Kalau dijual harganya rendah. Kalau busuk bisa klaim ganti rugi pada perusahaan ansuransi.
On Tue, Jul 2, 2019 at 11:16 AM kh djie [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Benar benar gila : 50.000 ton beras itu 50 juta kg beras rusak ? > Apa tidak pakai sistim first in, first out. Yang paling lama disimpan, > yang harus dikeluarkan dulu. > Tidak ada pemberitaan, salahnya di mana kok bisa 50 juta kg beras rusak. > Kok tidak ada pemberitaan apa ada penyelidikan. Dari instansi mana ? > ebab kerusakan tidak diketahui ? Siapa yang harus bertanggung jawab ? > Siapa yang selalu harus adakan controle? > Apa kelembaban berasnya waktu digudangkan terlalu tinggi ? Apa tidak ada > pengaturan udara dengan airco untuk mengurangi > kelembaban dalam gudang? Tetapi kalau beras ditumpuk begitu tinggi , ya > udara keringpun sulit untuk bekerja mengurangi > kelembaban. > Kok tidak pakai sistim pergudangan pakai pallet, dan sangkar berjeruji > yang gampang dibuka, tutup untuk tiap 1 ton beras > ( 40 karung x 25 kg bers/karung), dan pakai hefttruck untuk taruh pallet > di tempat, di rak-rak bertumpuk. Dengan sistim ini > tiap pallet dicatat tempatnya, dan tanggal digudangkannya, sehingga sistim > first in, first out dapat dilakukan. Juga pengambilan > beras per pallet dapat dilakukan engan cepat pakai hefttruck, sekali amil > 1 ton. Tidak dengan orang tiap kali 2 karung, 50 kg. > Dengan sistim pallet dan rak2, udara mudah dicirculsikan. > > > > Pada tanggal Sel, 2 Jul 2019 pukul 05.55 ChanCT [email protected] > [GELORA45] <[email protected] <[email protected]>> menulis: > >> >> >> Bulog Lepas 50 Ribu Ton Beras Tak Layak Konsumsi dari Gudang >> Reporter: Antara >> Editor: Rahma Tri >> Selasa, 2 Juli 2019 10:30 WIB >> >> [image: Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)]Stok beras di >> gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan) >> >> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* Direktur Pengadaan Perum Bulog >> <https://bisnis.tempo.co/read/1217428/gudang-beras-se-indonesia-hampir-penuh-bulog-mengeluhkan-hal-ini>, >> Bachtiar, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melepas setidaknya 50 ribu ton >> cadangan beras pemerintah (CBP). Kondisi beras yang sudah rusak dan tidak >> bisa dikonsumsi lagi. >> >> BACA: Ombudsman Khawatir Bulog Bangkrut, Menteri Darmin: Jangan >> Pesimistis >> <https://bisnis.tempo.co/read/1219197/ombudsman-khawatir-bulog-bangkrut-menteri-darmin-jangan-pesimistis> >> >> "Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok.. >> Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual. Ada >> sekitar 50 ribu ton," kata Bachtiar saat ditemui di Kantor Kementerian >> Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin 1 Juli 2019. >> >> Bahctiar menjelaskan, stok CBP itu akan dikeluarkan dari gudang dengan >> mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 >> tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Dalam regulasi tersebut, >> disebutkan bahwa CBP dilepas apabila telah melampaui batas waktu simpan >> paling sedikit 4 (empat) bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu. >> >> Bachtiar menyebutkan, 50 ribu ton beras yang akan dilepas memang >> merupakan bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu, bahkan sejak >> 2015-2017. Namun demikian, ia menjelaskan meski beras yang mengalami >> penurunan mutu tersebut dan tidak mungkin bisa dikonsumsi, bukan berarti >> tidak bisa dimanfaatkan. >> >> "Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi MSG, >> jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang. Tapi untuk >> dikonsumsi sudah tidak mungkin," kata Bachtiar. >> >> Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton, terdiri dari >> 2,2 juta CBP dan 143 ribu ton beras komersial. Untuk mendistribusikan stok >> beras CBP dan menghindari kerusakan beras di gudang, Bulog melakukan >> berbagai upaya hilirisasi, seperti program Ketersediaan Pasokan dan >> Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial lewat Rumah Pangan Kita (RPK) >> dan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). >> >> ADVERTISEMENT >> >> *Baca: *Beras Bulog Menumpuk, Darmin: Bisa untuk Bantuan Pangan Non Tunai >> <https://bisnis.tempo.co/read/1201925/beras-bulog-menumpuk-darmin-bisa-untuk-bantuan-pangan-non-tunai> >> >> Lewat program KPSH atau operasi pasar, Bulog akan menggelontorkan beras >> medium sebanyak 1,48 juta ton hingga akhir Desember tahun ini. Sebelumnya >> Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program KPSH hingga akhir >> Desember 2019. Tercatat hingga akhir Mei 2019, Bulog >> <https://bisnis.tempo.co/read/1219264/beras-bulog-berlimpah-mensos-tawarkan-solusi-ini>telah >> menyalurkan beras melalui program KPSH sebesar 225 ribu ton dan 2 ribu ton >> untuk bantuan bencana alam. >> >> *ANTARA* >> >> >> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >> 不含病毒。www.avg.com >> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >> <#m_-6228785810570503041_m_6447965913486332787_m_-7356047858799584139_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> >> >> >
