----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Rabu, 15 Mei 2019 
20.07.30 GMT+2Judul: [nasional-list] Ikatan Guru Indonesia Kritik Wacana Impor 
Guru
     

Apakah dengan guru menaruh tangan di kepala, maka murid menjadi pintar, karena 
ilmu yang diajarkan guru langsung masuk otak murid dan mengerti apa yang 
diajarkan guru? Selama saya sekolah rakyat tidak pernah ada cium-cium tangan 
guru/agama, apakah sekarang NKRI ini masuk ke alam feodal mojopahit ataukah al 
arabia? hehehehehehe
Zaman Orla, RI expor guru ke Malaysia, sekarang impor guru, NKRI maju ke 
kemunduran!
https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pre420328/ikatan-guru-indonesia-kritik-wacana-impor-guru
 




Ikatan Guru Indonesia Kritik Wacana Impor Guru

Ahad 12 Mei 2019 19:01 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Indira Rezkisari
   
   - 11
   - 
   - 6
   -  


DiREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli 
Rahim mengkritik rencana mengundang guru atau pengajar dari luar negeri guna 
mengajar di Indonesia. Dia mengaku bingung dengan wacana yang dilontarkan 
kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan 
(kemenko-PMK).a menilai wacana impor guru sebagai hal yang kurang tepat 
terlebih di tengah hebohnya guru-guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun 
menyelamatkan pendidikan dengan pendapatan yang tidak memadai. Menurutnya, 
pemerintah pemerintah lebih baik menyejahterakan guru honorer Indonesia jika 
memang memiliki banyak dana.



Muhammad mengatakan, guru-guru di Indonesia sebenarnya memiliki potensi baik. 
Sayangnya, dia mengatakan, mereka dibebani kurikulum dan administrasi yang 
berat sehingga disibukkan dengan hal-hal yang tidak perlu.



Menurut Muhammad, guru-guru impor itu juga akan tidak bisa bekerja maksimal 
dengan ikatan kurikulum yang sama jika dibeban administrasi serula. Dia 
melanjutkan, mereka bahkan akan mengalami kendala bahasa yang menjadi masalah 
besar.



"Persoalan lainnya adalah maukah mereka, para guru luar negeri ini mengajar di 
daerah terluar, terdepan dan terbelakangnya Indonesia?" kata Muhammad Ramli 
Rahim dalan keterangan resmi di Jakarta, Ahad (12/5).



Muhammad memaparkan, berdasarkan data yang termuat di Majalah Dikti Volume 3 
Tahun 2013, ternyata jumlah LPTK saat itu ada 429 lembaga, terdiri dari 46 LPTK 
Negeri dan 383 LPTK Swasta. Jumlah mahasiswa keseluruhannya mencapai 1.440.770 
orang.



Angkanya sangat mengejutkan karena pada tahun 2010 jumlah LPTK hanyalah sekitar 
300-an. Artinya ada kenaikan 100 LPTK lebih dalam jangka waktu hanya 3 tahun 
atau sekitar 30 setiap tahun atau 3 lembaga setiap bulan.



"Jadi setiap 10 hari muncul sebuah LPTK baru…! Tentu saja statistik ini 
langsung mematahkan asumsi bahwa minat menjadi guru itu rendah," katanya.



Dia mengatakan, dengan jumlah mahasiswa 1,44 juta maka diperkirakan lulusan 
sarjana kependidikan adalah sekitar 300.000 orang per tahun. Padahal, dia 
menyebutkan, kebutuhan akan guru baru hanya sekitar 40.000 orang per tahun.



Artinya, dia menambahkan, akan terjadi kelebihan pasokan yang sangat besar. 
Perlu diketahui bahwa 100-an LPTK baru yang didirikan tahun 2010-2013 jelas 
belum memiliki mahasiswa sebanyak kapasitas yang mereka persiapkan dan juga 
baru akan mulai meluluskan beberapa tahun kedepan.



Jadi, dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi ledakan bom jumlah lulusan 
LPTK tidak akan mungkin tertampung karena terbatasnya kebutuhan dibandingkan 
lulusan," katanya.



Dia mengatakan, 429 LPTK penghasil guru ini tentu saja mendapat suntikan 
anggaran negara yang tidak kecil. Kemdikbud juga punya 14 P4TK termasuk LP2KS 
dan LP2KPTK2, memiliki 34 LPMP yang merupakan mantan Balai Pelatihan Guru (BPG) 
tapi malah berpikir untuk melakukan Impor Guru.


"Jadi daripada melakukan impor guru, lebih baik dosen-dosen LPTK itu diganti 
semuanya sama dosen luar negeri biar mampu menghasilkan guru-guru terbaik jika 
asumsinya orang luar negeri lebih baik dari kita," katanya. 
    

Kirim email ke