Di sistim demokrasi dgn pemilihan calon/umum, mana ada orang calon pemimpin (di negara mana saja) seperti capres dll yg menurunkan gaji, menaikan harga sembako dll. sebelum pemilihan umum. Saya belum pernah mendengarnya ada calon pemimpin yg begitu di negara mana saja. Kalau ada yg calon begitu, ya, berarti calon ini bodoh atau barangkali gila dan tidak pantas utk menjadi pemimpin utk bisa menghadapi masalah2 yg lebih rumit. Yg per-tama2 salah adalah sistim nya.
---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : Semasa pemilu harga bahan pokok ditekan rendah, gaji naik ditambah gaji ketiga belas, cuti bersama ditambah, jadinya ya negara sesak nafas. Sekarang khan pemilu sudah selesai, masak iya disuruh sesak nafas terus. Waktunya warga negara berkorban sementara mereka yang memberi kontribusi dana kampanye dapat pemotongan pajak. On Tuesday, July 9, 2019, 08:58:21 AM PDT, Sunny ambon <ilmesengero@...> wrote: Dua atau tiga hari lalu diberitakan bahwa Jokowi obral pajak untuk pengusaha, sekarang dia naikan harga materai. Mungkin sebentar lagi ada sesuatu yang dinaikan pajak atau dikurangi subsidi. Jadi tunggu saja seperti anda menunggu untuk melihat film terbaru di bioskop dekat rumah. Munkin juga dia akan berikan argumennya bahwa negara kekurangan fulus jadi sedikit akal bulus, tentu dibolehkan, sebabcadangan devisa kurang lebih hanya 3 miliar dolar, defisit APBN, pendapatan ekspor menurun etc, Negara sesak nafas, jadi harap warganegara berkorban untuk ibu pertiwi yang kemalanagn. On Tue, Jul 9, 2019 at 4:41 PM Jonathan Goeij jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> wrote: Paling juga disuruh tempel 2 lembar Meterai pd dasarnya pajak, penghilangan meterai 3 ribu dan 6 ribu dijadikan 10 ribu pada dasarnya menaikkan pajak masyarakat kecil yg umumnya transaksi2nya juga nilainya kecil dan tidak tanggung2 kenaikan sampai ratusan persen. ---In [email protected] mailto:[email protected], <ajegilelu@...> wrote : Juga egoisme tingkat tinggi. Banyak yang ketawa, kalau mau dinaikkan kenapa tidak sekalian jadi Rp 12 ribu, supaya persediaan materai Rp 6.000 yang tersisa tetap berguna (tempel 2 lembar). Kenaikan ini menunjukkan pemerintah hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Kalau untuk pemasukan (mengisi kas negara) kenapa pemerintah malas memikirkan cara yang produktif untuk kemajuan bangsa. Minimal untuk benahi neraca yang jomplang terus. --- jonathangoeij@... wrote: Ekonomi biaya tinggi -- ajegilelu@... wrote : Apa pemerintah tidak bisa sedikit kreatif untuk mengisi kas negara dengan jalan yang lebih produktif? - Materai Naik Jadi Rp 10.000, Kas Negara Dapat Tambahan Rp 3 T
