*Sujadmiko ini kalau tak salah ingat beliau pernah menjadi ketua PRD, lalu pindah ke PDIP, apakah karena mungkin rejeki di PDIP lebih bagus dan banyak. Bagaimana denga PRD sekarang?*
On Sun, Jun 30, 2019 at 6:11 PM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Menyedihkan sekali Sudjatmiko ini, mengaku pandangannya tidak suram tapi > njeplaknya soal rumah yatim piatu terus. Kelihatan bangga betul dia waktu > jeplak begitu, seolah merasa cerdas bisa membungkus niat dan harapannya > dengan idiom rumah yatim piatu. Makanya wajar dia kaget sendiri begitu > jeplakan tajam itu dengan gampang dibongkar Rocky. > > Percuma merasa menang dalam sebuah "perang total" kalau sejak 22 Mei > (selesai penghitungan KPU) dari Jokowi sampai Sudjatmiko ini bicaranya > melulu soal merangkul, rekonsiliasi, persatuan, dan segala tetek-bengek > kegelisahan lainnya. Menang kok kebelet menyuap si kalah dengan jatah > menteri dan berbagai jabatan non kabinet. Semakin ketahuan curangnya kok > semakin pura-pura baik hati dan jujur. > > Moralnya betul-betul yatim-piatu. Kurang asuhan. > > --- lusi_d@... wrote: > > Berikut saya turunkan dua pandangan yang menarik oleh Rocky Gerung dan > Budiman Sudjatmiko dari hasil putusan bikinan MK ttg pelaksanaan Pemilu > 2019 yang lalu dan imbasnya pada usaha pencerdasan dan kesadaran > masyarakat selanjutnya. > > Selamat membaca. Lusi.- > > Home › Pilpres 2019 › Politik > > Rocky Gerung Ungkap Dampak Buruk MK Tolak Seluruh Dalil Prabowo-Sandi > Tanpa Mereka Sadari @[email protected] > > 30 Juni 2019 > > Komentar1 > > WartaKotaLive melansir TribunnewsBogor, Rocky Gerung sebagai Peneliti > di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) itu, sebut dampak MK tolak > seluruh dalil Prabowo-Sandi yakni timbul perpecahan. > > Diketahui, Rocky Gerung sebut bisa terjadi perpecahan antara pendukung > 01 dan 02 terus berkelanjutan. > > Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam Layar Demokrasi yang dilansir > TribunnewsBogor.com dari Youtube CNN Indonesia, Sabtu (29/6/2019). > > Rocky Gerung menjelaskan, dampak dari putusan MK itu membuat masyarakat > jadi melankoli. > > "Istilah melankoli yaitu ketika orang kehilangan gairah ketika > feodalisme itu sudah pergi, saya kira begitu keadaan di MK, ada > melankoli, dalam psikologi melankoli ada depresi" > > "Karena tidak mampu untuk melihat peluang ke depan, seolah tertutup, > kenapa? karena memorinya ke belakang. Masih ingin ada feodalisme, > bahkan masyarakat mengalami melankoli," jelasnya. > > Ia kemudian menyorot soal putusan hakim yang menolak seluruhnya dalil > permohonan dari kubu Prabowo-Sandiaga. > > "Saya perhatikan tadi yang dibacakan hakim menyebutkan menolak > seluruhnya, kenapa tidak sebagian, kalau seluruhnya ini berarti > mengabaikan semacam tuntutan etis dari masayrakat," katanya. > > Hal itu, menurut Rocky Gerung, akan membuat perpecahan antara 01 dan 02 > masih terus berlanjut. > > "Tapi tentu saya paham MK akan bilang ini bukan urusan kami memriksa > etis. Tapi ada soal, dengan menyebut menolak seluruhnya, kimia 01 dan > 02 akan tetap berlanjut, karena menolak seluruhnya," kata dia. > > Ia juga menilai, tidak ada upaya dari MK untuk menyeimbangkan hasil > putusan agar bisa diterima semua pihak. > > "Kalau temanya rekonsiliasi harusnya ada keseimbangan baik di dalam > awarding atau bahasa tubuh dari MK, tapi itu tidak terlihat" > > "Jadi justru MK mengukuhkan kembali kalau tidak mungkin rekonsiliasi > itu berlaku, karena MK sebagai katalisator justu menolak seluruhnya," > bebernya. > > "Akhirnya MK kembali pada fungsi primernya, yaitu menjadi formalistik > bahkan legalistik. Kalau dalilnya tidak bisa dibuktikan, ya kami tolak" > > "Jadi MK tidak memakai kesempatan untuk melakukan judicial activism, > yaitu mencari, karena ini bukan sekedar hitung-hitungan hukum, tapi ada > etik yang lukah kepada publik," tambahnya lagi. > > Rocky Gerung juga menyindir pernyataan kubu 01 soal kecurangan yang > biasa terjadi di dalam demokrasi. > > "Apalagi di awalnya sudah diterangkan bahwa 01 menganggap bahwa dalam > demokrasi, kecurangan itu dibenarkan" > > "Kalau begitu 2020 ada pilkada serentak, mari kita sama-sama boleh > curang. Karena MK tidak memberikan semacam wisdom terhadap public claim > atau moral claim," tandasnya. > > Hal itu pun ditanggapi oleh Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia yang juga > anggota PDI-P Budiman Sudjatmiko. > > Budiman Sudjatmiko mengatakan, dirinya tidak sesuram yang dikatakan > Rocky Gerung hingga ke tahap depresi menerima hasil putusan MK. > > Ia bahkan menyebut kalau pemerintah harus membangun rumah panti asuhan > bagi orang-orang yang kalah. > > "Saya tidak sesuram dan semelankoli yang dikatakan Rocky, karena tugas > pemerintahan yang menang atau calon yang menang adalah, membangun rumah > panti asuhan yang memadai bagi orang-orang yang kalah, untuk memastikan > bahwa terjadi persenyawaan kimia antara yang menang dan yang kalah, > untuk memastikan bahwa semuanya adalah bagian dari bangsa," bebernya. > > "Bahwa ketika hukum dengan pisau dinginnya mengatakan demikian, tugas > yang menang yakni secara etis menjaga kebangasaan kita dengan cara > membangun rumah panti asuhan bagi yang kalah," katanya lagi. > > Rupanya pernyataan Budiman Sudjatmiko itu ditanggapi Rocky Gerung > sebagai hal yang tidak patut. > > Ia menjelaskan sosiologi hukum tidak dimasukkan dalam pertimbangan > hukum yang dilakukan oleh MK. > > Padahal justru kejadian politik di MK itu adalah sebagian besar datang > dari problem sosiologi hukum. > > Yaitu tergoresnya rasa keadilan atau public etis tergores. > > Sehingga tidak serta merta hanya dengan membagi-bagikan jabatan menteri > kepada pihak yang kalah. > > "Nah kalau public etis tergores, dirawatnya itu bukan di rumah yatim > piatu seperti kata saudara Budiman, itu di rumah bangsa (harusnya). Dan > nggak bisa pemerintah cuma, oke kami kasih rumah yatim piatu dalam > bentu apa? Konsesi politik, 3-4 jabatan menteri misalnya," kata Rocky > Gerung. > > Rupanya hal itu buru-buru diluruskan oleh Budiman Sudjatmiko, bahwa > rumah yatim piatu itu bukan berupa jabatan. > > "Nggak, saya katakan rumah yatim piatu bagi mereka yang kalah itu bukan > jabatan, tempat oposisi dan dilindungi hak orang untuk beroposisi, kita > nggak bicara soal jabatan. Bahkan saya menentang kalau misalkan > semuanya akan diambil oleh pemerintahan, harus dibiarkan," jelasnya. > "Oke, berarti bukan jabatan," kata Rocky Gerung. [tn] > > > _ > > >
