokowi yang
>>> disebutkan punya tafsir selain Joko Widodo, sang kepala negara kita? Di
>>> mahkamah nanti akan menjadi benderang apa motifnya. Polisi toh telah
>>> mencokoknya.
>>>
>>> Frasa ‘Demi Allah’, tanda keseriusan hendak melakukan. Dalam video
>>> kerumunan itu, dua ibu berhijab dengan riang dan serentak melafalkan takbir
>>> tanda setuju kehendak sang pemuda. Memenggal kepala manusia, bahkan kepala
>>> negara, seolah hal mulia.
>>>
>>> Tak usah dicari jejak yang jauh. Sejak Pilkada Jakarta, dimulai kasus
>>> Al-Maidah 51, seruan membunuh Ahok dipimpin pentolan FPI Muhammad Riza
>>> Shihab nyaring diteriakkan. Tak aneh jika ada banyak yang mengikuti jejak
>>> yang tak jauh itu. Seolah di negeri ini membunuh manusia semudah orang
>>> meludah. Inilah pilkada dengan politik identitas yang paling membelah yang
>>> terus dibawa ke Pemilu 2019.
>>>
>>> Kasus sang pemuda itu menambah panjang senarai serupa itu, takbir untuk
>>> laku mungkar. Sebagai muslim saya merasa tak nyaman setiap ada  gema takbir
>>> sebagai prolog atau epilog laku destruktif. Ada rasa cemas setiap takbir
>>> digemakan di jalanan dengan nada jauh dari ketakziman.
>>>
>>> Ini bulan Ramadan. Bulan penuh berkah dan ampunan. Bulan ketika muslim
>>> dianjurkan menjaga lisan (dan tulisan). Bulan ladang pahala jika puasa
>>> dilaksanakan dengan segenap jiwa raga. Seperti kata Imam Al Ghazali, ibadah
>>> puasa secara paripurna dengan membersihkan hati dari hal-hal busuk dan
>>> menjauhi segala perbuatan buruk.
>>>
>>> Baik dan bijak pula anjuran di bulan Ramadan agar kita puasa bermain
>>> media sosial. Salah satu yang menganjurkan ialah Ketua Umum PP Muhammadiyah
>>> Haedar Nashir. Istilah yang kini populer ‘puasa jempol’ sebab lewat kuasa
>>> jempollah kabar dusta, fitnah, dan kebencian menyebar bagai virus mematikan.
>>>
>>> Namun, puasa kali ini mungkin kita hanya mendapat lapar dan dahaga sebab
>>> kita belum juga jeda dari aksi saling menjelekkan dan umbaran purbasangka.
>>> Tak sekali dua kali mereka yang mengaku ulama menghujat sesama muslim lain,
>>> juga terhadap Jokowi. Ada sikap jemawa: Islam mereka lebih sejati.
>>>
>>> Menurut Syeikh Imam Nawawi Albantani, beberapa ciri-ciri ulama pewaris
>>> nabi antara lain: memiliki iman yang kukuh, istikamah, dan konsisten
>>> terhadap kebenaran. Ulama juga memiliki sifat kerasulan: jujur (shiddiq),
>>> amanat (amanah), cerdas (fathanah), dan menyampaikan (tablig).
>>>
>>> Karena itu, jika ada ulama yang merendahkan (fisik) sesama manusia,
>>> menghasut untuk melakukan kekerasan, memaki-maki dengan kata-kata kotor,
>>> menebar kabar dusta dan fitnah, sulit saya menaruh hormat kepada mereka..
>>> Ulama, orang-orang berilmu itu, harus jadi pencerah umat. Bukan
>>> pemecah umat.
>>>
>>> Kita percaya, ulama sejati, para pencerah dan pemandu umat itu, tetap
>>> setia pada tugas yang mulia. Mereka teguh. Tak gaduh dan riuh. Mereka
>>> istikamah dan konsisten menjaga kebenaran. Mereka jadikan kejujuran dan
>>> keadilan mahkota hidupnya sebab inilah ‘magnum opus’ ulama yang
>>> sesungguhnya. Termasuk tugas besar meluruskan generasi pembenci nan agresif
>>> hasil ‘didikan’ para penghasut lewat media sosial.
>>> 
>>> <https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1518-ada-takbir-yang-mencemaskan>
>>> 
>>> <https://twitter.com/home/?status=Ada%20Takbir%20yang%0D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20Mencemaskan%0Dhttps://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1518-ada-takbir-yang-mencemaskan%0D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20via%20@mediaindonesia>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>>  Bez
>> virů. www.avast.com
>> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>> <#m_3868802785650571726_m_8568628270641370546_m_-6414061600469203813_m_-1837355339880501187_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>>
>> 
>

Kirim email ke