Saat Amien Rais Puji Jokowi Mudeng Demokrasi
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Amirullah
Selasa, 16 Juli 2019 08:40 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi
Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua
Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi
surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I
Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami
Putri.Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais
didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan
Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers
menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto
di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019.
TEMPO/Budiarti Utami Putri.
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat NasionalAmien
Rais <https://www.tempo.co/tag/amien-rais>memuji presiden terpilih Joko
Widodo atau Jokowi sebagai orang yang paham berdemokrasi. Amien
menganggap Jokowi mengerti bagaimana pentingnya oposisi dalam demokrasi.
"Pak Jokowi itu mudeng (mengerti) demokrasi," kata Amien di Jalan Daksa
I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019.
Hal ini disampaikan Amien menanggapi pernyataan Jokowi soal oposisi
dalam pidatonya bertajuk "Visi Indonesia" di Sentul International
Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Ahad lalu, 14 Juli 2019.
Jokowi mengatakan bahwa menjadi oposisi adalah hal yang sangat mulia.
Meski begitu, Jokowi meminta agar pilihan menjadi oposisi itu tak
menimbulkan dendam, kebencian, hinaan, cacian, dan makian. Jokowi
beralasan, Indonesia adalah negara yang memiliki norma agama, etika,
tata krama, dan budaya yang luhur.
Amien lantas menyindir adanya pihak yang menginginkan jabatan menteri
kendati tak ditawari oleh Jokowi. Politikus senior ini enggan
menjelaskan yang dia maksud. "Ngapain, yang lucu, enggak ditawarin Pak
Jokowi tapi ada yang minta-minta. Itu kan aib. Jadi /geer/ (gede rasa),"
kata Amien.
Amien mewanti-wanti Prabowo dan juga Partai Amanat Nasional agar tak
bergabung dengan koalisi pemerintah. Meski sepakat dengan rekonsiliasi,
dia meminta agar Prabowo dan PAN tak tergiur dengan jabatan apa pun yang
ditawarkan pihak Jokowi.
ADVERTISEMENT
Menurut Amien, rekonsiliasi tak bisa dimaknai sekadar bagi-bagi kursi.
Dia menyebut bagi-bagi kekuasaan sebagai aib politikus, tanda bahwa tak
ada moral dan kedisiplinan dalam berpartai.
"Teruskan kita menjalin persatuan kita bersalaman, tapi jangan pernah
kooptasi, dapat satu-dua kursi kemudian lantas kocar-kacir semua wawasan
ke depannya, hanya bermata rabun ayam," ujarnya.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com