Dari Google : https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Rakyat_Demokratik
Pada tanggal Sen, 1 Jul 2019 pukul 04.09 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > *Sujadmiko ini kalau tak salah ingat beliau pernah menjadi ketua PRD, > lalu pindah ke PDIP, apakah karena mungkin rejeki di PDIP lebih bagus dan > banyak. Bagaimana denga PRD sekarang?* > > On Sun, Jun 30, 2019 at 6:11 PM ajeg [email protected] [GELORA45] < > [email protected]> wrote: > >> >> >> Menyedihkan sekali Sudjatmiko ini, mengaku pandangannya tidak suram tapi >> njeplaknya soal rumah yatim piatu terus. Kelihatan bangga betul dia waktu >> jeplak begitu, seolah merasa cerdas bisa membungkus niat dan harapannya >> dengan idiom rumah yatim piatu. Makanya wajar dia kaget sendiri begitu >> jeplakan tajam itu dengan gampang dibongkar Rocky. >> >> Percuma merasa menang dalam sebuah "perang total" kalau sejak 22 Mei >> (selesai penghitungan KPU) dari Jokowi sampai Sudjatmiko ini bicaranya >> melulu soal merangkul, rekonsiliasi, persatuan, dan segala tetek-bengek >> kegelisahan lainnya. Menang kok kebelet menyuap si kalah dengan jatah >> menteri dan berbagai jabatan non kabinet. Semakin ketahuan curangnya kok >> semakin pura-pura baik hati dan jujur. >> >> Moralnya betul-betul yatim-piatu. Kurang asuhan. >> >> --- lusi_d@... wrote: >> >> Berikut saya turunkan dua pandangan yang menarik oleh Rocky Gerung dan >> Budiman Sudjatmiko dari hasil putusan bikinan MK ttg pelaksanaan Pemilu >> 2019 yang lalu dan imbasnya pada usaha pencerdasan dan kesadaran >> masyarakat selanjutnya. >> >> Selamat membaca. Lusi.- >> >> Home › Pilpres 2019 › Politik >> >> Rocky Gerung Ungkap Dampak Buruk MK Tolak Seluruh Dalil Prabowo-Sandi >> Tanpa Mereka Sadari @[email protected] >> >> 30 Juni 2019 >> >> Komentar1 >> >> WartaKotaLive melansir TribunnewsBogor, Rocky Gerung sebagai Peneliti >> di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) itu, sebut dampak MK tolak >> seluruh dalil Prabowo-Sandi yakni timbul perpecahan. >> >> Diketahui, Rocky Gerung sebut bisa terjadi perpecahan antara pendukung >> 01 dan 02 terus berkelanjutan. >> >> Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam Layar Demokrasi yang dilansir >> TribunnewsBogor.com dari Youtube CNN Indonesia, Sabtu (29/6/2019). >> >> Rocky Gerung menjelaskan, dampak dari putusan MK itu membuat masyarakat >> jadi melankoli. >> >> "Istilah melankoli yaitu ketika orang kehilangan gairah ketika >> feodalisme itu sudah pergi, saya kira begitu keadaan di MK, ada >> melankoli, dalam psikologi melankoli ada depresi" >> >> "Karena tidak mampu untuk melihat peluang ke depan, seolah tertutup, >> kenapa? karena memorinya ke belakang. Masih ingin ada feodalisme, >> bahkan masyarakat mengalami melankoli," jelasnya. >> >> Ia kemudian menyorot soal putusan hakim yang menolak seluruhnya dalil >> permohonan dari kubu Prabowo-Sandiaga. >> >> "Saya perhatikan tadi yang dibacakan hakim menyebutkan menolak >> seluruhnya, kenapa tidak sebagian, kalau seluruhnya ini berarti >> mengabaikan semacam tuntutan etis dari masayrakat," katanya. >> >> Hal itu, menurut Rocky Gerung, akan membuat perpecahan antara 01 dan 02 >> masih terus berlanjut. >> >> "Tapi tentu saya paham MK akan bilang ini bukan urusan kami memriksa >> etis. Tapi ada soal, dengan menyebut menolak seluruhnya, kimia 01 dan >> 02 akan tetap berlanjut, karena menolak seluruhnya," kata dia. >> >> Ia juga menilai, tidak ada upaya dari MK untuk menyeimbangkan hasil >> putusan agar bisa diterima semua pihak. >> >> "Kalau temanya rekonsiliasi harusnya ada keseimbangan baik di dalam >> awarding atau bahasa tubuh dari MK, tapi itu tidak terlihat" >> >> "Jadi justru MK mengukuhkan kembali kalau tidak mungkin rekonsiliasi >> itu berlaku, karena MK sebagai katalisator justu menolak seluruhnya," >> bebernya. >> >> "Akhirnya MK kembali pada fungsi primernya, yaitu menjadi formalistik >> bahkan legalistik. Kalau dalilnya tidak bisa dibuktikan, ya kami tolak" >> >> "Jadi MK tidak memakai kesempatan untuk melakukan judicial activism, >> yaitu mencari, karena ini bukan sekedar hitung-hitungan hukum, tapi ada >> etik yang lukah kepada publik," tambahnya lagi. >> >> Rocky Gerung juga menyindir pernyataan kubu 01 soal kecurangan yang >> biasa terjadi di dalam demokrasi. >> >> "Apalagi di awalnya sudah diterangkan bahwa 01 menganggap bahwa dalam >> demokrasi, kecurangan itu dibenarkan" >> >> "Kalau begitu 2020 ada pilkada serentak, mari kita sama-sama boleh >> curang. Karena MK tidak memberikan semacam wisdom terhadap public claim >> atau moral claim," tandasnya. >> >> Hal itu pun ditanggapi oleh Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia yang juga >> anggota PDI-P Budiman Sudjatmiko. >> >> Budiman Sudjatmiko mengatakan, dirinya tidak sesuram yang dikatakan >> Rocky Gerung hingga ke tahap depresi menerima hasil putusan MK. >> >> Ia bahkan menyebut kalau pemerintah harus membangun rumah panti asuhan >> bagi orang-orang yang kalah. >> >> "Saya tidak sesuram dan semelankoli yang dikatakan Rocky, karena tugas >> pemerintahan yang menang atau calon yang menang adalah, membangun rumah >> panti asuhan yang memadai bagi orang-orang yang kalah, untuk memastikan >> bahwa terjadi persenyawaan kimia antara yang menang dan yang kalah, >> untuk memastikan bahwa semuanya adalah bagian dari bangsa," bebernya. >> >> "Bahwa ketika hukum dengan pisau dinginnya mengatakan demikian, tugas >> yang menang yakni secara etis menjaga kebangasaan kita dengan cara >> membangun rumah panti asuhan bagi yang kalah," katanya lagi. >> >> Rupanya pernyataan Budiman Sudjatmiko itu ditanggapi Rocky Gerung >> sebagai hal yang tidak patut. >> >> Ia menjelaskan sosiologi hukum tidak dimasukkan dalam pertimbangan >> hukum yang dilakukan oleh MK. >> >> Padahal justru kejadian politik di MK itu adalah sebagian besar datang >> dari problem sosiologi hukum. >> >> Yaitu tergoresnya rasa keadilan atau public etis tergores. >> >> Sehingga tidak serta merta hanya dengan membagi-bagikan jabatan menteri >> kepada pihak yang kalah. >> >> "Nah kalau public etis tergores, dirawatnya itu bukan di rumah yatim >> piatu seperti kata saudara Budiman, itu di rumah bangsa (harusnya). Dan >> nggak bisa pemerintah cuma, oke kami kasih rumah yatim piatu dalam >> bentu apa? Konsesi politik, 3-4 jabatan menteri misalnya," kata Rocky >> Gerung. >> >> Rupanya hal itu buru-buru diluruskan oleh Budiman Sudjatmiko, bahwa >> rumah yatim piatu itu bukan berupa jabatan. >> >> "Nggak, saya katakan rumah yatim piatu bagi mereka yang kalah itu bukan >> jabatan, tempat oposisi dan dilindungi hak orang untuk beroposisi, kita >> nggak bicara soal jabatan. Bahkan saya menentang kalau misalkan >> semuanya akan diambil oleh pemerintahan, harus dibiarkan," jelasnya. >> "Oke, berarti bukan jabatan," kata Rocky Gerung. [tn] >> >> >> _ >> >> >
