https://www.antaranews.com/berita/946437/megawati-ajak-pemimpin-
dunia-di-wpf-wujudkan-cita-cita-bung-karno
Laporan dari Beijing
<https://www.antaranews.com/slug/laporan-dari-beijing>
Megawati ajak pemimpin dunia di
WPF wujudkan cita-cita Bung Karno
Senin, 8 Juli 2019 17:23 WIB
Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri saat bertemu Wakil Presiden
China Wang Qishan (kanan) sebelum menghadiri Forum Perdamaian Dunia
(WPF) ke-8 di kampus Tsinghua University, Beijing, China, Senin
(8/7/2019) (M. Irfan Ilmie)
Beijing (ANTARA) - Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengajak
para pemimpin dunia di Forum Perdamaian Dunia (WPF) ke-8 di Beijing,
China, Senin, bersama-sama mewujudkan cita-cita Bung Karno.
"Jadilah bagian dari pejuangan untuk mewujudkan cita-cita Bung Karno.
Senandungkan nyanyian perdamaian di hati dan jiwa kita. Mari
bergandengan tangan dalam semangat persaudaraan dan solidaritas," ujar
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu selaku
pembicara utama di WPF itu.
Menurut putri Proklamator RI itu, ayahnya mewariskan satu cita-cita
tentang perdamaian dunia yang bebas dari sengketa dan ketegangan
sehingga anak-anak dapat tumbuh bebas karena keadilan dan kesejahteraan
berlaku untuk semua orang.
"Satu cita-cita di mana dunia yang semua bangsa hidup damai dan
bersaudara. Oleh sebab itu, yakinlah suatu hari kelak akan terbit
matahari perdamaian, matahari emansipasi yang menerangi seluruh penjuru
dunia baru tanpa penindasan," ujarnya saat menjadi pembicara dalam forum
tersebut.
Megawati kemudian mengutip pidato ayahnya dalam Sidang Umum Perserikatan
Bangsa-Bangsa pada 1960 tentang stabilitas dunia yang menjadi tanggung
jawab berasama dan saling menguntungkan.
"Waktu itu Bung Karno mengatakan bahwa tidak adil mengucilkan suatu
negara dari pergaulan antarbangsa. Saat itu secara terbuka Bung Karno
sebagai wakil dari Indonesia memperjuangkan keanggotaan RRT di PBB,
memperjuangkan penyatuan kembali rakyat di Korea, Vietnam, dan Afrika
yang saat itu dipecahbelah oleh imperialisme," ujarnya dalam forum yang
digelar di kampus Tsinghua University itu.
Bung Karno, lanjut dia, juga telah memperjuangkan kemerdekaan Aljazair
dan kemerdekaan ekonomi bagi Kuba dan Laos.
Dalam forum yang juga dihadiri oleh mantan PM Singapura Goh Chok Tong,
mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, mantan PM Belgia Herman van
Rompuy, mantan Menlu Rusia Igor Ivanov itu, Megawati menyatakan bahwa
keterlibatan Indonesia dalam mencipatakan perdamaian dunia tidak perlu
diragukan.
"Indonesia aktif melakukan hal tersebut secara konkret, seperti
peristiwa luar biasa yang terjadi pada 1955 yaitu Konferensi Asia
Afrika. Lalu membangun Gerakan Non-Blok. Sejak 1957 sampai sekarang kami
di Indonesia telah mengirimkan 23 pasukan pemelihara perdamaian yang
disebut dengan Kontingen Garuda," ujarnya memerinci.
Ia juga mendorong para pemimpin dunia mencontoh kebiasaan masyarakat
Indonesia yang selalu mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat
dalam menyelesaikan setiap perselisihan.
Sebelum berbicara dalam forum tersebut, Megawati sempat bertemu dengan
Wakil Presiden China Wang Qishan.
"Wapres Wang sangat terkesan dengan kepemimpinan Bung Karno. Hal itu
disampaikannya saat bertemu Ibu Megawati tadi," kata Duta Besar RI untuk
China Djauhari Oratmangun yang turut mendampingi Megawati bertemu Wapres
Wang Qishan.
Ulama berperan ciptakan perdamaian dunia
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019