https://www.antaranews.com/berita/904572/gubernur-bali-siapkan-pergub-
peringatan-bulan-bung-karno
Gubernur Bali siapkan Pergub
Peringatan Bulan Bung Karno
Kamis, 6 Juni 2019 21:07 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster berfoto dengan Wagub Bali Tjok Oka Artha
Ardhana Sukawati dan sejumlah tokoh dalam acara Peringatan 118 Tahun
Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama (Antaranews Bali/Ni Luh
Rhisma/lhs/2019)
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster tengah menyiapkan
Peraturan Gubernur tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan
Bung Karno sehingga peringatan tersebut bisa dilaksanakan secara
permanen dan berkelanjutan di Pulau Dewata.
"Bulan Juni memang bulan yang penuh dengan tonggak-tonggak sejarah yang
terkait dengan Bung Karno, Pancasila, Dasar dan Ideologi Negara yang
dirumuskan pertama-kalinya oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian
pada 6 Juni adalah Hari Lahir Bung Karno dan pada 21 Juni adalah Hari
Wafat Bung Karno," kata Koster pada kegiatan 'Peringatan 118 Tahun
Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama' yang berlangsung di
kediaman Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Kamis malam.
Selain melakukan ramah-tamah Hari Raya Idul Fitri, kegiatan kali ini,
lanjut Koster, sekaligus bersama-sama berkumpul untuk merayakan dan
mengenang hari lahir Ir Soekarno, Bapak Bangsa Indonesia, Proklamator
dan Penggali Pancasila.
Dia mengemukakan, tujuan penyelenggaraan Bulan Bung Karno yakni
mengutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa
dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang
sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh inklusi
sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang
mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas.
Keempat, membangkitkan dan Bali memelihara tentang masyarakat kolektif
memori ketokohan dan keteladanan Ir Soekarno sebagai dan Proklamator
Pancasila penggali Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat
institusionalisasi nilai-nilai lokal kearifan dengan Pancasila sesuai
masyarakat Bali.
Keseluruhan rangkaian kegiatan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi
Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Selanjutnya, bertepatan pada Idul Fitri 1440 H kali ini, Gubernur Koster
mengucapkan selamat hari raya bagi segenap umat Muslim.
"Masyarakat Hindu Bali memiliki sebutan khusus: Nyama Selam (saudara
Muslim) dan hingga saat ini tradisi saling mengunjungi dan mengirimkan
makanan (ngejot) antara masyarakat Muslim dan Hindu masih berlangsung.
Inilah bukti nyata tentang "Lima Berlian" yang digali Bung Karno dan
dirumuskan menjadi Pancasila. Inilah sifat dan karakter sejati bangsa
kita," ucapnya.
Sementara itu, Pembina MUI Bali H Roi Chan menyatakan kegiatan ini
adalah pertemuan silaturahmi, serta menyambung kasih sayang. Halal
bihalal itu adalah ajang untuk saling memaafkan.
"Bulan Ramadhan itu bukan sekadar tidak sekadar makan dan minum. Pada
momen ini, mari menebarkan kedamaian. Mari berlomba dalam kebaikan,"
katanya.
Kegiatan ini diakhiri pembacaan puisi 'Agustus' karya Yudhistira AN
Massardi oleh seniman nasional sekaligus istri Gubernur Bali Putri
Suastini Koster. Puisi ini dibacakan penuh penghayatan, sehingga iringan
aplaus audiens terdengar meriah.
Peringatan 118 Tahun Lahirnya Bung Karno dan Ramah Tamah Lintas Agama
ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana
Sukawati, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wakapolda Bali Brigjen I
Wayan Sunartha, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan Wakil Bupati
Karangasem Wayan Artha Dipa.
Sejumlah undangan lainnya turut hadir seperti pimpinan instansi
vertikal, pimpinan OPD Provinsi Bali, Rektor PTN-PTS, MUDP - MMDP,PHDI
se-Bali, Ketua FKUB beserta jaringan lintas agama, Ormas lintas provinsi
(Flobamora, Minang Saiyo dan lainnya) serta sejumlah tokoh lainnya.
Libur lebaran, Danau Beratan dikunjungi lima ribu wisatawan
Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019