Kenali Teknologi Terkini pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Tulus Wijanarko
Selasa, 18 Juni 2019 02:44 WIB
Ilustrasi kereta cepat di Cina. Sumber: Pixabay/asiaone.comIlustrasi
kereta cepat di Cina. Sumber: Pixabay/asiaone.com
*TEMPO.CO*,*Jakarta*-Kereta Cepat
<https://www.tempo.co/tag/kereta-cepat>Jakarta - Bandung direncanakan
menggunakan teknologi terkini, yakni kereta cepat generasi teranyar
CR400AF. Kereta tipe tersebut merupakan hasil pengembangan dari tipe
CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang.
*Baca juga*:Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Beroperasi
2010
<https://bisnis.tempo.co/read/1205537/kereta-cepat-jakarta-bandung-ditargetkan-beroperasi-2021>
"Selain lebih andal, CR400AF juga memiliki masa penggunaan lebih lama
hingga lebih dari 30 tahun (sejak tahun produksi) serta biaya perawatan
yang lebih rendah," ujar Manager PR dan CSR PT Kereta Cepat Indonesia
China Deni Yusdiana dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Juni 2019.
Dengan menggunakan seri CR400AF, kereta cepat itu akan memiliki lebar
3,36 meter dan tinggi 4,05 meter dengan panjang kepala kereta 27,2 meter
dan intermediate kereta 25 meter. Artinya, ujar Deni, dimensi dari
kereta tersebut akan lebih besar dari tipe sebelumnya.
Kereta model anyar itu juga didesain untuk beroperasi di empat iklim,
salah satunya di kondisi tropis dengan kondisi suhu dan kelembapan
tinggi seperti di Indonesia. Nantinya, setiap rangkaian kereta akan
dilengkapi dua Lightning Arrester untuk meningkatkan keamanan terhadap
sambaran petir terutama di sisi peralatan tegangan tinggi.
"Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrim, CR400AF juga
dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta – Bandung
yang cenderung menanjak," kata Deni.
Selain itu, dengan besar daya setiap rangkaian mencapai 9750 kilowatt,
maka kereta cepat dijamin mampu memberikan akselerasi yang lebih baik
saat melewati trase pada elevasi 30 per mil. Dalam kondisi darurat,
kereta tersebut juga dapat digunakan sebagai penarik kereta lainnya
meskipun dalam kondisi gradien atau elevasi 12 per mil.
Adapun satu rangkaian kereta CR400AF, tutur Deni, terdiri dari delapan
gerbong dengan komposisi empat gerbong bermotor dan empat gerbong tanpa
motor. Menurut dia, komposisi ini memungkinkan kereta memiliki kecepatan
desain hingga 420 kilometer per jam dan kecepatan operasional 350
kilometer per jam.
"Meskipun kecepatan tinggi, dari sisi kenyamanan CR400AF memiliki/cabin
noise/yang lebih rendah sehingga mampu meredam getaran dan suara di
dalam kereta dengan lebih optimal," kata dia.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, Deni mengatakan kereta juga bakal dilengkapi dengan dua
emergency brake atau rem darurat. Yang pertama disebut Emergency Brake
EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas
emergency brake penumpang dan kontrol kewaspadaan masinis.
Emergency brake kedua disebut Emergency Brake UB yang akan aktif
berdasarkan fungsi Automatic Train Protection (ATP), pendeteksi jarak
antar kereta dan pada saat power kereta dalam kondisi off atau tidak
bekerja. "Dengan dua sistem emergency brake ini, CR400AF menawarkan
tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi kereta pada saat terjadi
kesalahan sistem maupun human error," tutur dia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com