https://www.antaranews.com/berita/912946/sri-mulyani-sebut-investasi-jadi-
penopang-pertumbuhan-53-56-persen
Sri Mulyani sebut investasi jadi
penopang pertumbuhan 5,3-5,6
persen
Kamis, 13 Juni 2019 18:14 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) dalam Rapat Komisi XI
DPR terkait pembicaraan pendahuluan RAPBN 2020 di Jakarta, Kamis (13/6)
(Indra Arief Pribadi)
....peranan investasi swasta menjadi sangat penting sehingga yang
berhubungan dengan kebijakan investasi menjadi sangat kunci
Jakarta (ANTARA) - Andil dari investasi masih akan menjadi pendorong
yang dominan bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar
5,3 persen - 5,6 persen pada 2020, sehingga perbaikan kebijakan publik
seperti reformasi struktural dan pembangunan infrastruktur akan terus
masif dilakukan, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani, dalam Rapat Komisi XI DPR terkait pembicaraan pendahuluan
RAPBN 2020 di Jakarta, Kamis, mengatakan upaya meningkatkan investasi
akan dilakukan dengan berlanjutnya perbaikan dan pembangunan
infrastruktur baru, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan juga
reformasi kebijakan untuk kemudahan berusaha.
"Ini yang menggambarkan bahwa untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi
5,3 hingga 5,6 persen, peranan investasi swasta menjadi sangat penting
sehingga yang berhubungan dengan kebijakan investasi menjadi sangat
kunci," ujar dia.
Investasi yang juga bisa diukur dari indikator Pembentukan Modal Tetap
Bruto (PMTB) dalam komponen pertumbuhan ekonomi ditargetkan pemerintah
untuk tumbuh 7-7,4 persen pada 2020.
Pada pertumbuhan investasi, pemerintah memasang target pertumbuhan
investasi asing (Penanaman Modal Asing/PMA) langsung yang agak moderat
yakni di kisaran Rp426 triliun- Rp428 triliun dibanding proyeksi 2019
yang sebesar Rp420 triliun.
"Investasi asing langsung dalam bentuk penanaman modal asing masih akan
konstan di angka Rp426 triliun hingga Rp428 triliun," ujarnya.
Meskipun demikian, Sri Mulyani berjanji investasi dari pemerintah pusat
dan daerah akan meningkat cukup signifikan. Investasi dari pemerintah
pusat ditargetkan Sri Mulyani akan berkontribusi pada kisaran Rp246
triliun hingga Rp261 triliun. Sedangkan, investasi dari pemerintah
daerah sebesar Rp293 triliun hingga Rp310 triliun.
"Ini adalah kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan proyeksi
investasi Pemerintah tahun 2019 yang sebesar Rp215 triliun untuk
pemerintah pusat dan Rp267 triliun triliun untuk pemerintah daerah,"
ujar dia.
Sedangkan, BUMN diperkirakan masih akan ekspansif untuk mengucurkan
investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Investasi dari BUMN
ditargetkan Sri Mulyani mencapai antara Rp470 triliun hingga Rp473
triliun dari proyeksi 2018 yang sebesar Rp429 triliun.
Di samping itu, masih ada investasi swasta yang merupakan paling dominan
yakni mencapai Rp4.221,3 triliun hingga Rp4.205 triliun. Kebutuhan
investasi ini menjadi penopang untuk menumbuhkan perekonomian domestik
sebesar 5,3 persen - 5,6 persen di 2020.
Adapun total kebutuhan investasi untuk mencapai pertumbuhan PMTB di
kisaran 7-7,4 persen, kata Sri Mulyani, sebesar Rp5.802 triliun hingga
Rp5.823 triliun.
Sri Mulyani pastikan gaji ke-13 PNS cair 1 Juli 2019
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019