https://bisnis.tempo.co/read/1206787/5-negara-yang-paling-banyak-beri-utang-ke-indonesia/full&view=ok
5 Negara yang Paling Banyak Beri Utang ke
Indonesia
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Kodrat Setiawan
Sabtu, 18 Mei 2019 16:30 WIB
ilustrasi uang
<https://statik.tempo.co/data/2018/05/09/id_704184/704184_720.jpg>
ilustrasi uang
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mencatat utang
<http://www.tempo.co/tag/utang> luar negeri Indonesia pada akhir
triwulan I 2019 menyentuh US$ 387,6 miliar. Angka tersebut tersebut
tumbuh 7,9 persen ketimbang tahun lalu, atau lebih tinggi dibandingkan
dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.
*Baca juga: Triwulan I 2019, Utang Luar Negeri Tembus USD 3.876 Miliar
<https://bisnis.tempo.co/read/1206447/triwulan-i-2019-utang-luar-negeri-tembus-usd-3876-miliar>*
Berdasarkan publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi Mei
2019, Tempo mencatat ada lima negara yang memberi utang paling banyak
untuk Indonesia, yakni Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Cina, dan
Hong Kong pada Maret 2019.
Sebagai pemberi utang terbanyak, Singapura tercatat menyalurkan US$
64,002 miliar. Setelah itu, Jepang menyusul dengan menggelontorkan utang
US$ 29,017 miliar, AS US$ 21,350 miliar, Cina US$ 17,918 miliar, dan
Hong Kong US$ 15,002 miliar.
"ULN sebesar US$ 387,6 miliar ini terdiri dari utang pemerintah dan bank
sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk Badan
Usaha Milik Negara atau BUMN sebesar US$ 197,1 miliar dolar," seperti
dikutip dalam keterangan tertulis yang terbitkan BI, yang diunggah dalam
website resmi, Jumat 17 Mei 2019.
BI menjelaskan bahwa utang luar negeri yang meningkat karena adanya
transaksi penarikan neto ULN. Selain itu, utang yang meningkat karena
dipengaruhi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
(AS).
Kondisi itu, kemudian membuat utang dalam rupiah tercatat lebih tinggi
dalam denominasi dolar AS. Peningkatan pertumbuhan ULN, terutama juga
bersumber dari ULN sektor swasta, di tengah relatif stabilnya
pertumbuhan ULN pemerintah.
Menurut catatan BI, utang luar negeri swasta pada akhir triwulan I 2019
tumbuh 12,8 persen secara tahunan menjadi US$ 200 miliar. Angka ini
meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya
sebesar 11,3 persen secara tahunan.
Sedangkan, hingga akhir triwulan I 2019, ULN pemerintah tercatat US$
187,7 miliar. Jumlah ini tercatat tumbuh 3,6 persen secara tahunan,
relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya
sebesar 3,3 persen year on year.
Kendati demikian, menurut BI, kondisi utang
<https://bisnis.tempo.co/read/1206224/utang-pemerintah-per-april-2019-turun-rp-3886-t>
tersebut masih terkendali dalam struktur yang aman. Jumlah utang
tersebut mencapai 36,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau
PDB pada akhir triwulan I 2019. Kemudian, struktur utang tetap
didominasi oleh ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1 persen
dari total utang luar negeri.
DIAS PRASONGKO
------------------------------------------------------------------------