Benar benar gila : 50.000 ton beras itu 50 juta kg beras rusak ? Apa tidak pakai sistim first in, first out. Yang paling lama disimpan, yang harus dikeluarkan dulu. Tidak ada pemberitaan, salahnya di mana kok bisa 50 juta kg beras rusak. Kok tidak ada pemberitaan apa ada penyelidikan. Dari instansi mana ? ebab kerusakan tidak diketahui ? Siapa yang harus bertanggung jawab ? Siapa yang selalu harus adakan controle? Apa kelembaban berasnya waktu digudangkan terlalu tinggi ? Apa tidak ada pengaturan udara dengan airco untuk mengurangi kelembaban dalam gudang? Tetapi kalau beras ditumpuk begitu tinggi , ya udara keringpun sulit untuk bekerja mengurangi kelembaban. Kok tidak pakai sistim pergudangan pakai pallet, dan sangkar berjeruji yang gampang dibuka, tutup untuk tiap 1 ton beras ( 40 karung x 25 kg bers/karung), dan pakai hefttruck untuk taruh pallet di tempat, di rak-rak bertumpuk. Dengan sistim ini tiap pallet dicatat tempatnya, dan tanggal digudangkannya, sehingga sistim first in, first out dapat dilakukan. Juga pengambilan beras per pallet dapat dilakukan engan cepat pakai hefttruck, sekali amil 1 ton. Tidak dengan orang tiap kali 2 karung, 50 kg. Dengan sistim pallet dan rak2, udara mudah dicirculsikan.
Pada tanggal Sel, 2 Jul 2019 pukul 05.55 ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Bulog Lepas 50 Ribu Ton Beras Tak Layak Konsumsi dari Gudang > Reporter: Antara > Editor: Rahma Tri > Selasa, 2 Juli 2019 10:30 WIB > > [image: Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)]Stok beras di > gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan) > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* Direktur Pengadaan Perum Bulog > <https://bisnis.tempo.co/read/1217428/gudang-beras-se-indonesia-hampir-penuh-bulog-mengeluhkan-hal-ini>, > Bachtiar, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melepas setidaknya 50 ribu ton > cadangan beras pemerintah (CBP). Kondisi beras yang sudah rusak dan tidak > bisa dikonsumsi lagi. > > BACA: Ombudsman Khawatir Bulog Bangkrut, Menteri Darmin: Jangan Pesimistis > <https://bisnis.tempo.co/read/1219197/ombudsman-khawatir-bulog-bangkrut-menteri-darmin-jangan-pesimistis> > > "Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok. > Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual. Ada > sekitar 50 ribu ton," kata Bachtiar saat ditemui di Kantor Kementerian > Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin 1 Juli 2019. > > Bahctiar menjelaskan, stok CBP itu akan dikeluarkan dari gudang dengan > mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 > tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Dalam regulasi tersebut, > disebutkan bahwa CBP dilepas apabila telah melampaui batas waktu simpan > paling sedikit 4 (empat) bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu. > > Bachtiar menyebutkan, 50 ribu ton beras yang akan dilepas memang merupakan > bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu, bahkan sejak 2015-2017. > Namun demikian, ia menjelaskan meski beras yang mengalami penurunan mutu > tersebut dan tidak mungkin bisa dikonsumsi, bukan berarti tidak bisa > dimanfaatkan. > > "Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi MSG, > jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang. Tapi untuk > dikonsumsi sudah tidak mungkin," kata Bachtiar. > > Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton, terdiri dari > 2,2 juta CBP dan 143 ribu ton beras komersial. Untuk mendistribusikan stok > beras CBP dan menghindari kerusakan beras di gudang, Bulog melakukan > berbagai upaya hilirisasi, seperti program Ketersediaan Pasokan dan > Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial lewat Rumah Pangan Kita (RPK) > dan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). > > ADVERTISEMENT > > *Baca: *Beras Bulog Menumpuk, Darmin: Bisa untuk Bantuan Pangan Non Tunai > <https://bisnis.tempo.co/read/1201925/beras-bulog-menumpuk-darmin-bisa-untuk-bantuan-pangan-non-tunai> > > Lewat program KPSH atau operasi pasar, Bulog akan menggelontorkan beras > medium sebanyak 1,48 juta ton hingga akhir Desember tahun ini. Sebelumnya > Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program KPSH hingga akhir > Desember 2019. Tercatat hingga akhir Mei 2019, Bulog > <https://bisnis.tempo.co/read/1219264/beras-bulog-berlimpah-mensos-tawarkan-solusi-ini>telah > menyalurkan beras melalui program KPSH sebesar 225 ribu ton dan 2 ribu ton > untuk bantuan bencana alam. > > *ANTARA* > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_6447965913486332787_m_-7356047858799584139_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
