Semasa pemilu harga bahan pokok ditekan rendah, gaji naik ditambah gaji ketiga
belas, cuti bersama ditambah, jadinya ya negara sesak nafas.Sekarang khan
pemilu sudah selesai, masak iya disuruh sesak nafas terus. Waktunya warga
negara berkorban sementara mereka yang memberi kontribusi dana kampanye dapat
pemotongan pajak.
On Tuesday, July 9, 2019, 08:58:21 AM PDT, Sunny ambon
<[email protected]> wrote:
Dua atau tiga hari lalu diberitakan bahwa Jokowi obral pajak untuk pengusaha,
sekarang dia naikan harga materai. Mungkin sebentar lagi ada sesuatu yang
dinaikan pajak atau dikurangi subsidi. Jadi tunggu saja seperti anda menunggu
untuk melihat film terbaru di bioskop dekat rumah. Munkin juga dia akan berikan
argumennya bahwa negara kekurangan fulus jadi sedikit akal bulus, tentu
dibolehkan, sebabcadangan devisa kurang lebih hanya 3 miliar dolar, defisit
APBN, pendapatan ekspor menurun etc, Negara sesak nafas, jadi harap warganegara
berkorban untuk ibu pertiwi yang kemalanagn.
On Tue, Jul 9, 2019 at 4:41 PM Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Paling juga disuruh tempel 2 lembar
Meterai pd dasarnya pajak, penghilangan meterai 3 ribu dan 6 ribu dijadikan 10
ribu pada dasarnya menaikkan pajak masyarakat kecil yg umumnya transaksi2nya
juga nilainya kecil dan tidak tanggung2 kenaikan sampai ratusan persen.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
Juga egoisme tingkat tinggi. Banyak yang ketawa, kalau mau dinaikkan kenapa
tidak sekalian jadi Rp 12 ribu, supaya persediaan materai Rp 6.000 yang tersisa
tetap berguna (tempel 2 lembar). Kenaikan ini menunjukkan pemerintah hanya
memikirkan kepentingannya sendiri.
Kalau untuk pemasukan (mengisi kas negara) kenapa pemerintah malas memikirkan
cara yang produktif untuk kemajuan bangsa. Minimal untuk benahi neraca yang
jomplang terus.
--- jonathangoeij@... wrote:
Ekonomi biaya tinggi
-- ajegilelu@... wrote :
Apa pemerintah tidak bisa sedikit kreatif untuk mengisi kas negara dengan jalan
yang lebih produktif?
-
Materai Naik Jadi Rp 10.000, Kas Negara Dapat Tambahan Rp 3 T