*Apakah dengan guru menaruh tangan di kepala, maka murid menjadi pintar,
karena ilmu yang diajarkan guru langsung masuk otak murid dan mengerti apa
yang diajarkan guru? Selama saya sekolah rakyat tidak pernah ada cium-cium
tangan guru/agama, apakah sekarang NKRI ini masuk ke alam feodal mojopahit
ataukah al arabia? hehehehehehe*

*Zaman Orla, RI expor guru ke Malaysia, sekarang impor guru, NKRI maju ke
kemunduran!*

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pre420328/ikatan-guru-indonesia-kritik-wacana-impor-guru



Ikatan Guru Indonesia Kritik Wacana Impor Guru

Ahad 12 Mei 2019 19:01 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Indira Rezkisari

   - 11
   
<https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pre420328/ikatan-guru-indonesia-kritik-wacana-impor-guru#>
   -
   
<https://twitter.com/intent/tweet?status=Ikatan%20Guru%20Indonesia%20Kritik%20Wacana%20Impor%20Guru%20https://republika.co.id/r/pre420328>
   - 6
   
<https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pre420328/ikatan-guru-indonesia-kritik-wacana-impor-guru#comment-list>
   -

[image: Siswa-siswi SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah, menyalami
gurunya yang baru tiba di sekolah, Senin (15/10).]

DiREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad
Ramli Rahim mengkritik rencana mengundang guru atau pengajar dari luar
negeri guna mengajar di Indonesia. Dia mengaku bingung dengan wacana yang
dilontarkan kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan
kebudayaan (kemenko-PMK).a menilai wacana impor guru sebagai hal yang
kurang tepat terlebih di tengah hebohnya guru-guru honorer yang sudah
mengabdi puluhan tahun menyelamatkan pendidikan dengan pendapatan yang
tidak memadai. Menurutnya, pemerintah pemerintah lebih baik menyejahterakan
guru honorer Indonesia jika memang memiliki banyak dana.

Muhammad mengatakan, guru-guru di Indonesia sebenarnya memiliki potensi
baik. Sayangnya, dia mengatakan, mereka dibebani kurikulum dan administrasi
yang berat sehingga disibukkan dengan hal-hal yang tidak perlu.

Menurut Muhammad, guru-guru impor itu juga akan tidak bisa bekerja maksimal
dengan ikatan kurikulum yang sama jika dibeban administrasi serula. Dia
melanjutkan, mereka bahkan akan mengalami kendala bahasa yang menjadi
masalah besar.

"Persoalan lainnya adalah maukah mereka, para guru luar negeri ini mengajar
di daerah terluar, terdepan dan terbelakangnya Indonesia?" kata Muhammad
Ramli Rahim dalan keterangan resmi di Jakarta, Ahad (12/5).

Muhammad memaparkan, berdasarkan data yang termuat di Majalah Dikti Volume
3 Tahun 2013, ternyata jumlah LPTK saat itu ada 429 lembaga, terdiri dari
46 LPTK Negeri dan 383 LPTK Swasta. Jumlah mahasiswa keseluruhannya
mencapai 1.440.770 orang.

Angkanya sangat mengejutkan karena pada tahun 2010 jumlah LPTK hanyalah
sekitar 300-an. Artinya ada kenaikan 100 LPTK lebih dalam jangka waktu
hanya 3 tahun atau sekitar 30 setiap tahun atau 3 lembaga setiap bulan.

"Jadi setiap 10 hari muncul sebuah LPTK baru…! Tentu saja statistik ini
langsung mematahkan asumsi bahwa minat menjadi guru itu rendah," katanya.

Dia mengatakan, dengan jumlah mahasiswa 1,44 juta maka diperkirakan lulusan
sarjana kependidikan adalah sekitar 300.000 orang per tahun. Padahal, dia
menyebutkan, kebutuhan akan guru baru hanya sekitar 40.000 orang per tahun.

Artinya, dia menambahkan, akan terjadi kelebihan pasokan yang sangat besar.
Perlu diketahui bahwa 100-an LPTK baru yang didirikan tahun 2010-2013 jelas
belum memiliki mahasiswa sebanyak kapasitas yang mereka persiapkan dan juga
baru akan mulai meluluskan beberapa tahun kedepan.

Jadi, dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi ledakan bom jumlah lulusan
LPTK tidak akan mungkin tertampung karena terbatasnya kebutuhan
dibandingkan lulusan," katanya.

Dia mengatakan, 429 LPTK penghasil guru ini tentu saja mendapat suntikan
anggaran negara yang tidak kecil. Kemdikbud juga punya 14 P4TK termasuk
LP2KS dan LP2KPTK2, memiliki 34 LPMP yang merupakan mantan Balai Pelatihan
Guru (BPG) tapi malah berpikir untuk melakukan Impor Guru.

"Jadi daripada melakukan impor guru, lebih baik dosen-dosen LPTK itu
diganti semuanya sama dosen luar negeri biar mampu menghasilkan guru-guru
terbaik jika asumsinya orang luar negeri lebih baik dari kita," katanya.

Kirim email ke