Gaji guru perlu memadai. Guru-guru tiap tahun harus mengikuti kursus refreshing. Kalau perlu pakai ujian ? Kalau tidak lulus, gaji tidak naik secara berkala? Probleem Indonesia : Kependudukan. K.B. jalan apa tidak ?
Pada tanggal Kam, 16 Mei 2019 pukul 06.24 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* Sunny ambon [email protected] [nasional-list] < > [email protected]> > *Terkirim:* Rabu, 15 Mei 2019 20.07.30 GMT+2 > *Judul:* [nasional-list] Ikatan Guru Indonesia Kritik Wacana Impor Guru > > > > *Apakah dengan guru menaruh tangan di kepala, maka murid menjadi pintar, > karena ilmu yang diajarkan guru langsung masuk otak murid dan mengerti apa > yang diajarkan guru? Selama saya sekolah rakyat tidak pernah ada cium-cium > tangan guru/agama, apakah sekarang NKRI ini masuk ke alam feodal mojopahit > ataukah al arabia? hehehehehehe* > > *Zaman Orla, RI expor guru ke Malaysia, sekarang impor guru, NKRI maju ke > kemunduran!* > > > https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pre420328/ikatan-guru-indonesia-kritik-wacana-impor-guru > > > > Ikatan Guru Indonesia Kritik Wacana Impor Guru > > Ahad 12 Mei 2019 19:01 WIB > > Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Indira Rezkisari > > - 11 > > <https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pre420328/ikatan-guru-indonesia-kritik-wacana-impor-guru#> > - > > <https://twitter.com/intent/tweet?status=Ikatan%20Guru%20Indonesia%20Kritik%20Wacana%20Impor%20Guru%20https://republika.co.id/r/pre420328> > - 6 > > <https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pre420328/ikatan-guru-indonesia-kritik-wacana-impor-guru#comment-list> > - > > [image: Siswa-siswi SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah, menyalami > gurunya yang baru tiba di sekolah, Senin (15/10).] > > DiREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad > Ramli Rahim mengkritik rencana mengundang guru atau pengajar dari luar > negeri guna mengajar di Indonesia. Dia mengaku bingung dengan wacana yang > dilontarkan kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan > kebudayaan (kemenko-PMK).a menilai wacana impor guru sebagai hal yang > kurang tepat terlebih di tengah hebohnya guru-guru honorer yang sudah > mengabdi puluhan tahun menyelamatkan pendidikan dengan pendapatan yang > tidak memadai. Menurutnya, pemerintah pemerintah lebih baik menyejahterakan > guru honorer Indonesia jika memang memiliki banyak dana. > > Muhammad mengatakan, guru-guru di Indonesia sebenarnya memiliki potensi > baik. Sayangnya, dia mengatakan, mereka dibebani kurikulum dan administrasi > yang berat sehingga disibukkan dengan hal-hal yang tidak perlu. > > Menurut Muhammad, guru-guru impor itu juga akan tidak bisa bekerja > maksimal dengan ikatan kurikulum yang sama jika dibeban administrasi > serula. Dia melanjutkan, mereka bahkan akan mengalami kendala bahasa yang > menjadi masalah besar. > > "Persoalan lainnya adalah maukah mereka, para guru luar negeri ini > mengajar di daerah terluar, terdepan dan terbelakangnya Indonesia?" kata > Muhammad Ramli Rahim dalan keterangan resmi di Jakarta, Ahad (12/5). > > Muhammad memaparkan, berdasarkan data yang termuat di Majalah Dikti Volume > 3 Tahun 2013, ternyata jumlah LPTK saat itu ada 429 lembaga, terdiri dari > 46 LPTK Negeri dan 383 LPTK Swasta. Jumlah mahasiswa keseluruhannya > mencapai 1.440.770 orang. > > Angkanya sangat mengejutkan karena pada tahun 2010 jumlah LPTK hanyalah > sekitar 300-an. Artinya ada kenaikan 100 LPTK lebih dalam jangka waktu > hanya 3 tahun atau sekitar 30 setiap tahun atau 3 lembaga setiap bulan. > > "Jadi setiap 10 hari muncul sebuah LPTK baru…! Tentu saja statistik ini > langsung mematahkan asumsi bahwa minat menjadi guru itu rendah," katanya. > > Dia mengatakan, dengan jumlah mahasiswa 1,44 juta maka diperkirakan > lulusan sarjana kependidikan adalah sekitar 300.000 orang per tahun. > Padahal, dia menyebutkan, kebutuhan akan guru baru hanya sekitar 40.000 > orang per tahun. > > Artinya, dia menambahkan, akan terjadi kelebihan pasokan yang sangat > besar. Perlu diketahui bahwa 100-an LPTK baru yang didirikan tahun > 2010-2013 jelas belum memiliki mahasiswa sebanyak kapasitas yang mereka > persiapkan dan juga baru akan mulai meluluskan beberapa tahun kedepan. > > Jadi, dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi ledakan bom jumlah > lulusan LPTK tidak akan mungkin tertampung karena terbatasnya kebutuhan > dibandingkan lulusan," katanya. > > Dia mengatakan, 429 LPTK penghasil guru ini tentu saja mendapat suntikan > anggaran negara yang tidak kecil. Kemdikbud juga punya 14 P4TK termasuk > LP2KS dan LP2KPTK2, memiliki 34 LPMP yang merupakan mantan Balai Pelatihan > Guru (BPG) tapi malah berpikir untuk melakukan Impor Guru. > > "Jadi daripada melakukan impor guru, lebih baik dosen-dosen LPTK itu > diganti semuanya sama dosen luar negeri biar mampu menghasilkan guru-guru > terbaik jika asumsinya orang luar negeri lebih baik dari kita," katanya. > > >
