Xi Jinping Hadiri SPIEF ke-23 dan Berpidato
http://indonesian.cri.cn/20190608/bd4aa671-2d85-ea53-d8e7-c4f1397cc020.html
2019-06-08 10:09:40
Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) ke-23 digelar di St.
Petersburg, Rusia pada hari Jumat kemarin (7/6). Upacara pembukaan
dihadiri Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin,
Presiden Bulgaria Rumen Radev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan,
Perdana Menteri Slovakia Peter Pellegrini dan Sekjen PBB Antonio Guterres.
图片默认标题_fororder_xsb1
图片默认标题_fororder_xsb2
Xi Jinping menyampaikan pidato yang berjudul: Mempertahankan
Perkembangan Berkelanjutan, Bersama-sama Menciptakan Dunia Yang Makmur
dan Indah. Dalam pidatonya Presiden Xi menekankan bahwa Tiongkok
bersedia berupaya bersama seluruh masyarakat internasional untuk
membangun ekonomi dunia yang terbuka dan plural, membangun masyarakat
sejahtera dan kampung halaman yang indah dalam rangka bersama-sama
menempuh jalan pembangunan berkelanjutan yang baru.
Xi Jinping menyatakan, Rusia merupakan mitra penting bagi Tiongkok untuk
melakukan kerja sama di berbagai bidang. Inisiatif Sabuk Jalan dan
inisiatif Kemitraan Eurasia Raya yang diajukan oleh Presiden Putin
mengandung makna serasi. Kedua inisiatif tersebut akan didukung dan
didorong bersama untuk meningkatkan integrasi ekonomi regional guna pada
akhirnya mewujudkan perkembangan berkelanjutan.
Xi Jinping menekankan, pembangunan berkelanjutan memenuhi kebutuhan
mayoritas mutlak negara di dunia. Tiongkok akan berupaya bersama
masyarakat internasional untuk menciptakan jalan pembangunan
berkelanjutan yang baru.
Untuk itu, Presiden Xi Jinping mengajukan beberapa usulan sebagai berikut:
Pertama, mempertahankan prinsip konsultasi bersama, pembangunan bersama
dan menikmati manfaat bersama dalam rangka membangun ekonomi dunia yang
terbuka dan plural.
Kedua, berorientasi pada manusia, berupaya membangun masyarakat bahagia
yang bersifat inklusif.
Ketiga, mempertahankan pembangunan hijau berkelanjutan, membangun
kampung halaman indah yang harmonis antara manusia dan alam.
Xi Jinping menuturkan, Tiongkok akan berupaya bersama semua pihak
lainnya untuk memelihara perdamaian dan ketenteraman guna membangun
dunia yang lebih makmur dan kondusif.
Putin dalam pidatonya mengatakan, situasi dunia telah mengalami
perubahan yang mengkhawatirkan. Menghadapi perkembangan pesat
negara-negara Emerging Market, sejumlah negara Barat telah menerapkan
cara-cara yang tidak terpuji untuk melakukan penekanan, antara lain,
melalui perang dagang, hegemoni moneter dan sanksi ekonomi unilateral.
Perilaku gencet yang dilakukan negara Barat tertentu terhadap perusahaan
Huawei Tiongkok adalah salah satu contohnya yang tipikal. Putin
menandaskan, di dunia ini tiada pola perkembangan yang sempurna yang
sesuai dengan negara mana pun. Tiap negara memiliki hak untuk memilih
jalan pembangunannya diri sendiri. Negara mana pun tidak berhak
memaksakan keinginannya pada negara lain. Ketertiban internasional yang
tidak sederajat tidak akan terpelihara stabil dan berkelanjutan. Putin
mengimbau pembahasan ketertiban internasional yang baru di atas dasar
kesepahaman umum masyarakat internasional dengan mempertimbangkan
kepentingan pembangunan setiap negara berkembang. Rusia akan
bersama-sama masyarakat internasional untuk menghadapi tantangan bersama.
Di sesi tanya jawab, Presiden Xi sempat menjawab pertanyaan tentang
isu-isu anti globalisasi, pembangunan inisiatif Sabuk Jalan dan
denuklirisasi Semenanjung Korea.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com