Google Lobi agar Bisa Kerja Sama dengan Huawei
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Budi Riza
Sabtu, 8 Juni 2019 11:48 WIB
Huawei Vs Google. REUTERS/Dave Paresh/Philippe Wojazer
Huawei Vs Google. REUTERS/Dave Paresh/Philippe Wojazer
*TEMPO.CO*, *San Fransisco*– Manajemen Google mengatakan keputusan
pemerintah Amerika Serikat untuk melarang penggunaan komponen olehHuawei
<https://www.google.com/url?client=internal-uds-cse&cx=014552374694952769939:07jyys92vmu&q=https://bisnis.tempo.co/read/1207546/amerika-beri-kelonggaran-terhadap-huawei-apa-sebab&sa=U&ved=2ahUKEwjLzbzgitniAhVb7HMBHaX2DaEQFjAHegQIBhAC&usg=AOvVaw2WCo655tgf-CUaW1amzbw2>menimbulkan
resiko keamanan siber.
*Baca juga:**Direktur Keuangan Huawei Ditangkap, Amerika dan Cina
Memanas*
<https://fokus.tempo.co/read/1154259/direktur-keuangan-huawei-ditangkap-amerika-dan-cina-memanas>
“Google bergumentasi penghentian kerja sama dengan Huawei akan
menimbulkan dua jenis sistem operasi Android yang orisinal dan hibrida,
yang justru bakal memiliki lebih banyak bugs dan mudah diretas oleh
Cina,” kata seorang pejabat seperti dilansir/Los Angeles Times/pada
Jumat, 7 Juni 2019.
Menurut tiga orang yang mengetahui upaya lobi Google kepada pemerintah
AS, manajemen perusahaan mesin pencari terbesar dunia itu meminta
dikecualikan dari pelarangan kerja sama dengan Huawei.
*Baca juga: **Amerika Serikat Longgarkan Larangan Pembelian *Huawei**
<https://dunia.tempo.co/read/1207919/amerika-serikat-longgarkan-larangan-pembelian-huawei>
Ini terkait keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang melarang penjualan
komponen teknologi canggih dan piranti lunak kepada Huawei tanpa
persetujuan pemerintah.
Keputusan ini keluar setelah terjadinya masalah dalam negosiasi dagang
AS dan Cina untuk mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung sejak
Juli 2018.
Menurut manajemen Google, sistem operasi Android yang dikembangkan
Huawei bakal lebih mudah terkena peretasan. Manajemen Huawei telah
menyatakan akan menggunakan sistem operasi buatan sendiri jika dilarang
menggunakan Android.
Secara terpisah, perusahaan Facebook Inc telah memutuskan untuk tidak
memasang aplikasi rancangannya di telepon genggam buatan Huawei.
*Baca juga:**Diduga Melanggar Sanksi Amerika Serikat,
Bos Huawei Ditahan*
<https://dunia.tempo.co/read/1152835/diduga-melanggar-sanksi-amerika-serikat-bos-huawei-ditahan>
Keputusan ini menjadi pukulan terbaru bagi perusahaan manufatktur
teknologi telekomunikasi asal Cina, yang berusaha mempertahankan
bisnisnya di tengah larangan pemerintah AS.
Sebelumnya, pemerintah AS telah melarang semua entitas bisnis untuk
menjual komponen teknologi canggih dan piranti lunak apapun kepada
Huawei tanpa persetujuan pemerintah.
“Langkah Facebook itu melemahkan kinerja penjualan ponsel Huawei, yang
menjadi kontribusi utama pendapatan perusahaan itu di Eropa dan Asia
pada 2018,” begitu dilansir Reuters pada Jumat, 7 Juni 2019.
Menurut manajemen Facebook, para pengguna ponsel Huawei masih bisa
menggunakan aplikasi dan menerima update. Namun, ponsel Huawei yang baru
tidak lagi bisa memasang pre-install Facebook, WhatsApp, dan Instagram.
*Baca juga:Pendiri Huawei Tanggapi Larangan Amerika
<https://dunia.tempo.co/read/1206953/pendiri-huawei-tanggapi-larangan-amerika>*
Vendor ponsel kerap membuat kesepakatan bisnis untuk pre-install
aplikasi populer seperti Facebook. Aplikasi populer lainnya seperti
Twitter, dan Booking.com juga terpasang di ponsel Huawei di berbagai negara.
Manajemen Twitter dan Booking.com enggan berkomentas soal langkah
Facebook ini. Sedangkan manajemen Huawei menolak berkomentar.
Meski aplikasi pre-installed Facebook tidak lagi terpasang di ponsel
Huawei, para pengguna ponsel ini masih bisa mengunduh aplikasi itu
setelah membeli ponsel. Ini bisa dilakukan dengan mengakses aplikasi
Google Playstore.
Namun, ponsel generasi baru Huawei nantinya tidak lagi bisa mengakses
aplikasi Google Playstore kecuali pemerintah AS mengubah kebijakannya.
Sebelum Facebook, perusahaan digital raksasa seperti Google Inc juga
telah menyatakan tidak akan menyediakan piranti lunak Android untuk
ponsel Huawei karena adanya larangan dari pemerintah AS.
ADVERTISEMENT
Namun, aplikasi Playstore Google dan semua aplikasi Google masih
tersedia untuk semua jenis ponsel Huawei yang beredar saat ini.
Larangan pemerintah AS itu berlaku sejak Mei 2019 dan merupakan bagian
dari kampanye panjang melawan perusahaan asal Cina ini. Pemerintah AS
menuding Huawei terlalu dekat dengan pemerintah Cina dan peralatan
jaringan telekomunikasi yang dibuat perusahaan itu bisa menjadi akses
kegiatan espionase.
Manajemen Huawei telah menolak tudingan ini. Manajemen juga menyatakan
telah bersiap menghadapi larangan penjualan komponen canggih dan akan
berusaha mencari jalan keluar. Salah satunya adalah menggunakan komponen
buatan sendiri, yang telah disiapkan beberapa tahun sebelumnya.
Menurut beberapa pelanggan di Eropa dan Asia, mereka enggan membeli
ponsel Huawei karena adanya ketidakpastian ini. Beberapa analis
memprediksi Huawei bakal mengalami penurunan penjualan ponsel secara
signifikan.
Selain soal larangan ini, bekas Direktur KeuanganHuawei
<https://www.google.com/url?client=internal-uds-cse&cx=014552374694952769939:07jyys92vmu&q=https://dunia.tempo.co/read/1155606/kasus-huawei-menlu-amerika-bakal-bebaskan-2-warga-kanada-di-cina&sa=U&ved=2ahUKEwjLzbzgitniAhVb7HMBHaX2DaEQFjAGegQIARAC&usg=AOvVaw08TayKJ9zQpsxWW5qzxRwz>,
Meng Wanzhou, sedang menjalani proses persidangan terkait permintaan
ekstradisi oleh otoritas AS. Seperti dilansir Globe and Mail, otoritas
AS menuding Meng membantu pengerjaan proye pembangunan jaringan
telekomunikasi di Iran. Pembayaran atas pengerjaan proyek ini
menggunakan jaringan perbankan AS.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com