Bung Chan,
Saya sengaja ambil berita “Asa….pertanian” dari site antaranews yang
merupakan salah satu media pers pemerintah. Benar bung Chan, ulasan bung
samalah dengan yang  terlintas dalam pikiranku. Dengan tambahan beberapa
artikel terkait tema juga dari bung Djie saya ucapkan terima kasih. 
Apa yang tersembunyi/disembunyikan dalam ‘program strategis’ itu adalah
kunci dasar bahwa yang namanya petani itu tidak lepas dari tanah. Saya tidak
akan memasuki masalah tanah yang rumit ini, tapi tidak boleh dilupakan bahwa
berkaitan dengan tema, kebanyakan petani di Indonesia adalah petani kecil
rata-rata memiliki 0,35 ha, malahan banyak pula yang tak punya lahan –
tunakisma; Nah mereka ini termasuk yang bagaimana? Yang bukan santri mau
diapakan, diabaikan ( pinjam istilah bung Chan)? Dirangkul atau sebaliknya,
malahan semakin dipojokkan sampai semarginal mungkin? Akan terjadikah
diskriminasi yang semakin parah terutama pada kelompok lemah ini? Megapa
hal-hal demikian malahan tidak disiarkan program kongkrit pelaksanaan
perlindungan ataupun bantuan terhadap mereka? Mereka juga adalah Sumber Daya
Manusia yang sama dengan yang lainnya. 
 Untuk selanjutnya memang perlu pengawalan pelaksanaan program petani
milenial yang tidak diskriminatif apalagi yang dilatarbelakangi SARA.
Salam,
Titiek Maslam
Dari: ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; tmaslam
[email protected] <[email protected]>; Kh Djie <[email protected]>
Terkirim: Rabu, 3 Juli 2019 02.29.55 GMT+2
Judul: Re: [GELORA45] Asa Jokowi menggenjot modernisasi pertanian [3 
Attachments]

Kirim email ke