Bulog Lepas 50 Ribu Ton Beras Tak Layak Konsumsi dari Gudang
Reporter:
Antara
Editor:
Rahma Tri
Selasa, 2 Juli 2019 10:30 WIB
Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)Stok beras di gudang
Bulog Jakarta.(dok.Kementan)
*TEMPO.CO*,*Jakarta* Direktur Pengadaan PerumBulog
<https://bisnis.tempo.co/read/1217428/gudang-beras-se-indonesia-hampir-penuh-bulog-mengeluhkan-hal-ini>,
Bachtiar, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melepas setidaknya 50 ribu
ton cadangan beras pemerintah (CBP). Kondisi beras yang sudah rusak dan
tidak bisa dikonsumsi lagi.
BACA: Ombudsman Khawatir Bulog Bangkrut, Menteri Darmin: Jangan
Pesimistis
<https://bisnis.tempo.co/read/1219197/ombudsman-khawatir-bulog-bangkrut-menteri-darmin-jangan-pesimistis>
"Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan
stok. Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual.
Ada sekitar 50 ribu ton," kata Bachtiar saat ditemui di Kantor
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin 1 Juli 2019.
Bahctiar menjelaskan, stok CBP itu akan dikeluarkan dari gudang dengan
mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018
tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Dalam regulasi tersebut,
disebutkan bahwa CBP dilepas apabila telah melampaui batas waktu simpan
paling sedikit 4 (empat) bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.
Bachtiar menyebutkan, 50 ribu ton beras yang akan dilepas memang
merupakan bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu, bahkan sejak
2015-2017. Namun demikian, ia menjelaskan meski beras yang mengalami
penurunan mutu tersebut dan tidak mungkin bisa dikonsumsi, bukan berarti
tidak bisa dimanfaatkan.
"Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi MSG,
jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang. Tapi
untuk dikonsumsi sudah tidak mungkin," kata Bachtiar.
Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton, terdiri dari
2,2 juta CBP dan 143 ribu ton beras komersial. Untuk mendistribusikan
stok beras CBP dan menghindari kerusakan beras di gudang, Bulog
melakukan berbagai upaya hilirisasi, seperti program Ketersediaan
Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial lewat Rumah
Pangan Kita (RPK) dan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
ADVERTISEMENT
*Baca: *Beras Bulog Menumpuk, Darmin: Bisa untuk Bantuan Pangan Non
Tunai
<https://bisnis.tempo.co/read/1201925/beras-bulog-menumpuk-darmin-bisa-untuk-bantuan-pangan-non-tunai>
Lewat program KPSH atau operasi pasar, Bulog akan menggelontorkan beras
medium sebanyak 1,48 juta ton hingga akhir Desember tahun ini.
Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program KPSH hingga
akhir Desember 2019. Tercatat hingga akhir Mei 2019,Bulog
<https://bisnis.tempo.co/read/1219264/beras-bulog-berlimpah-mensos-tawarkan-solusi-ini>telah
menyalurkan beras melalui program KPSH sebesar 225 ribu ton dan 2 ribu
ton untuk bantuan bencana alam.
*ANTARA*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com