https://www.suara.com/news/2019/01/09/150517/kubu-prabowo-sebut-opm-teroris-kubu-jokowi-mereka-kurang-baca-buku


*Kubu Prabowo Sebut OPM Teroris, Kubu Jokowi: Mereka Kurang Baca Buku*

Reza Gunadha | Muhammad Yasir

Rabu, 09 Januari 2019 | 15:05 WIB

[image: Kubu Prabowo Sebut OPM Teroris, Kubu Jokowi: Mereka Kurang Baca
Buku]

Ilustrasi

*GAM sama seperti gerakan Papua merdeka, tujuannya memisahkan diri dari
NKRI."*

*Suara.com - *BPN Kritisi *Jokowi* <https://www.suara.com/tag/jokowi>
 Tetapkan *Gerakan Papua Merdeka*
<https://www.suara.com/tag/gerakan-papua-merdeka> sebagai Teroris, TKN: BPN
Kurang Baca Buku

Dua kubu Capres dan Cawapres peserta Pilpres 2019 saling serang, terkait
gerakan kemerdekaan Papua dan peperangan antara TNI dengan Tentara
Pembebasan Nasional Papua Barat.

Kubu Capres dan Cawapres nomor urut 2 *Prabowo*
<https://www.suara.com/tag/prabowo> Subianto – Sandiaga Uno memulai polemik
dengan mempertanyakan rezim Presiden Jokowi yang menyebut gerakan
kemerdekaan Papua itu sebagai kelompok kriminal bersenjata alias KKB.

Menurut Wakil Direktur BPN Prabowo – Sandiaga, Yahdil Abdi Harahap,
seharusnya gerakan separatis itu digolongkan sebagai kelompok teroris. Ia
juga mengkritik rezim Jokowi yang justru menstigma sejumlah kelompok
sebagai teroris.

Namun, Wakil Sekretaris TKN Jokowi – Maruf Amin, *Raja Juli Antoni*
<https://www.suara.com/tag/raja-juli-antoni> menilai kubu rival minim
pengeahuan mengenai perbedaan terorisme dan kelompok pemberontak.

"Secara akademik mereka salah. Saya kira mereka kurang baca buku," kata
Raja Juli Antoni di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu
(9/1/2019).

Secara teoritis, kata dia, gerakan separatis KKB dan teroris merupakan dua
hal yang berbeda karena tujuannya.

Ia memisalkan Gerakan Aceh Merdeka yang dulu melakukan perang gerilya
terhadap RI tidak bisa disebut teroris, melainkan kelompok separatis.

“GAM sama seperti gerakan Papua merdeka, tujuannya memisahkan diri dari
NKRI. Sedangkan teroris adalah kelompok yang bertujuan meneror atau
meresahkan masyarakat,” jelasnya

Kirim email ke